Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Hasrat Membunuh Demokrasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Desember 2020 11:16 11:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Desember 2020 11:13
Bagikan
Bagikan

Oleh: Zahirul Haq

 

 

Hidayatullah.com | MEMBUNUH tercatat dalam sejarah sama tuanya dengan peradaban manusia. Ingat kisah Qabil yang membunuh saudaranya, Habil karena terbakar rasa dengki.

Di bawah sedikit adalah upaya melenyapkan ‘jejak’ orang seperti dialami oleh Nabi Yusuf, saat masih kecil dibuang ke sumur, lalu oleh komplotan saudaranya di hadapan sang ayah dibawakan barang bukti palsu berupa baju Yusuf yang tercabik dan berlumuran darah. Zakaria, Yahya dan Isa tak luput dari upaya pembunuhan karena tuduhan makar oleh pihak penguasa. Muhammad putera Abdullah pun hendak dibunuh di malam hijrah. Itulah sejarah profetik kerasulan. Pengusung kebenaran harus siap diancam bunuh.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pembunuhan demi pembunuhan terjadi di muka bumi. Saling membunuh dilakukan untuk merebut wilayah kekuasaan. Perang antar suku terkadang berkobar karena persoalan sepele atau kehormatan diri yang dihina.

Pada masa jahiliyah, sebelum Islam kembali ditegakkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, dengan mudahnya darah ditumpahkan yang kemudian berbalas dengan pembunuhan serupa.

Jauh sebelumnya, peradaban Romawi kuno mengenal adu tarung para gladiator di sebuah kolosium. Mereka saling membunuh untuk menunjukan siapa yang berhak menyandang pria terkuat. Inilah hiburan berdarah tontonan para pembesar. Mereka pun terhibur saat  manusia dipaksa untuk melawan dan menaklukan binatang buas. Tertawa lebar melihat mayat bergelimpangan dan amis darah. Edan.

Pembunuhan makin marak seiring semangat imperialisme untuk memperluas wilayah jajahan dan kerakusan untuk mengeruk kekayaan alam. Prancis dan Belanda juaranya.

Ketika perang dunia telah berakhir pun, ambisi politik dan ideologi pun tak memadamkan aksi penindasan hingga tega membantai manusia lain. Dari rejim Hitler hingga Pol Pot dan tragedi Bosnia. Karena, iblis beserta pasukannya akan selalu membisiki manusia untuk berbuat jahat terhadap manusia lainnya.

Namun, fitrah manusia sesungguhnya ingin hidup damai. Nyawa manusia begitu sangat berharga. Tak boleh setitik darah pun menetes tanpa alasan yang haq. Karena, membunuh seorang manusia sama saja telah membunuh seluruh manusia.  Membunuh itu telah merampas hak hidup  dan menodai nilai-nilai kemanusiaan. Begitulah ketetapan dalam Al Quran (Al Maidah ayat 32).

Konon, di negara demokrasi cita-cita untuk melindungi jiwa manusia itu akan terwujud. Karena, negara menjamin hak hidup warganya. Aspirasi warga pun terakomodir dengan baik dalam sistem politik. Semuanya diatur dalam konstitusi yang menjadi kesepakatan bersama. Negara demokrasi adalah negara hukum yang menerapkan keadilan dan kesetaraan bagi warganya.

Pemimpin dipilih oleh rakyat dalam pemilu berdasarkan suara mayoritas. Yang kalah pun tetap dibiarkan untuk memainkan perannya sebagai kelompok oposisi yang kritis, yang dilindungi konstitusi. Perbedaan aspirasi politik adalah biasa dalam negara demokrasi. Semuanya berhak hidup dalam semangat toleransi.

Namun, sayangnya demokrasi sudah dibajak dimulai dari kotak suara. Karena, banyak pemimpin yang tidak siap bergandengan tangan dengan lawan politiknya. Mereka tidak taat dengan aturan main yang demokratis, memilih jalan kekerasan untuk membungkam resistensi. Bahkan, berusaha membatasi kebebasan sipil, termasuk media.

Semua kejahatan untuk melemahkan demokrasi kemudian dilegalisasi dengan berbagai peraturan. Maka, demokrasi pun sesungguhnya secara perlahan tengah menemui ajalnya.

Aparat keamanan bukan lagi alat negara untuk melayani rakyat mendapatkan keamanannya. Tapi, mereka menjadi alat penguasa untuk mengamankan kekuasaannya dan membatasi gerak kebebasan sipil.

Suara yang kritis sengaja dibungkam dengan alasan ketaatan terhadap hukum. Katanya, jika kebebasan dibiarkan, kepentingan bangsa dan negara akan terganggu. Akhirnya rakyat dikorbankan.

Pembunuhan extra yudisial di era demokrasi ini rasanya saya tak percaya kita hidup di era demokratis. Rasanya kita sudah kembali ke jaman batu. Jika yang bersenjata, polisi atau tentara, berpolitik maka negara melangkah ke arah otoritarianisme.

Abad 21, era keterbukaan informasi publik, bangga disebut negara demokrasi muslim terbesar dunia, pilkada serentak nekad diadakan di tengah pandemi Covid19, seolah iya negara demokrasi, tapi praktek hukum diwarnai tindakan penghilangan nyawa tanpa hak, apa masih pantas negara ini disebut negara demokrasi konstitusional yang melindungi setiap warga negaranya?

Semoga kita dapat menghayati hadis Nabi Muhammad ﷺ ini:

عن أبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: “من أعان على قتل مؤمن بشطر كلمة لقي الله عز وجل مكتوباً بين عينيه آيس من رحمة الله.” وهذا الحديث رواه ابن ماجه والبيهقي في سننه وأبو يعلى في مسنده،

Dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda, “Barang siapa membantu orang lain membunuh seorang mukmin meski dengan setengah kalimat maka ia menghadap Allah tertulis di antara kedua matanya: putus asa dari rahmat Allah” (HR. Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan Abu Ya’la)

عن حذيفة بن اليمان قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “أهل الجور وأعوانهم في النار” (أخرجه الحاكم في المستدرك وقال هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه)

Dari Hudzaifah bin Al-Yaman RA ia berkata, Rasulullah ﷺ  bersabda: “Orang-orang zalim dan para pendukungnya di dalam Neraka” (HR: Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak). Wallahu a’lam.*

Penulis peminat masalah sosial dan agama

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demokrasihabilmembunuhpembunuhanqabil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pengacara banding habib rizieq Pengacara Datangi Polda Metro untuk Minta Surat Panggilan Pemeriksaan HRS dkk
Tulisan selanjutnya Lobi Yahudi AIPAC Tidak Keberatan Amerika Jual Senjata ke UEA

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?