Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ratusan Ribu Pekerja Sektor Migas Kanada Terancam Kehilangan Pekerjaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 April 2021 16:56 4:56 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 April 2021 16:56
Bagikan
[Ilustrasi] Kilang Minyak Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah.
Bagikan

Hidayatullah.com—Tiga perempat pekerja sektor minyak dan gas (migas) Kanada – 450.000 orang – terancam kehilangan pekerjaan sebelum tahun 2050.

Ekstraksi dan distribusi minyak dan gas mencakup lebih dari seperempat emisi gas rumah kaca Kanada yang membuat Bumi semakin panas, sehingga menjadikannya target utama pemangkasan tenaga kerja ketika pemerintah mengalihkan penggunaan bahan bakar kepada sumber energi yang lebih bersih dan dapat diperbarui. Demikian menurut laporan yang dirilis TD Economics seperti dilansir Thomson Reuters Foundation Selasa (6/4/2021).

Kanada berkomitmen untuk mencapai nol emisi gas yang membuat Bumi semakin panas pada 2050, yang diupayakan melalui penanaman pohon dan penggunaan teknologi untuk menangkap dan menyimpan gas-gas tersebut.

Francis Fong, salah satu penulis laporan itu yang juga managing director TD Economics, mengatakan kenaikan penggunaan energi bersih akan menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Namun, pada saat yang sama banyak pekerja migas terutama di provinsi-provinsi Alberta, Saskatchewan, Newfoundland dan Labrador bisa kehilangan pekerjaan, seperti yang terjadi pada pekerja manual di era 1990-an.

Seiring dengan menurunnya sektor manufaktur Kanada, pekerjaan baru tercipta tetapi di lokasi berbeda dan membutuhkan keterampilan yang berbeda pula, kata laporan itu yang diberi judul “Don’t Let History Repeat”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dogma ekonomi kala itu (1990-an) berasumsi bahwa pasar tenaga kerja akan menyesuaikan diri dan bahwa orang akan menemukan tempat mereka yang baru secara alamiah dalam ekonomi di masa depan – yang ternyata [asumsi] itu tidak terjadi,” kata Fong kepada Thomson Reuters Foundation.

Dampak dari transisi energi fosil ke energi yang bersih dan terbarukan akan dirasakan paling keras di komunitas-komunitas kecil yang sangat bersandar pada sektor migas, seperti Fort McMurray dan Cold Lake di Alberta, di mana pekerja sektor itu mencakup 25-30 persen dari total pekerjaan yang ada, bandingkan dengan tingkat nasional yang mencapai 1,5%.

TD Economics merekomendasikan infrastruktur energi bersih Kanada hendaknya difokuskan pada komunitas-komunitas seperti itu, dan menyeru agar pemerintah memberikan dukungan kepada pekerja sektor energi migas tersebut supaya transisi bidang pekerjaan mereka berjalan mulus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:emisi gaskanadamigas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sambut Ramadhan, IMS dan Baznas Jakarta Sambangi Lapas Salemba Beri Layanan Hapus Tato Gratis
Tulisan selanjutnya Pria California Mati Tersedak Saat Lomba Makan, Keluarganya Gugat Penyelenggara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh

Berita
15 Juni 2026 18:37
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Terbaru

  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?