Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Duka Cita Rakyat dan Presiden Zambia Atas Kematian “Ikan Keberuntungan”

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 September 2020 21:18 9:18 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 September 2020 21:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Zambia Edgar Lungu ikut larut dalam duka cita nasional atas kematian seekor ikan yang tinggal di sebuah kolam di universitas terbesar kedua di negeri itu.

Mahasiswa di Copperbelt University (CBU) menyalakan lilin sambil mengelilingi area kampus untuk meratapi kepergian ikan besar tersebut.

Tagar Mafishi, begitu orang mengenal ikan tersebut, menjadi trending di Twitter di negara yang terletak di belahan selatan Afrika tersebut, lapor BBC Rabu (9/9/2020).

Selama dua puluh tahun terakhir, para mahasiswa CBU meyakini ikan tersebut membawa keberuntungan bagi mereka ketika menjalani ujian.

Mafishi, yang artinya ikan besar dalam bahasa setempat Bemba, diperkirakan berusia setidaknya 22 tahun dan telah tinggal di kolam universitas itu selama lebih dari 20 tahun, kata ketua mahasiswa Lawrence Kasonde.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kematian ikan jantan itu masih diselidiki, imbuh ketua persatuan mahasiswa CBU tersebut.

“Ikan tersebut belum dikubur, kami berencana untuk membalsemnya,” imbuh Kasonde kepada BBC.

Sebagian mahasiswa biasa mengunjungi ikan itu sebelum menempuh ujian dengan keyakinan tindakan tersebut akan membawa keberuntungan bagi mereka. Sedangkan sebagian lain melihatnya sebagai hiburan penghilang stres, lapor reporter BBC Zambia Kennedy Gondwe.

Mahasiswa tahun kedua Edwin Nambo menggambarkannya sebagai “simbol ikonik universitas” tersebut.

“Dengan hanya melihatnya berenang akan mendatangkan ketenangan jiwa sebelum ujian dan ketika menghadapi masa-masa sulit,” ujarnya.

Mengutip kata-kata tokoh antipenjajahan India Mahatma Gandhi, dalam pesan duka citanya di laman Facebook, Presiden Lungu berkata bahwa kebesaran suatu bangsa dan kemajuan moralnya dapat dilihat dari cara bangsa itu memperlakukan hewan.

“Saya senang kamu mendapatkan sambutan perpisahan yang baik. Kami semua akan merindukanmu,” kata Presiden Lungu.

“Kami berdiri bersama komunitas mahasiswa CBU, yang lalu dan kini, berduka atas kematian hewan peliharaan ikonik mereka Mafishi,” kata tokoh oposisi Hakainde Hichilema.

“Semoga siripnya beristirahat dalam damai. Kami telah mengirimkan pengacara dan akuntan terbaik untuk datang dan membantu keluarganya dalam mempersiapkan wasiatnya,” bunyi cuitan pengguna Twitter @MoffatSamora.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ikanMafishiZambia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia Minta Repatriasi Pengungsi Rohingya Ditekankan Kembali di Pertemuan ASEAN
Tulisan selanjutnya Iran Akhirnya Bersedia Beri Kompensasi Keluarga Korban Pesawat Ukraina yang Dirudal Militernya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?