Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

KNPI Kecele Ditinggal Pigai, dan Sumringah Permadi Arya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Februari 2021 08:49 8:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Februari 2021 08:00
Bagikan
Permadi Arya alias Abu Janda | Natalius Pigai
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Permadi Arya, yang biasa dikenal dengan panggilan Abu Janda, boleh sumringah sejenak. Senin kemarin, ia dipertemukan Sufmi Dasco Ahmad, punggawa Partai Gerindra, dengan Natalius Pigai.

Permadi Arya memang seperti cacing kepanasan, bersafari menemui tokoh-tokoh. Menerangkan bahwa ia tidak bermaksud melakukan ujaran rasisme dengan menyebut Pigai dengan nada bertanya, apakah evolusi sudah selesai?

Juga ia menemui tokoh-tokoh agama Islam yang dipilihnya, yang sekiranya mau memaafkan, bahwa apa yang dikatakan dengan menanggapi Ustad Tengku Zulkarnain, itu bukanlah dimaksudkan mengolok/merendahkan Islam sebagai agama arogan.

Permadi Arya sedang dijerat dengan dua kasus itu. Rasisme pada Pigai, dan penodaaan agama. Dengan bersafari itu, ia ingin menunjukkan keseriusan, bahwa apa yang disampaikan itu, bukanlah SARA. Itu pesan opini yang ingin dibangunnya.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Adalah Haris Pertama, ketua KNPI sebagai pihak yang melaporkan dua kasus itu pada Bareskrim. Pemanggilan sebagai saksi terhadap Permadi Arya sudah dilakukan untuk dua kasus itu. Karena hanya sebagai saksi, maka ia tidak ditahan.

Baca: Saktinya Permadi Arya, Jengahnya Susi, dan Janji Kapolri

Karenanya, ia bisa bersafari menemui para pihak untuk membersihkan namanya. Lalu, Senin (8/2/2021), beredar dua fotonya, yang dipublish Pak Dasco, tentu dengan bangga karena mampu mempertemukan dua orang itu.

Muncul pernyataan Pigai bak “orang suci”, yang tidak mempermasalahkan ucapan Permadi Arya itu. Makanya bukan ia yang melaporkannya. Katanya, “Tolong jagain, dia orang yang baik, tak ada delik hukum.”

Tidak masalah dan tidak ada yang salah dengan apa yang diucapkan Pigai itu. Biasa saja. Tapi jika ada yang lalu mengatakan tentang Pigai yang dibela itu, meski ia tidak meminta, tidak tahu diri dan sok bijak. Itu pun pendapat yang tidak salah.

KNPI “membelanya” tentu tidak ada pamrih untuk disebut hebat dan perduli. Sikap KNPI itu adalah konsen manusia beradab untuk memerangi rasisme. Maka KNPI mewakili perasaan itu.

Sikap Pigai, Senin kemarin, yang “bermesraan” dengan Permadi Arya, itu sekali lagi, bukan sikap bijak. Dan seolah “meninggalkan” KNPI sebagai institusi, yang membawa kasus rasisme itu ke ranah hukum.

Baca: Permadi Arya Itu Sakti, Mustahil Tersentuh Hukum

Apalagi Pigai pakai memvonis dengan pembelaan, bahwa kasus rasisme yang dilakukan Permadi Arya, itu tidak bisa dijerat hukum. Kata orang Jawa, iki menungso ga iso dibelo.

Dan KNPI seperti kecele dengan langkahnya itu, meski tidak ada yang salah dengan langkahnya, dan justru menuai pujian. Setidaknya KNPI tengah terbangun dari lelap tidur panjangnya. Terjaga lalu melakukan langkah mulia.

Meski Permadi Arya sudah guyub dengan Pigai, tapi tentu kasus itu tidak boleh berhenti disitu. Kasus itu seharusnya diuji dan diputus di pengadilan.

Permadi Arya sejak awal sudah diprediksi sulit dijerat hukum. Justru itu kata Pigai sendiri, karena ia dilindungi kakak pembina. Siapa nama kakak pembina itu, tidak sampai namanya ia ungkap. Mungkin Pigai cuma ngigau tentang kakak pembina itu.

Penodaan Agama

Tinggalkan saja kasus rasisme tentang evolusi manusia yang debatable. Meski orang bisa simpulkan apa yang disampaikan Permadi Arya dalam Twitternya yang ditujukan pada Pigai, itu mengacu pada teori evolusi dari Charles Darwin.

Permadi Arya tentu bukan belut, meski licin. Ia pun secara harkat tidak sehebat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saat itu Gubernur DKI Jakarta, pun saat melakukan perbuatan penodaan atas agama, ia pun diproses dan masuk penjara.

Jadi kita lihat saja kasus Permadi Arya, soal penodaan agama, apa bisa juga sampai ia ditetapkan sebagai tersangka, lalu dibawa ke pengadilan. Kita tagih janji Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang menyatakan akan menjadikan hukum tidak hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.

Baca: FB Hapus Akun Abu Janda, #PermadiAryaBosSaracen membahana

Berikut perlu diungkap utuh apa yang ditulis Permadi Arya lewat Twitternya, Senin (25/1/2021), “Islam memang agama pendatang dari Arab, Agama Asli Imdonesia itu Sunda Wiwitan, Kaharingan dll. Dan memang arogan, mengharamkan tradisi asli, ritual orang dibubarkan, pake kebaya murtad, wayang kulit diharamkan. Kalau tidak mau disebut arogan, jangan injak2 kearifan lokal.”

Habiburokhman, punggawa Partai Gerindra lainnya, menyebut apa yang dicuitkan Permadi Arya itu lebih parah dari kasus Ahok yang lalu.

“Saya rasa ini lebih parah dari kasus Ahok tempo hari. Saya percaya Polri akan profesional memproses kasus ini,” kata pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), yang saat lalu juga melaporkan kasus Ahok itu.

Kita lihat dan uji “kesaktian” Permadi Arya itu sampai di mana. Publik sedang menanti episode lanjutan dari kasusnya itu, berhenti atau lanjut ke pengadilan. Biar itu nanti jadi catatan dalam sejarah hukum dan keadilan di negeri ini. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu JandaEvolusiKNPINatalius Pigaipenistaan agamaPermadi Aryarasisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antusias Para Mahasiswi Al-Azhar Hafalkan Matan Fikih Syafi’i
Tulisan selanjutnya Muslim Inggris Desak PBB Hentikan Praktik Kremasi Paksa Sri Lanka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?