Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Selandia Baru Menjanjikan Pertanggungjawaban Bagi Para Korban di Christchurch Jelang Laporan Komisi Kerajaan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 Desember 2020 11:42 11:42 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 Desember 2020 11:42
Bagikan
Jacinda Ardern
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern pada hari Senin (07/12/2020) menjanjikan pertanggungjawaban bagi keluarga korban penembakan di masjid Christchurch tahun lalu. Pernyataan tersebut ia ucapkan sehari sebelum laporan besar tentang pembantaian terburuk di negara itu dirilis, lapor The New Arab.

Dalam jumpa pers, Perdana Menteri Ardern mengakui perlunya bukti tindakan untuk menetapkan apakah kegagalan sistemik oleh lembaga pemerintah menyebabkan tragedy. Musibah terjadi saat seorang teroris supremasi kulit putih menewaskan 51 jemaah Muslim di dua masjid kota di Pulau Selatan pada Maret 2019.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang ingin melihat akuntabilitas dalam implementasinya. Mereka ingin melihat siapa yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan beberapa upaya itu… dan kami akan menyediakannya,” katanya.

Pemimpin yang baru terpilih kembali bertemu dengan kerabat para korban dan beberapa yang selamat pada hari Ahad (06/12/2020), menjanjikan mereka tindakan segera atas laporan komisi kerajaan. Dia memperingatkan bahwa beberapa rekomendasi akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diterapkan.

Temuan dari penyelidikan hampir 800 halaman dipublikasikan pada hari Selasa (08/12/2020).  Selesai lebih dari satu setengah tahun, laporan tersebut mencakup wawancara dengan ratusan orang, di antaranya badan keamanan, pemimpin komunitas Muslim, pakar dan pejabat internasional di tiga negara, bersama dengan Ardern.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Penyelidikan dilakukan di tengah kritik yang ditujukan kepada pihak berwenang karena diduga mengabaikan peringatan berulang dari komunitas Muslim bahwa kejahatan rasial terhadap mereka meningkat. Badan-badan keamanan selanjutnya dituduh gagal mencatat kejahatan rasial dan terlalu fokus pada risiko terorisme Islam, dengan biaya menutup mata terhadap ancaman yang muncul yang ditimbulkan oleh supremasi kulit putih.

Perdana Menteri Ardern, sebaliknya, memenangkan pujian global atas tanggapannya yang penuh kasih terhadap serangan itu dan dengan cepat mengesahkan undang-undang yang melarang jenis senjata semi-otomatis paling mematikan. Dia juga memimpin gerakan global melawan ekstremisme online.

Pada bulan Oktober, Ardern memenangkan masa jabatan kedua dalam kemenangan pemilihan umum. Partai Buruh kiri-tengahnya memenangkan 49 persen suara nasional untuk melihat penantang utamanya, Partai Nasional konservatif, yang memenangkan 27 persen.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Jacinda ArdernMasjid ChristchurchSelandia Barusupremasi kulit putihteroris
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Utusan ‘Israel’ dan Kelompok Yahudi Inggris Mengecam Komentar Nakba ‘Rasis’
Tulisan selanjutnya Beginilah Nilai Nyawa Muslim dalam Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?