Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belgia Repatriasi Sejumlah Anak dan Ibu yang Ditahan di Kamp Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Juli 2021 14:21 2:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Juli 2021 09:50
Bagikan
Istri dan anak anggota ISIS ditahan di Iraq.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sepuluh anak dan ibu yang ditahan di kamp untuk para “jihadis” di Suriah telah dipulangkan ke Belgia.

Itu merupakan repatriasi terbesar tersangka anggota ISIS (IS) Sejak kejatuhan kelompok tersebut pada 2019.

Ratusan orang Eropa yang melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, termasuk perempuan dan anak-anak, terjebak di kamp-kamp yang dikelola Kurdi di Suriah utara.

Banyak negara Eropa tidak mengizinkan mereka untuk kembali, tetapi Belgia ingin membawa pulang kembali anak-anak kecil.

Tiga ibu dan tujuh anak menolak tawaran untuk kembali ke Belgia, kata sejumlah laporan seperti dilansir BBC Jumat (16/7/2021).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Begitu mereka dipulangkan dari kamp di Roj, Suriah timur laut, para ibu itu diperkirakan akan ditangkap dan didakwa oleh otoritas anti-teror, sementara anak-anak akan dimasukkan ke panti asuhan.

Perdana Menteri Alexander de Croo mengumumkan pada bulan Maret bahwa Belgia akan “melakukan segalanya” untuk memulangkan mereka yang berada di kamp-kamp yang berusia di bawah 12 tahun. Dia mengatakan penting untuk memperhatikan “kesejahteraan” mereka.

Heidi De Pauw, dari LSM Child Focus, memuji keputusan tersebut. Dia mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa anak-anak harus dapat “meninggalkan bahaya dari zona perang ini”.

Setelah pecah perang di Suriah pada tahun 2011, lebih dari 400 orang Belgia pergi ke sana untuk bergabung dengan ISIS – jumlah itu terbesar di antara negara Eropa mana pun.

Di masa puncaknya, IS menguasai 88.000 km persegi area yang membentang di Suriah dan Irak.

Namun setelah militan itu dinyatakan kalah secara teritorial di wilayah tersebut pada Maret 2019, para ibu dan anak-anak dipindahkan ke kamp-kamp bersama dengan ribuan orang lainnya yang mengungsi.

Khawatir terhadap risiko keamanan yang akan mereka timbulkan, beberapa negara Eropa enggan memulangkan warganya dari kamp-kamp tersebut.

Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia mendesak pemerintah untuk mengambil kembali warganya, dengan alasan bahwa meninggalkan perempuan dan anak-anak di kamp tersebut justru menempatkan mereka pada risiko penyakit dan radikalisasi.

Kasus Shamima Begum, pelajar Inggris yang bergabung dengan ISIS pada 2015 dan kemudian dicabut kewarganegaraan Inggris-nya dengan alasan keamanan, adalah salah satu contoh yang menonjol.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelgiaISISrepatriasisuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya masa jabatan presiden tiga PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Akhir Juli 2021, Pemerintah Ajak Bergotong-royong Hadapi Pandemi
Tulisan selanjutnya Jadi Varian Dominan, Coronavirus Delta Dongkrak Kematian Covid-19 di AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?