Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Gerakan Jihad Ekonomi di Masa Perang Salib

Bambang S
Terakhir diupdate: 23 Maret 2021 12:47 12:47 pm
Bambang S
Dipublikasikan 23 Maret 2021 12:47
Bagikan
Bagikan

Ekonomi yang kuat akan memberi daya dukung kepada kekuatan militer dan lain-lain

Hidayatullah.com–Ketika itu aktivitas perdagangan di dunia Islam berkembang begitu pesat. Salah satu penyebabnya, wilayah Muslim berada di posisi yang strategis. Yakni merupakan pertemuan antara tiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Dengan demikian, jalur perdagangan dunia, baik darat maupun laut, akan melintasi wilayah tersebut.

Di samping itu, ajaran Islam sendiri memang memotivasi para pemeluknya untuk melakukan aktivitas perdagangan dengan memegang teguh kejujuran. Rasulullah SAW bersabda, “Pedagang yang amanah dan jujur, bersama para nabi, orang-orang jujur dan syuhada.” (Riwayat at-Tirmidzi, dan ia menghasankannya).

Para penguasa Muslim merespons dengan baik aktivitas perdagangan tersebut. Misalnya dengan memberikan banyak fasilitas, termasuk pembangunan jalan-jalan, penjagaan atau keamanan, serta fasilitas untuk kegiatan jual-beli. Hal itu terus dilakukan hingga di masa berkecamuknya perang Salib di wilayah Syam dan Mesir.

 Ekonomi Pendukung Jihad

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Di masa pemerintahan Dinasti al-Ayyubiyah, telah dilakukan kesepakatan perdagangan dengan pihak Frank (sebutan untuk pemerintahan Salib). Yakni menjamin keamanan para pedagang Eropa yang melakukan aktivitas perdagangan di Mesir maupun di Syam. (Shubh al-A’sya, 15/41).

Pahlawan legendaris, Shalahuddin al-Ayyubi, beserta para penguasa setelahnya telah membangun jaringan khan (pasar) di Mesir dan Syam. Tujuannya adalah untuk mempermudah aktivitas para pedagang Muslim dan Eropa. Juga dibangun menara-menara penjagaan. Hal itu dilakukan dalam rangka menarik minat para pedagang untuk melakukan aktivitas jual-beli di negeri-negeri Muslim. (ar-Rihlah Ibnu Jubair, hal 280).

Shalahuddin juga melihat pentingnya menjalin hubungan dengan beberapa kota perdagangan Italia seperti Venezia, Genoa, dan Pisa. Hubungan itu dimaksudkan agar mereka mendatangi wilayah Mesir.

Dalam hal ini, Shalahuddin pernah mengirim surat kepada Khalifah al-Mustadhi’ di Baghdad mengenai hubungan dagang dengan kota-kota tersebut:

“Di antara mereka tidak lain hanyalah untuk membawa ke negeri kita alat-alat perang mereka, dan mereka menghampiri kita dengan produksi mereka dan produksi negeri mereka. Dengan mereka, aku telah memutuskan untuk menjalin hubungan, dan aku telah membuat untuk mereka peraturan yang sesuai dengan keinginan kita dan mereka sama sekali tidak memberikan pengaruh.” (ar-Raudhatain fi Akhbar ad-Daulatain, 1/243).

Shalahuddin memutuskan untuk mengambil langkah itu dalam rangka mencapai dua target. Pertama, untuk mendapatkan pemasukan bagi Mesir dan Syam. Kedua, dengan aktifnya kegiatan ekonomi para pedagang Eropa di wilayah Muslim, maka hal itu akan melemahkan kegiatan perdagangan di Eropa. (al-Bahr al-Ahmar fi al-Ashr al-Ayyubi, hal 105-124).

 Perdagangan dengan pihak Eropa juga memiliki dampak langsung terhadap kekuatan militer. Abu Thahir bin Auf, seorang ulama Mazhab Maliki, telah mengusulkan kepada Shalahuddin untuk membebankan pajak kepada pedagang Eropa di Iskandariyah. Hasilnya diperuntukkan kepada fuqaha yang melakukan ribath di wilayah tersebut. (ad-Dibaj al-Mazhab fi Ma’rifati A’yan Ulama’ al-Mazhab, 1/51).

Kucilkan Penguasa Salib

Pengaruh perjanjian perdagangan antara pihak Muslim dengan para pedagang Eropa memberi keuntungan besar secara strategis kepada pihak Muslim. Itulah sebabnya, pihak gereja mengeluarkan larangan kepada para pemeluk Nasrani untuk melakukan kegiatan perdagangan, terutama untuk para pedagang Venezia. (ad-Diplumasiyah al-Islamiyah, hal 201).

Pasca kekuasaan Dinasti al-Ayyubiyah, muncullah Dinasti Mamalik. Di masa ini, Dhahir Baibars selaku penguasa menjalin perjanjian perdagangan dengan Kerajaan Aragon yang berpusat di Barcelona. (Muhadharat fi Tarikh al-Islami wa al-Hadharah al-Islamiyah, hal 99).

Hal yang sama dilakukan oleh Sultan al-Manshur Qalawun, pengganti Dhahir. Ia melakukan perjanjian dengan pihak Bizantium. Kedua belah pihak tidak akan mengganggu aktivitas para pedagang dan memberikan kemudahan untuk mereka saat melalui wilayah masing-masing. (Subh al-A’sya, 14/75-78).

Sultan al-Manshur memperlakukan para pedagang yang melakukan aktivitas di wilayahnya dengan baik. Para pedagang itu berasal dari kalangan Muslim maupun Eropa.

Pada tahun 678 H, al-Manshur mengirim perintah kepada Jamaluddin bin Bishashah selaku pengawas perbatasan Iskandariyah, agar melakukan usaha maksimal dalam mendapatkan pemasukan dari para pedagang, untuk menarik zakat dari mereka. Pemerintah juga menyediakan gudang penyimpanan yang layak dan memperlakukan para pedagang yang datang dengan adil. (Shubh al-A’sya, 11/40-42).

Pengganti al-Manshur adalah al-Asyraf al-Khalil. Penguasa yang satu ini juga melakukan perjanjian dengan Aragon. Kedua pihak saling memberikan perlindungan dan menggalakkan aktivitas perdagangan. (Shubh al-A’sya, 14/23-70).

Dengan perjanjian perdagangan antara pihak Mamalik dan Eropa, maka kekuasaan Salib di Syam terkucilkan. Sebagaimana diketahui bahwa al-Asyraf al-Khalil adalah penguasa Muslim yang berhasil merebut Akka, kota terakhir bagi kekuasaan Salib di Syam.*

Tonton video Pengalaman Anak Cak Nun (Emha) Menjadi Atheis

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jihad ekonomiperang ekonomiPerang Salib
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel membatalkan pemungutan suara Fatah: ‘Israel’ Berusaha untuk Membatalkan Pemungutan Suara Palestina
Tulisan selanjutnya sidang-habib-rizieq PN Jaktim Kembali Gelar Sidang HRS dengan Agenda Pembacaan Eksepsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?