Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Kecam Kanada setelah Laporan Menyebut Kebijakan Terhadap Muslim Uighur sebagai ‘Genosida’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2020 08:22 8:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2020 08:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–China mengecam Kanada setelah laporan yang dikeluarkan oleh salah satu komite parlemen pekan ini. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah China terhadap minoritas Muslim Uighur di negara itu di Xinjiang sama dengan “genosida”, Al Jazeera melaporkan.

Komite pada hari Rabu (21/10/2020) meminta Ottawa untuk mengutuk kebijakan Beijing terhadap Uighur, yang dikatakan termasuk “penahanan massal, kerja paksa, pengawasan negara yang meluas dan pengendalian populasi”. Komite juga menyerukan untuk menjatuhkan sanksi terhadap semua pejabat pemerintah China yang terlibat.

“Para saksi mata dengan jelas bahwa tindakan Pemerintah China merupakan upaya yang jelas untuk menghapus budaya dan agama Uighur,” kata komite tersebut.

Pada hari Kamis (22/10/2020), juru bicara kementerian luar negeri China menolak tuduhan itu sebagai “tidak berdasar” dan menuduh Kanada mencoba mencampuri urusan dalam negeri negara itu.

“Sub-komite parlemen Kanada mengabaikan fakta stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, solidaritas etnis, dan harmoni sosial di Xinjiang,” kata Zhao Lijian kepada wartawan selama konferensi pers.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pernyataannya yang tidak berdasar penuh dengan kebohongan dan disinformasi. Ini adalah campur tangan yang terang-terangan dalam urusan internal China dan mencerminkan ketidaktahuan dan prasangka individu Kanada tersebut. China dengan tegas menyesalkan dan menolak itu,” kata juru bicara itu.

Hubungan antara China dan Kanada memburuk pada Desember 2018 ketika Kanada menangkap Meng Wanzhou, seorang eksekutif raksasa telekomunikasi China Huawei, atas permintaan ekstradisi oleh Amerika Serikat, di mana dia dicari atas tuduhan penipuan.

Dua warga Kanada – mantan diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor – ditangkap di China segera setelah itu dan dituduh sebagai mata-mata.

Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Kanada Harjit Sajjan menggambarkan penahanan berkelanjutan terhadap Kovrig dan Spavor sebagai “diplomasi sandera”.

“Jenis diplomasi sandera ini bukanlah apa yang dilakukan oleh negara-negara berdasarkan aturan-aturan yang baik,” kata Sajjan pada 7 Oktober, seperti dilansir The Canadian Press.

Perang kata-kata antara kedua negara terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir, karena pejabat Kanada termasuk Perdana Menteri Justin Trudeau telah mengkritik catatan hak asasi manusia China yang terkait dengan Uighur, serta pengunjuk rasa di Hong Kong, antara lain.

Kritik itu telah memicu kemarahan Beijing, yang mengatakan Ottawa ikut campur dalam urusan internalnya.

Pekan lalu, China juga menolak laporan di The Economist yang mencirikan kebijakannya di Xinjiang, tempat sebagian besar penduduk Muslim Uighur di negara itu tinggal, sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Aktivis mengatakan China telah menerapkan kebijakan penahanan massal, memenjarakan sekitar satu juta penduduk Muslim Uighur dan etnis Turki lainnya di kamp-kamp yang disebut “pendidikan ulang”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinakanadaMuslim Uighuruighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengadilan Polandia: UU Aborsi Janin Cacat Bertentangan dengan Konstitusi
Tulisan selanjutnya Dirjen Kesehatan Malaysia: Wanita Bercadar Tetap Wajib Mengenakan Masker

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?