Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Almajnun Haqqul Majnun, Gila yang Sebenarnya  

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Februari 2021 10:28 10:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Februari 2021 10:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DISEBUTKAN dalam salah satu riwayat, suatu hari Rasulullah ﷺ  melewati sekelompok orang yang sedang berkerumun, dan beliau bertanya kepada mereka; karena hal apa kalian berkumpul disini?. Para sahabat pun menjawab. Wahai Rasulullah ﷺ, kami berkumpul disini karena ada orang gila yang sedang mengamuk.

Melihat kejadian tersebut, dan setelah mendengarkan penjelasan dari para sahabatnya, beliau (rasulullah ﷺ ) bersabda;

Orang ini bukan gila, tapi Ia sedang mendapati sebuah musibah. Tahukah kalian siapakah orang gila yang sebenar-benarnya gila (almajnun haqqul majnun)?

Para sahabat kemudian menjawab; Tidak ya rasulullah! Lalu beliau (Rasulullah ﷺ ) menjelaskan bahwa; Orang gila, ialah orang yang berjalan dengan sombong, yang memandang kepada setiap orang dengan pandangan merendahkan, yang membusungkan dada, lalu berharap Allah memberinya Surga, padahal ia selalu berbuat maksiat kepada-Nya.

Yang atas kejelekannya itu pula membuat orang merasa tidak aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya. Adapun orang ini, dia sedang mendapati musibah yang kini tengah menimpanya (mubtala). “Mubtala atau gila, penyakit yang menutupi atau mengganggu akal, sehingga akalnya tidak mampu menangkap suatu objek dengan benar, serta kebingungan dan kekacauan pikiran.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Baca: Kesombongan dan Anarki dalam Kekuasaan

Majnun atau orang gila, kata ini berasal dari kata Junnat, yang artinya adalah menutupi. Dia masih mempunyai akal, tetapi akalnya tidak dapat menerangi prilakunya. Akalnya sudah dikuasai oleh hawa nafsunya. Dalam pengertian ini, Rasulullah ﷺ  menyebut orang seperti itu dengan takkabur sebagai haqqul majnun.

Adapun orang yang oleh sahabat sedang ditemui dalam kerumunan tersebut di atas tadi, oleh Nabi ﷺ, kita dianjurkan atau bahkan diperintahkan sebagai orang yang patut untuk dibantu, karena orang seperti dia bukan majnun alias gila, akan tetapi mubtala.  atau orang yang sedang tertimpa musibah.

Kita harus meringankan deritanya, dan memberikannya jalan keluar dari bala yang sedang mengenainya. Orang yang terkena bala haruslah didekati, sedangkan orang gila harus dijauhi.

Gila yang menurut Nabi ﷺ, ciri utamanya adalah berperangai takabur. Ia merasa dirinya merasa besar dan selalu merendahkan orang lain. Mereka orang-orang takabur itu lupa, bahwa dirinya hanyalah mahluk yang awalnya berasal nuthfah (sperma) dan akan berakhir menjadi jiifah (bangkai).

Karena sifat sombong itu ia menjadi gila, dan akalnya akan tertutup. Takabur dapat mengubah kedudukan, keturunan dan kekayaan menjadi tirai baja yang menutup jatidirinya.

Baca: Terapi Menyembuhkan Sifat Takabur

Rasulullah ﷺ berkata kepada Ibnu Mas’ud.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda;

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk Surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji debu.” (HR:  Muslim).

Takabur, jikalau anda enggan untuk menerima kebenaran, karena yang menyampaikan kebenaran itu datangnya dari rakyat kecil, orang miskin, bawahan atau pegawai. Demikian pula apabila seseorang tidak pernah mau mendengarkan nasihat yang datangnya dari anak atau istri, karena dianggap lebih rendah dari kedudukannya.

Begitu pula jika anda merasa berkuasa atau sebagai penguasa, yang tidak segan untuk “menggebuki” seseorang yang tidak disukainya. Sikap yang demikian itulah sebagai diagnosa awal terhadap diri sendiri dan para penguasa yang terindikasi memiliki penyakit takabur! Ada satu saja diantara gejala demikian, maka itu adalah pertanda seseorang telah menjadi orang yang benar-benar gila, gila yang sebenarnya seperti yang dikatakan oleh Rasulullah ﷺ , yaitu almajnun haqqul majnun. (Wallahu’alam bishowwab).*/Abdullah Abubakar Batarfie, anggota Pengurus LSBPI MUI Pusat 2020-2025

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gilakekuasaanMajnunsombongtakabur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Alasan Mengapa Perempuan Muslim Berjuang Agar Suara Mereka Didengar
Tulisan selanjutnya Hari ini Wapres Ma’ruf Amin Disuntik Vaksin Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?