Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Anies, Tito dan Negeri Prasangka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Maret 2021 07:30 7:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2021 07:00
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, sulit dibendung untuk tidak diakui prestasinya. Maka prestasi demi prestasi Anies dan Pemprov DKI didapatnya.

Prestasi berupa penghargaan adalah hal biasa. Itu bagian dari apresiasi lembaga apa pun itu, yang merasa terbantukan, lalu penghargaan diberikan.

Hampir semua lembaga pemerintahan/departemen, ataupun lembaga swasta, semacam beramai-ramai sahut menyahut memberi apresiasi penghargaan pada Anies atau pada Pemprov DKI.

Mengapa demikian, mengapa seolah hanya Anies dan Pemprov DKI saja yang diganjar penghargaan demi penghargaan, itu yang muncul dibenak mereka yang tidak mampu melihat kerja Anies dan Pemprov DKI secara obyektif dan apa adanya.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Anies tidak bekerja pada lini tertentu, tapi semua lini dikerjakan sesuai dengan prioritasnya. Maka pada akhirnya yang terlihat adalah  hasil apa yang dikerjakannya. Lalu wajar saja jika lalu diganjar dengan penghargaan demi penghargaan.

Jika melihat Anies pada ujungnya, itu pada saat penghargaan didapatnya, maka prasangka yang lalu muncul dengan nada negatif. Itulah yang menyebabkan Pak Tejo lalu usil pada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Siapa Pak Tejo itu? Ia bukan nama orang, tapi singkatan sebuah relawan yang bekerja untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Itu singkatan dari Pasukan Tetap Joko Widodo, disingkat Pak Tejo.

Entah berapa banyak kelompok relawan yang “bekerja” untuk Presiden Jokowi. Tentu awalnya hanya relawan yang bekerja mengusung Jokowi dalam Pilpres. Setelah Presiden terpilih, maka semestinya tugas mereka pun ikut selesai, atau dibubarkan.

Tapi kelompok relawan yang entah berapa banyak jumlahnya itu keasyikan, dan tak hendak membubarkan diri. Lanjut kerja sebagai “penjaga” Presiden Jokowi, bahkan ada yang lalu merangkap sebagai buzzer. Maka siapa saja yang coba mengkritik kebijakan rezim, maka mereka akan “menggonggong” keras.

Banyak yang lalu seolah berperan sebagai “juru bicara” amatir rezim. Muncul di televisi seolah tokoh yang patut diperhitungkan. Berdebat dengan pakar yang tentu tidak seimbang, dan yang muncul perdebatan ngasal bicara dengan logat emosional. Jadi tontonan tidak menarik, yang tidak pantas ditampilkan.

Tito pun Disengatnya

Pada akhir Desember 2020, Pemprov DKI meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sebagai provinsi terinovatif.

Penghargaan yang memang seharusnya diberikan. Dan sejujurnya di tangan Gubernur Anies Baswedan, inovasi pembangunan, tidak saja pada sarana fisik semata, tapi juga inovasi memanjakan kemudahan berbagai aspek untuk warganya.

Dan, awal Maret 2021 ini, lagi Kemendagri memberikan penghargaan Karya Bakti Peduli Satpol PP kepada Pemprov DKI.

Apresiasi Mendagri Tito Karnavian pada kepala daerah yang memberi dukungan penuh dalam peningkatan peran, tanggung jawab serta peningkatan tugas dan fungsi Satpol PP di daerah.

Dalam hitungan bulan, dua penghargaan dari Kemendagri diberikan pada Pemprov DKI. Itulah yang membuat relawan Pak Tejo jingkrak-jingkrak lalu muncul prasangka menyerang Pak Tito. Aneh.

Pak Tito itu pembantu Presiden Jokowi, kok lalu “diserang” dan diprasangkai buruk. Pak Tito itu lebih dekat pada Pak Jokowi, ketimbang Pak Tejo dan berjibun relawan lainnya. Dan Pak Anies pun bekerja untuk warga Jakarta secara baik, dan itu juga mengangkat nama Pak Jokowi langsung maupun tidak langsung.

Prasangka buruk yang dilempar Pak Tejo, lewat ketuanya Tigor Doris Sitorus, itu mengada-ada. Mungkin berharap tidak ada lagi penghargaan dari Kemendagri untuk Pak Anies atau Pemprov DKI. Ini bisa jadi semacam serangan psikologis buat Pak Tito, dan pada kementerian lainnya agar berpikir jika akan memberi penghargaan, itu jika tidak ingin digebuk.

Kata Tigor, Pak Anies adalah tokoh yang dilirik Tito, karena popularitas tinggi untuk Pilpres akan datang. Pada semua lembaga survei, Anies ada di posisi tiga besar. Karenanya, Pak Tito berharap bisa dilirik sebagai Cawapresnya.

“Ada dugaan Tito sedang mengalami turbulensi popularitas, sehingga menebeng melalui Anies Baswedan. Jadi semacam pansos (panjat sosial) begitu,” tuduh Tigor, Senin (8/3).

Di negeri prasangka ini, hal-hal biasa dan sewajarnya, menjadi tidak wajar jika itu menyangkut Anies Baswedan. Penilaian obyektif para pejabat yang lalu mengapresisasi kerja Anies dan Pemprov DKI, lalu dikoreksi dengan prasangka buruk (prejudice).

Sabar saja ya Pak Tito, teruslah bersikap obyektif. Negeri ini memang tengah sakit, bahkan sakit yang dipelihara, dan lalu coba menyeret orang lain untuk juga ikut-ikutan sakit. Duh Gusti… (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanGubernur DKI Anies Baswedan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Murid perempuan nigeria Masalah Hijab di Sekolah yang Dibangun Misionaris Kristen Belum Usai, 10 Sekolah Masih Ditutup Otoritas Kwara Nigeria
Tulisan selanjutnya Visa larangan muslim AS Mengatakan Pemohon Visa yang Ditolak oleh ‘Larangan Muslim’ Trump Dapat Mengajukan Permohonan Kembali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?