Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rakyat Turun ke Jalan Protes Hasil Pemilu, PM Kyrgyzstan Mundur

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2020 09:15 9:15 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2020 09:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Perdana Menteri Kyrgyzstan mundur dari jabatannya setelah aksi protes rakyat yang menggugat hasil pemilihan umum berubah menjadi kekacauan besar.

Para pengunjuk rasa mengganti Kubatbek Boronov dengan seorang politisi lain yang dibebaskan dari penjara oleh demonstran, Sadyr Japarov, dan hasil pemilu yang baru saja usai digelar dianulir.

Sebelum Boronov mengundurkan diri, kelompok oposisi menguasai parlemen dan mengatakan hasil perhitungan suara pemilu yang digelar hari Ahad kemarin dicurangi.

Kerumunan besar orang berkumpul di ibukota Bhiskek hari Rabu (7/10/2020) menuntut agar Presiden Sooronbai Jeenbekov –yang sebelumnya mengisyaratkan siap untuk mundur— dimakzulkan, lapor BBC.

“Tujuan utama para pengunjuk rasa bukan membatalkan hasil pemilu, melainkan untuk menyingkirkan saya dari kekuasaan,” kata President Jeenbekov kepada BBC Kyrgyz dalam sebuah wawancara eksklusif hari Selasa (6/10/2020) yang dilakukan lewat sambungan telepon dari tempat persembunyian rahasianya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Untuk mengatasi masalah ini, saya siap memberikan tanggung jawab ini kepada pemimpin yang kuat, tidak peduli dari kelompok mana mereka berasal, saya siap membantu mereka,” imbuhnya, seperti dikutip BBC.

Dia mendesak semua pihak kembali ke “cara-cara yang sah” dan bekerja sama untuk menghindari pertikaian politik rumit seperti yang dulu pernah terjadi.

Dalam rekaman pidato sebelumnya, Presiden Kyrgyzstan yang pro-Rusia itu menuding ada “kekuatan-kekuatan politik tertentu” yang memanfaatkan hasil pemilu sebagai alasan untuk “membuat keonaran”. Para perusuh tidak mematuhi aparat hukum, memukuli petugas medis dan bahkan merusak bangunan, kata Jeenbekov.

Dua presiden telah digulingkan di Kyrgyzstan kurun 15 tahun terakhir.

Para pengamat mengatakan sepertinya Jeenbekov, yang terpilih tahun 2017, telah kehilangan seluruh pengaruhnya tetapi tidak jelas siapa yang akan menggantikannya.

Hasil pemilu Ahad kemarin menunjukkan partai-partai yang bersekutu dengan Jeenbekov memenangkan sebagian besar suara, di tengah-tengah tuduhan adanya praktik pembelian suara massal.

Hasil pemilu menunjukkan hanya 4 dari 16 partai peserta pemilu yang berhak masuk ke gedung parlemen, tiga dari empat partai itu memiliki hubungan erat dengan President Jeenbekov.

Anehnya, tidak ada partai oposisi besar yang berhasil meraih satu saja kursi di parlemen. Hari Senin, semua 12 partai oposisi membuat pernyataan bersama bahwa mereka tidak akan mengakui hasil pemilu tersebut.

Mereka menuding partai-partai yang akrab dengan presiden membeli suara dan mengintimidasi warga.

Sejumlah mengamat penyelenggaraan pemilu mengklaim melihat –di jam-jam pertama pelaksanaan pemungutan suara— sejumlah orang yang mengenakan masker membagi-bagikan kertas suara yang sudah terisi, menyodorkan uang kepada warga, dan pergi ke tempat-tempat di mana kiranya hasil pemungutan suara bisa direkayasa.

Kelompok masyarakat yang tidak puas dengan hasil pemilu lantas menggalang kekuatan massa dan menduduki kantor-kantor pemerintahan. Mereka mengeluarkan dari sel para tahanan politik, termasuk Japarov, yang sedang menjalani hukuman 11 tahun penjara dalam kasus penculikan seorang gubernur semasa unjuk rasa oposisi tujuh tahun silam.

Mantan presiden Almazbek Atambayev, yang sedang menjalani hukuman 11 tahun penjara dalam kasus korupsi, juga dibebaskan oleh massa demonstran.

Seorang laki-laki berusia 19 tahun tewas dan hampir 700 orang dilaporkan terlukan saat terjadi bentrokan antara demonstran dan petugas keamanan.

Disebabkan situasi semakin kacau, Komisi Pemilu Pusat kemudian menyatakan hasil pemilu akhir pekan kemarin dianulir dengan mempertimbangkan situasi politik di Kyrgyzstan saat ini. 

Para tokoh oposisi sudah mendirikan sebuah Dewan Koordinasi, tetapi kabarnya mereka pun berseteru satu sama lain soal siapa yang akan mendapat jabatan-jabatan yang berpengaruh dalam pemerintahan nantinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demonstrasiKyrgyzstanpemiluprotes
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendiri Partai Golden Dawn Divonis Bersalah Memimpin Organisasi Kriminal
Tulisan selanjutnya Masker Wajib Dipakai di Dalam dan Luar Ruangan di Seluruh Italia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?