Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eks Menteri Luar Negeri Mali Diangkat Jadi Perdana Menteri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 September 2020 16:47 4:47 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 September 2020 16:47
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden pemerintahan transisi Mali Bah Ndaw menunjuk seorang sipil sebagai perdana menteri, lapor stasiun televisi pemerintah hari Ahad (27/9/2020) seperti dilansir BBC.

Moctar Ouane yang pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Mali antara tahun 2004 dan 2011 ditunjuk untuk menduduki kursi perdana menteri.

Ouane merupakan perwakilan permanen Mali di Perserikatan Bangsa-Bangsa dari tahun 1995 sampai 2002. Dari sana karirnya berlanjut menjadi penasihat diplomatik untuk organisasi kerja sama regional Afrika Barat, Ecowas.

Penunjukannya dapat dilihat sebagai upaya Mali untuk melepaskan diri dari jeratan sanksi ekonomi yang diberikan Ecowas menyusul kudeta oleh militer.

Pemimpin junta militer Kolonel Assimi Goita menunjuk Ndaw, yang dilantik hari Jumat kemarin, sebagai presiden pemerintahan transisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penunjukan presiden dan perdana menteri dari kalangan sipil merupakan syarat yang diminta Ecowas apabila Mali tidak ingin mendapatkan sanksi.

Ecowas hari Jumat mengatakan meskipun sudah ada presiden dari kalangan sipil, tetapi sanksi tidak akan dicabut sampai Mali memiliki perdana menteri juga dari kalangan sipil.

Masih belum jelas seberapa besar kekuatan militer mencengram kekuasaan di Mali, pasalnya Goita sendiri menduduki posisi wakil presiden, dan Bah Ndaw juga merupakan pensiunan militer sebelum menjabat menteri pertahanan di masa presiden Ibrahim Keita yang dikudeta Goita dan kawan-kawan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ECOWASIbrahim Keitajunta muterkudetamaliMochtar OuanePerdana MenteriSanksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Bunuh Diri? Pemerintah Jepang Desak Warganya Minta Bantuan
Tulisan selanjutnya [Video] Tak Menyerah ‘Hanya’ karena Kaki Lumpuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?