Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadhan, Jihad dan Kehormatan Al-Aqsha

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Mei 2021 21:19 9:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2021 21:06
Bagikan
PIN
Bagikan

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi  

Hidayatullah.com |Puasa Ramadhan identik dengan “jihad an-nafs” (jihad jiwa), sebagai muqaddimah atau pengantar kepada “al-jihād fī sabīlillāh” atau “qitāl”: angkat senjata melawan kezaliman kaum kafir. Itu sebabnya beberapa peperangan yang dilakoni Nabi Muhammad dan para Sahabat terjadi di bulan Ramadhan yang mulia. Karena kebersihan jiwa atau kemenanga “di dalam” berkaitan erat dengan kemenangan perang secara fisik (“kemenangan di luar”).

Diantara perang itu adalah Perang Badar, yang dengannya Allah membedakan mana haq (kaum Muslimin) dan mana batil (kaum kafir-musyrik). Maka disebutlah dengan istilah yaum al-furqān (hari pembeda). Perang ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan di tahun ke-3 Hijrah.

Selain Perang Badar, ada pula peristiwa hebat yang dikenal dengan ‘Fath Makkah’ (Pembebasan Kota Makkah), pada tanggal 10 Ramadhan, tahun ke-8 Hijrah. Disamping ada Perang Tabuk yang terjadi pada tahun ke-9 Hijrah, juga di bulan Ramadhan.

Melihat beberapa peristiwa penting itu, maka Ramadhan sejatinya identik dengan bulan jihad dan perjuangan. Ia bukan bulan kemalasan dan kelemahan. Maka sangat keliru jika ada yang berpandangan bahwa puasa Ramadhan disebut sebagai bulan yang bertentangan dengan nilai-nilai jihad dan perjuangan umat Islam.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Apalagi jika Ramadhan dituduh sebagai “biang-kerok” hilangnya produktifitas seorang Muslim. Padahal Rasulullah dan para Sahabat beliau telah memberikan contoh bahwa Ramadhan adalah bulan Jihad, bulan perjuangan dan bulan kemenangan.

Bahkan, ikrar kemerdekaan di neger ini, Indonesia, dilakukan pada tanggal 17 Ramadhan, tepatnya pada tahun 1945. Dan ini adalah tanggal dan bulan pilihan ulama dan mujahid Islam di Indonesia.

Tentang al-Aqsha

Jika kita lihat apa yang dialami oleh al-Masjid al-Aqsha di bulan Ramadhan tahun ini (1442 H), maka perih rasanya batin ini. Menjerit jiwa ini. Tapi tulang seakan kaku dan lidah serasa kelu.

Kondisinya sangat memilukan. Dimana masjid kedua (setelah al-Masjid al-Haram di Mekah) sekaligus kiblat pertama umat Islam dilecehkan oleh kaum Yahudi-Zionis. Umat Islam yang sedang melalukan shalat ditembaki. Sungguh biadab kelakuan kaum zionis itu.

Apa yang terjadi di malam ke-25 Ramadhan dan malam-malam berikutnya sejatinya tengah menghinakan kesucian ‘Bumi Mikraj’ Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Namun yang lebih menyedihkan, para pemimpin dunia Islam sepertinya tak berdaya menggerakan kekuatan umat ini.

Paling hebat Dunia Islam hanya mengutuk dan mengecam. Bahkan ada yang diam seribu bahasa. Bungkam. Entah apa sebabnya. Tapi, intinya umat Islam memang dalam kondisi lemah dan dikuasai asing. Indikasi kuatnya adalah al-Aqsha yang belum kembali ke tangan umat Islam. Itu pertanda kita dalam  kondisi kalah.

Selain bungkamnya dunia internasional terhadap kebiadaban Zionis yang dipertontonkan secara telanjang. Tak seorang pun dari negara-negara yang selalu bicara HAM mampu mengatakan zionis sebagai teroris yang sesungguhnya. Apakah mereka setuju dengan kebiadaban zionis? Atau setuju agar Palestina dilenyapkan dan al-Aqsha dirobohkan? Wallāhu’l-musta‘ān.

Ikhtiar untuk Menang

Agar menang sepertinya umat Islam harus segera introspeksi diri. Bahwa mereka telah banyak lalai akan kewajiban mereka dalam membela al-Aqsha. Padahal membela al-Quds dan al-Aqsha adalah kewajiban setiap Muslim.

Mereka juga harus segera kembali kepada Kalam Ilahi dalam Kitab Suci (Al-Quran) dan membumikan sabda Nabi terkait jihad dan perjuangan. Umat ini harus sungguh-sungguh menyadari bahwa para mujtahid (ulama) harus segera berfatwa, para mujahid (pejuang) harus siaga, dan para ‘aghniya’ (orang kaya) harus berjihad dengan harta (Qs. 9: 111). Tanpa sinergi ketiga komponen umat ini agaknya masih jauh umat dari kemenangan.

Para ulama hebat dan bermartabat harus segera tampil, para pejuang yang bermental Khalid ibn al-Walid, Sa‘ad ibn Ghunmin, Abu ‘Ubaidah ibn al-Jarrah, Usamah ibn Zaid, Sa‘ad ibn Abi Waqqash, Shalahuddin al-Ayyubi, Saifuddin Quthuz, Sultan Hasanuddin, Sultan Badaruddin II, Teuku Umar, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan banyak lagi harus segera siaga. Dan, orang-orang kaya harus segera siapkan akomodosi untuk bela ulama dan mujahid. Dengan begitu, Insya Allah, kemenangan segera tiba. Insya Allah. Insya Allah.

Agaknya, di bulan Ramadhan kali ini (1442 H) Allah sedang “pancing” kebangkitan umat di seluruh dunia. Agar mereka sadar bahwa al-Aqsha dalam bahaya dan umat Islam bertanggungjawab untuk menyelematkannya. Jika tidak, maka akan semakin lama masjid mulia itu dihinakan. Itu artinya, umat Islam pun dalam kehinaan. Wallahu a‘lam bis-shawab.*

Alumni Universitas Al Azhar, tinggal di Medan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jihadMasjid Al AqshaRamadhan 2021
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tengku Zulkarnain Cadar Ustadz Tengku Zulkarnain Wafat di Penghujung Ramadhan
Tulisan selanjutnya Hentikan Kebiadaban ‘Israel’ Atas Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?