Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penjualan Klub Sepak Bola Rasis ‘Israel’ Beitar Jerusalem ke UEA Dibekukan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Februari 2021 17:08 5:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Februari 2021 17:08
Bagikan
Pemilik Beitar Jerusalem Moshe Hogeg, kiri, berfoto bersama Hamad Bin Khalifa Al Nahyan, anggota keluarga penguasa Abu Dhabi (Foto)
Bagikan

Hidayatullah.com–Asosiasi Sepak Bola ‘‘Israel’’ pada Kamis (11/02/2021) membekukan penjualan 50 persen saham Beitar Jerusalem kepada pengusaha UEA dan kerajaan Hamad bin Khalifa Al Nahyan. Hal itu membuat masa depan klub sepak bola yang terkenal rasis dengan berbagai slogan ‘anti-Arab’ tersebut diragukan, lapor Middle East Eye.

Pada bulan Desember, kerajaan Emirat setuju untuk membeli setengah klub seharga 300 juta shekel (hampir 92 juta AS Dolar) dari Moshe Hogeg, CEO Beitar Jerusalem. Namun, bulan lalu pengalihan hak kepemilikan ke Hamad bin Khalifa menemui hambatan, ketika Asosiasi Sepak Bola ‘‘Israel’’ membuka penyelidikan atas kesepakatan itu dan mengajukan pertanyaan tentang “kesenjangan yang signifikan” dalam situasi keuangan Emirat.

Asosiasi Sepak Bola mengatakan pada hari Kamis bahwa Beitar Jerusalem telah menarik permintaannya untuk mentransfer 50 persen saham ke Hamad bin Khalifa dan bahwa Hogeg tetap menjadi pemilik tunggal Beitar – tetapi dapat mengajukan aplikasi baru di masa depan, situs berita Mako melaporkan.

Baca: Fanatik Sepak Bola ‘Israel’ Memberontak atas Kemitraan Klub Beitar dengan Uni Emirat Arab

Tiga pekan lalu, Beitar sudah mendapat perpanjangan penyerahan dokumen yang hilang dalam lamarannya yang habis masa berlakunya pada Ahad. Pada bulan Januari, media olahraga ‘‘Israel’’ melaporkan bahwa Hamad bin Khalifa gagal memberikan sertifikat asli dari polisi Dubai yang membuktikan bahwa ia memiliki catatan kriminal yang jelas. Sebagai gantinya, kerajaan menyerahkan salinan paspor diplomatiknya bersama pernyataan tertulis dengan tanda tangannya yang menyatakan bahwa dia tidak memiliki catatan kriminal, situs berita olahraga Ibrani One melaporkan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut surat kabar bisnis The Marker, Asosiasi Sepak Bola ‘‘Israel’’ mengatakan kekayaan yang dinyatakan Hamad bin Khalifa adalah 1,6 miliar AS Dolar, tetapi sekitar 1,5 miliar AS Dolar itu merupakan obligasi non-tradeable yang terkait dengan pemerintah Venezuela. Negara Amerika Selatan berada di bawah sanksi AS dan memiliki ekonomi yang runtuh.

Obligasi Hamad bin Khalifa yang tidak dapat diperdagangkan dianggap tidak berguna, menurut Megiddo, sebuah perusahaan intelijen keuangan yang disewa oleh Asosiasi Sepak Bola. The Marker juga melaporkan bahwa aset Hamad bin Khalifa, beberapa di antaranya berada di Lebanon, Abu Dhabi dan Dubai, pada kenyataannya memiliki nilai yang lebih rendah daripada yang dinyatakan di buku.

Baca: Kerajaan UEA Membeli Setengah dari Klub Sepak Bola ‘Israel’ ‘Anti-Arab’ Beitar Jerusalem

Hogeg mengkritik Asosiasi Sepakbola, menuduhnya “menyabotase” kesepakatan dengan bin Khalifa dan merugikan klub dengan “merekrut sebuah perusahaan investigasi dan membocorkan informasi yang bias dan menyesatkan atas namanya”.

Pernikahan antara Beitar Jerusalem dan seorang bangsawan Emirat selalu terasa aneh. Penggemar Beitar Jerusalem terkenal dengan nyanyian rasis terhadap orang Palestina, Arab, dan Muslim.

Ini adalah satu-satunya klub di Liga Premier ‘‘Israel’’ yang tidak pernah memiliki pemain dari komunitas Palestina di ‘‘Israel’’, yang terdiri dari 20 persen populasi negara itu.  Meskipun sebagian pendukung klub menyambut baik kesepakatan itu, berharap itu akan menghidupkan kembali nasib buruk Beitar, yang lain melakukan protes yang menyerukan agar pengambilalihan Emirat dibatalkan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Beitar Jerusalemisraelrasissepak bolaUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya solusi dua negara Penelitian Baru Temukan Peningkatan Anti-Zionisme di Kalangan Universitas Amerika
Tulisan selanjutnya Jadilah Generasi Tahan Uji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?