Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Video Al Buthy dari Hizbullah, Audio-Visual Tidak Sinkron

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 April 2013 00:00 12:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 April 2013 00:00
Bagikan
video yang berasal dari kanal Wishal
Bagikan

SYEIKH  Said Ramadhan Al Buthy telah wafat, tidak hanya meninggalkan karya dan banyak pendapat yang perlu dipelajari dan dikaji oleh generasi selanjutnya, namun juga meninggalkan pernyataan-pernyataan yang dinisbatkan kepada beliau yang berpotensi menimbulkan pro-kontra di masyarakat. Termasuk dalam hal ini, beberapa cuplikan video yang menayangkan Syeikh Al Buthy, yang gencar disebarkan di dunia maya pasca peristiwa pembunuhan beliau.

Dari berbagai video yang diedarkan, salah satu video yang penulis tertarik untuk menelisik dan membahas saat ini adalah video yang berasal dari kanal Wishal,yang bertajuk “Al Buthy Berharap Menjadi Jari dari Jari-jari Hasan Nashrallah”.

Dalam video itu, disuguhkan tayangan talk show, di mana seorang host menyampaikan,”Kita akan menyaksikan cuplikan untuk Buthy, dimana dia berharap menjadi jari dari jari-jari Hasan Nasharallah yang telah membunuh dengan jari-jarinya itu saudara-saudara kita di Suriah.”

Kemudian, tampillah cuplikan gambar dimana terlihat Syeikh Al Buthy berceramah dan menyampaikan, ”Aku telah mengharap menjadi bagi Allah sama dengan jari Hasan Nashrallah dan setiap jari di dua tangannya adalah pasukan. (Sedangkan-pent) Aku tidak pernah berperang, dan tidak pernah diletakkan agar aku bertahan di parit pertempuran dalam rangka berjihad di jalan Allah agar aku bisa melepas panah yang digunakan untuk menembak oleh para sahabat Rasulullah…” Dengan pengulangan kalimat, ”Sama dengan jari Hasan Nashrallah,” dua kali.

Setelah cuplikan ditayangkan, seorang syeikh pun berkomentar mengenai Syeikh Al Buthy,” Benar apa yang dikatakan Syeikh Ali Ash Shabuni mengenai dirimu. Bahwa Allah telah menyesatkanmu dengan ilmumu. Adapun aku, ini dia, sesungguhnya aku mengetahui sebelumnya bahwa engkau bukan seorang yang berilmu, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Dan mereka tidak mengetahui banyak makna ilmu. Maka aku mengatakan Allah telah menyesatkanmu atas kebodohanmu. Apakah tidak layak bagimu mengatakan ‘Aku mengharap untuk menjadi jari dari jari-jari Abu Bakr dan Umar? Ataukah engkau takut Syi’ah mengkritikmu? Tidaklah sebagaimana engkau ketahui bahwa temanmu Hasan Nashrallah mengkafirkan Abu Bakr dan Umar serta mencela Aisyah? Kemudian engkau mengatakan bahwa engkau jari dari jari-jari takfiri ini atau engkau bodoh mengenai apa-apa yang ada dalam buku-bukunya. Tidakkah lebih layak bagimu membaca buku-bukunya mengenai aqidahnya, kecuali Hasan Nashrallah telah mentalak akidahnya secara umum dan terperinci. Dan betapa sayang, sungguh sayang atas laki-laki yang menyesatkan dan tersesat. Kita berdoa, kita berlindung kepada Allah darinya, dari kesesatan setelah petunjuk.”

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Video Berasal dari Kanal Hizbullah

Sebelum membahas mengenai pengantar host atau pun komentar dari syeikh di atas, kita perlu membahas dulu cuplikan video tayangan Syeikh Al Buthy yang dijadikan obyek pembicaraan dalam kanal Wishal itu.

Ada hal yang menarik di sini, ternyata cuplikan yang disiarkan Wishal yang dikenal sebagai TV yang menyirakan ceramah agama itu berasal dari Al Manar, sebuah kanal TV Hizbullah yang berpaham Syiah. Perhatikan, logo Al Manar yang berwarna kuning terlihat samar-samar di bawah logo Wishal. Dan dengan kondisi yang demikian, maka ketajaman video sudah banyak berkurang dan terlihat buram hingga sulit dijadikan obyek untuk analisa.

Tidak Konsisten Antara Suara dan Mimik

Jika demikian, perlu merujuk kepada video yang lebih jelas, yakni video dari Al Manar (klik tulisan Al Manar) asal dari video yang ditayangkan Wishal. Dalam video yang disiarkan Al Manar ini disamping lebih jelas, juga lebih panjang durasinya. Nah, di video inilah terlihat dengan jelas beberapa kejanggalan.

Nah, apa saja kejanggalan yang terlihat? Penulis menemukan ada ketidak serasian antara mimik mulut dalam visual dengan suara di beberapa tempat namun ada keselarasan di tempat lain. Dalam video Al Manar yang berdurasi 29 detik ketidak singkronan itu bisa dilihat saat di awal, yakni saat suara yang muncul berbunyi, ”Qultu hadzal amsi, kuntu atamanna an akuna indallahi musawiyan liashbik…” (Aku telah mengatakan hal ini kemarin, aku telah mengharap bagi Allah sama dengan jari…) Namun begitu masuk ke kata selanjutnya, ”Hasan Nashrallah” ada kesinkronan antara suara dan mimik, di mana obyek terlihat mengangguk.

Ketidak sinkronan kembali mencolok terlihat setelah bunyi,”…mimma dharaba bihi ashabu Rasulillah Shallallahu Alaihi Wasallam.” (…dari apa-apa yang digunakan dengannya untuk menembak oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam …) Di mana ketika suara sudah terhenti, mimik obyek dalam video masih menunjukkan sedang berbicara. Bahkan ini juga terlihat jelas dalam video Wishal, meski kualitas ketajamannya gambarnya di bawah video aslinya, perhatikan di 00:47.

Memang bisa saja karena masalah teknis kadang suara terlambat atau mendahului video hingga terjadi ketidak sinkronan antara audio dan visual. Namun dalam kasus yang demikian itu ketidak singkronan akan terus konsisten, jika suara di depan maka ia terus di depan, jika suara di belakang maka ia terus di belakang. Nah, yang terjadi dalam video ini, ada kesinkronan, yakni saat penyebutan “Hasan Nashrallah”, namun dalam beberapa kalimat lainnya ada ketidaksinkronan.

Penulis tidak hendak menuduh pihak manapun telah melakukan editing atau rekayasa dalam video ini. Namun penulis menyampaikan bahwa video ini, sejak dari asalnya, yakni kanal Al Manar sudah bermasalah.Bersambung…

Penulis pemerhati dunia Islam dan pernah berpengalaman dalam penerjemahan film dokumenter Timur Tengah 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Buthyal manarcanal wishaljari-jarisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penjajah Zionis Sudah Sita Kunci-kunci Gerbang Maghribi
Tulisan selanjutnya Tokoh Al-Ikhwan Mesir Nafikan Penyusupan Syiah Lewat Pariwisata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’

Berita
29 Agustus 2026 19:05
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?