Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Houthi Mengatakan Tidak Ada Gencatan Senjata di Yaman kecuali Blokade Dicabut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Maret 2021 09:57 9:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Maret 2021 09:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Blokade Yaman yang dipimpin Saudi harus dicabut sebelum kesepakatan gencatan senjata dapat dicapai. Hal itu diungkapkan oleh seorang juru bicara pemberontak Houthi di tengah seruan PBB untuk segera menghentikan pertempuran, lapor The New Arab.

Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah terkunci dalam perebutan kekuasaan sejak 2014, ketika pemberontak menguasai ibu kota Sanaa.

Koalisi militer yang dipimpin Saudi melakukan intervensi pada 2015, memberlakukan blokade laut dan udara untuk mencegah penyelundupan senjata ke pemberontak dari Iran.

Teheran membantah telah memasok senjata Houthi.

Baik Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa blokade telah membatasi aliran bantuan dan barang-barang penting, membahayakan jutaan orang yang bergantung pada impor tersebut untuk bertahan hidup.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sisi kemanusiaan harus dipisahkan dari militer,” kata juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam dalam wawancara yang disiarkan di Al Jazeera, Rabu (17/03/2021).

“Kami diminta gencatan senjata yang komprehensif … tapi tahap pertama adalah membuka pelabuhan laut dan bandara, kemudian menuju proses gencatan senjata strategis, yaitu menghentikan serangan, misil, dan drone. Saat pelabuhan laut dan bandara dibuka, kami siap bernegosiasi.”

Awal bulan ini, PBB memperbarui seruannya untuk gencatan senjata nasional dan solusi politik untuk konflik tersebut, sementara tidak mengatakan apa-apa tentang blokade Yaman.

Namun, Abdulsalam menggarisbawahi bahwa bagi Houthi, satu-satunya jalan menuju hal itu adalah dengan mencabut blokade yang diikuti dengan gencatan senjata dan kemudian “persiapan untuk diskusi dan kemudian [akhirnya] berdialog”.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Pemberontak Houthi Yaman

Amerika Serikat meningkatkan dorongan baru untuk mengakhiri konflik, dan telah menarik dukungan untuk serangan koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Sumber mengatakan kepada AFP bahwa utusan AS Tim Lenderking bertemu langsung dengan Houthi di Oman bulan lalu.

Sementara Abdulsalam membantah “pertemuan langsung” baru-baru ini dengan para pejabat AS, ia mengatakan ada saluran komunikasi dan bahwa Houthi “tidak punya masalah” untuk duduk dengan Amerika.

“Kami menerima pesan melalui Oman,” yang telah memainkan peran mediasi dalam konflik, katanya, seraya menambahkan bahwa tidak ada “rencana baru” yang disajikan.

Namun, Houthi telah “menerima ide-ide baru dalam beberapa hari terakhir dan menyampaikan pernyataan kami”, tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Abdulsalam mengatakan ada juga “saluran komunikasi antara kami dan Arab Saudi, tetapi frekuensinya meningkat dan melemah tergantung pada situasi politik dan militer”.

Sejak bulan lalu, Houthi telah mendesak untuk merebut benteng terakhir pemerintah di utara Marib, ibu kota wilayah kaya minyak yang menampung setidaknya satu juta orang terlantar.

“Marib adalah wilayah militer tempat para penyerang beroperasi dan di mana terdapat pasukan asing,” ungkap Abdulsalam, menambahkan: “Ada kemajuan yang dibuat untuk mengusir pasukan asing, dan ini mengkhawatirkan masyarakat internasional.”

PBB, yang mengatakan Yaman menghadapi krisis kemanusiaan terburuk di dunia, memperingatkan bulan lalu tentang konsekuensi bencana bagi warga sipil jika perjuangan untuk Marib terus berlanjut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Blokade YamanKesepakatan Genjatan SenjataPasukan Koalisi Arab SaudiPemberontak Houthi Syiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengalaman Anak Cak Nun (Emha) Menjadi Atheis
Tulisan selanjutnya Umrah arab Saudi Arab Saudi Izinkan Jama’ah Domestik yang Berusia hingga 70 untuk Menunaikan Umrah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?