Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Bahrain Khalifa bin Salman Al-Khalifa Wafat di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 November 2020 17:10 5:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 November 2020 16:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Bahrain Pangeran Khalifa bin Salman Al-Khalifa, wafat pada Rabu dini hari (11/10/2020) dalam usia 84 tahun, demikian diumumkan pihak istana kerajaan lewat Twitter.

Kantor berita resmi Bahrain melaporkan bahwa Pangeran Khalifa meninggal dunia di Mayo Clinic Hospital di Amerika Serikat, lansir DW.

Pada bulan November 2019, dia berangkat ke Jerman untuk menjalani perawatan medis yang tidak diungkapkan, tetapi beberapa bulan kemudian kembali ke Bahrain.

Kantor berita resmi mengatakan pemakaman akan dilakukan setelah jasadnya dipulangkan ke Bahrain.

Raja Bahrain memerintahkan satu pekan masa berkabung dan bendera dipasang setengah tiang sebagai bentuk penghormatan kepada Pangeran Khalifa. Kantor-kantor pemerintah juga akan diliburkan selama tiga hari mulai Kamis besok.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Khalifa merupakan salah satu kepala negara di dunia yang paling lama memerintah. Dia menjabat perdana menteri selama 50 tahun, sejak Bahrain memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1971.

Dia dilahirkan dalam dinasti Al-Khalifa yang menguasai Bahrain sejak 200 tahun silam. Ayahnya, Syaikh Salman bin Hamad Al-Khalifa, memerintah negeri pulau itu antara tahun 1942 dan 1961 sampai saudara lelakinya mengambil alih kekuasaan ayah mereka dan dinobatkan menjadi raja Bahrain sejak 1971 dan seterusnya.

Berdasarkan kesepakatan informal, Pangeran Khalifa menjalankan roda pemerintahan dan perekonomian, sementara saudaranya mengurus masalah diplomasi dan menjalani tugas seremonial.

Pangeran Khalifa, yang merupakan sekutu Amerika Serikat dan Arab Saudi, kerap dipandang sebagai tokoh kontroversial. Di kalangan masyarakat Syiah, yang merupakan mayoritas agama penduduknya, dia sangat tidak populer. Pemerintahannya benar-benar diuji ketika warga Syiah melakukan demonstrasi besar-besaran semasa Arab Spring 2011 di mana mereka menentang kekuasaan Kerajaan Bahrain yang dikuasai keluarga Muslim.

Di masa puncak unjuk rasa, ribuan orang Syiah menduduki kantor perdana menteri, menuntut Khalifa mundur dengan tuduhan korupsi.

Pemerintah Bahrain berhasil mengatasi demonstrasi warganya –yang disokong rezim Syiah Iran– dengan bantuan pasukan keamanan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahrainKhalifaPerdana Menteriwafat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Korut Berlakukan UU Anti-Rokok, Pemimpinnya Perokok Berat
Tulisan selanjutnya Polisi Australia Selamatkan 46 Anak dari Jaringan Pedofilia Internasional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?