Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim Rohingya Ingin Gulingkan Junta dan Kembali ke Myanmar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2021 08:45 8:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2021 08:45
Bagikan
genosida muslim rohingya
Bagikan

Hidayatullah.com–Aysar Rahman yang berusia tujuh puluh tahun adalah salah satu dari lebih dari 750.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar pada Agustus 2017. Saat di mana junta militer Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap Muslim Rohingya yang menyebabkan desa-desa dibakar, pembunuhan di luar proses hukum, dan pemerkosaan.

Meninggalkan rumah besar, peternakan sapi, dan properti lainnya, 8 anggota keluarganya telah hidup dalam kondisi yang buruk di Cox’s Bazar, Bangladesh, kamp pengungsi terbesar di dunia, yang menampung lebih dari satu juta Muhajirin Rohingya.

Dia telah menerima nasibnya untuk saat ini, tetapi optimis untuk kembali ke negara asalnya, di mana dia ditolak hak suara dan kewarganegaraannya, suatu hari nanti – dengan hak dan martabat.

Pondoknya adalah salah satu dari hampir 10.000 permukiman darurat yang terbakar dalam kebakaran 22 Maret di kamp. Dia, bagaimanapun, prihatin dengan situasi saat ini di Myanmar, di mana ratusan demonstran anti-kudeta telah terbunuh sejak pengambilalihan militer 1 Februari.

“Perhatian utama kami adalah pemulihan demokrasi di Myanmar, dan ingin kembali ke tanah air tercinta kami,” kata Rahman kepada Anadolu Agency. “Saya berharap gerakan pembangkangan sipil melawan junta militer akan membuahkan hasil.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan Tatmadaw – angkatan bersenjata Myanmar – sekali lagi telah terekspos ke hadapan dunia, dan umat Buddha, komunitas mayoritas di negara Asia Tenggara, telah berdemonstrasi menentangnya.

Para pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan di Myanmar selama lebih dari dua bulan melawan kudeta, dan penahanan Aung San Suu Kyi, mantan penasihat negara, dan pemimpin lain dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi, yang menang telak dalam pemilu November 2020.

Tanggapan aparat keamanan brutal dengan penembakan, pemukulan, penahanan, serta penggerebekan pada malam hari terhadap warga sipil.

“Kami ingin kembali ke tanah air kami di mana kami telah hidup selama beberapa generasi,” ungkap Lutu Begum, 65 tahun, kepada Anadolu Agency. “Ini adalah hak kami untuk kembali ke tanah leluhur kami.”

“Meskipun ada penindasan terhadap kami, mayoritas umat Buddha, termasuk Aung San Suu Kyi, tetap diam. Sekarang mereka juga menderita,” tambahnya.

Suu Kyi di Mahkamah Internasional pada 2019 membantah tuduhan bahwa militer telah melakukan genosida.

“Kami bermimpi untuk kembali ke tanah air kami dan hidup berdampingan dengan umat Buddha seperti yang kami lakukan di masa lalu sebelum berlakunya Undang-Undang Kewarganegaraan 1982,” ungkap seorang pemimpin Rohingya, yang baru-baru ini dipindahkan ke pulau terpencil Bhasan Char.

Tekanan internasional juga meningkat pada tentara Myanmar untuk memulihkan demokrasi dan memulangkan komunitas Muslim minoritas.

Sebuah pernyataan bersama oleh 137 badan hak asasi pada 24 Februari menuntut Dewan Keamanan PBB dan anggota PBB untuk melembagakan “embargo senjata global yang terkoordinasi” sebagai tanggapan atas kudeta tersebut.

“Kekhawatiran kami meningkat dengan pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung dan sejarah pelanggaran berat pasukan keamanan terhadap kritik damai pemerintahan militer, serta terhadap Rohingya dan kelompok etnis minoritas lainnya,” katanya.

Banyak negara barat, termasuk AS, Inggris, Kanada, Selandia Baru, juga telah memperluas sanksi yang ditargetkan terhadap junta militer Myanmar.

Bahkan Bangladesh telah mendesak masyarakat internasional untuk memberikan “tekanan yang berarti” pada Myanmar untuk mempercepat pemulangan Rohingya secara damai dan kondusif ke negara asalnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anadolu Agencyetnis Muslim RohingyaMuslim Rohingya Myanmar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Film Palestina The Present Film Palestina ‘The Present’ Memenangkan Penghargaan Film Pendek Terbaik
Tulisan selanjutnya Panduan Ibadah di Masjid Selama Pandemi Covid-19 Pemerintah DKI Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?