Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Prancis Ajukan Misi Investigasi yang Dipimpin PBB atas Pelanggaran HAM Cina terhadap Muslim Uighur

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juli 2020 10:49 10:49 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juli 2020 10:49
Bagikan
Muslim Uighur yang tertindas
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis, pada Selasa (28/7/2020), menyerukan misi pengamat yang dipimpin PBB untuk mengevaluasi perlakuan terhadap penduduk Uighur China dan menyatakan bahwa Beijing melakukan “praktik yang tidak dapat dipertahankan” terhadap minoritas Muslim.

Proposal oleh Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian tersebut muncul ketika ketegangan meningkat antara Perancis dan Cina setelah Paris mengintensifkan ekspresinya dari perhatian publik mengenai perlakuan terhadap warga Muslim Uighur di wilayah Xinjiang barat.

“Karena mereka (Cina) mengatakan pernyataan saya tidak berdasar, kami mengusulkan misi internasional pengamat independen, di bawah naungan komisioner hak [PBB] Michelle Bachelet, untuk mengunjungi dan memberikan kesaksian,” kata Le Drian kepada anggota di parlemen, The New Arab melaporkan.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para ahli mengatakan lebih dari satu juta etnis Uighur dan minoritas berbahasa Turki lainnya telah ditangkap di kamp-kamp interniran.

Berbicara di parlemen pekan lalu, Le Drian menunjuk berbagai kasus pelanggaran HAM Cina termasuk “kamp penjara untuk Uighur, penahanan massal, penghilangan paksa, kerja paksa, sterilisasi paksa, hingga penghancuran warisan Uighur.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kementerian luar negeri China menolak komentar itu sebagai “kebohongan,” membuat dalih bahwa masalah Xinjiang bukan tentang hak asasi manusia, agama atau etnis tetapi tentang “melawan terorisme dan separatisme yang kejam.”

Tetapi Le Drian meningkatkan retorikanya pada hari Selasa, mengatakan bahwa di Xinjiang “ada praktik yang tidak dapat dipertahankan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip universal yang diabadikan dalam konvensi-konvensi hak asasi manusia internasional utama.”

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah Cina telah melakukan “pengawasan luas terhadap populasi dan sistem penindasan yang komprehensif di seluruh wilayah.”

Beijing dan London juga telah bersitegang mengenai masalah ini setelah Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan “jelas bahwa ada pelanggaran HAM berat yang mengerikan yang terjadi” di wilayah Xinjiang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Wang Wenbin, menolak klaim itu sebagai “tidak lain dari rumor dan fitnah.”

Kontroversi mengenai perlakuan terhadap orang-orang Uighur mencuat kembali setelah ketegangan antara Barat dan Cina meningkat atas undang-undang keamanan baru yang kejam di Hong Kong dan meningkatnya oposisi terhadap penggunaan produk-produk yang dibuat oleh raksasa telekomunikasi China Huawei.

Sebelumnya, laporan-laporan Lembaga Kebijakan Strategis Australia (ASPI) dan Kongres AS, antara lain, menemukan bahwa ribuan warga Uighur telah dipindahkan untuk bekerja paksa di pabrik-pabrik di seluruh Cina. Laporan ASPI tersebut mengatakan bahwa pemindahan itu “diduga kuat merupakan kerja paksa”. Hal ini menghubungkan pabrik-pabrik itu dengan lebih dari 80 merek terkenal, termasuk Nike, Apple dan Gap.

Politisi dan aktivis menekan perusahaan-perusahan di Amerika agar berbuat lebih banyak jika mereka tidak ingin terlibat dalam pelanggaran HAM pemerintah Cina.

Anggota parlemen di Kongres AS sedang mempertimbangkan undang-undang untuk secara eksplisit melarang impor dari Xinjiang, sementara politisi di AS dan di Eropa juga mengancam undang-undang yang akan memaksa perusahaan untuk memantau masalah ini lebih dekat.

Menurut PBB, hampir 1 juta Muslim Uighur dipenjara dalam jaringan “kamp pendidikan ulang politik”.  September lalu, Human Rights Watch menyatakan bahwa pemerintah Cina melakukan “pelanggaran hak asasi manusia sistematis” terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaCinadiskriminasigenosidaHAMMuslim UighurPelanggaran HAMuighur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Latih Mata-mata Saudi, Mesir dan UEA
Tulisan selanjutnya Din Syamsuddin: Kebijakan POP Mendikbud Tidak Bijak dan Tidak Populis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?