Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Belgia Ditekan Agar Longgarkan Aturan Ibadah Selama Pandemi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Desember 2020 21:45 9:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Desember 2020 21:45
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Belgia mendapat tekanan agar melonggarkan aturan penyelenggaraan acara keagamaan selama pandemi coronavirus setelah mahkamah agung menyatakan pembatasan yang diberlakukan tidak sejalan dengan konstitusi yang menjamin kebebasan beragama.

Dewan Negara memutuskan bahwa, paling tidak untuk sementara, pemerintah perlu mengubah kebijakannya guna menyesuaikan dengan sifat peribadatan keagamaan kolektif.

Saat ini, penyelenggaraan peribadatan kolektif dibatasi hanya lima orang untuk acara pernikahan dan 15 orang untuk pemakaman, sementara misa bersama di gereja tidak diperbolehkan.

Menteri Kehakiman Vincent Van Quickenborne mengatakan akan mendiskusikan kemungkinan relaksasi kebijakan dengan para tokoh agama pada hari Rabu ini (9/12/2020), lapor Reuters.

“Kami berupaya menyeimbangkan antara kebebasan beragama dan kesehatan publik,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok-kelompok keagamaan mengeluhkan bahwa orang diperbolehkan bepergian ke pusat perbelanjaan yang tidak esensial tetapi peribadatan di rumah-rumah ibadah justru dilarang.

Belgia termasuk negara di Eropa dengan angka kematian Covid-19 tertinggi, mencapai lebih dari 17.500. Data terakhir menunjukkan lebih dari 100 orang setiap harinya meninggal dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Belgiacoronaviruscovid-19ibadah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Habib Rizieq Dukung Dibentuknya Tim Pencari Fakta Independen Penembakan Anggota FPI
Tulisan selanjutnya PWI Dorong Wartawan Jadi Pemantau Independen Kekuasaan, Tak Ragu Investigasi Kematian Anggota FPI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?