Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Menteri Kehakiman Dkk Diduga Otak Pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moïse

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2021 13:44 1:44 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2021 13:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan pejabat kementerian kehakiman Haiti Joseph Felix Badio kemungkinan adalah orang yang memerintahkan pembunuhan Presiden Haiti Jovenel Moise, kata seorang kepala Kepolisian Kolombia pada hari Jumat (16/7/2021) mengutip hasil penyelidikan awal.

Moise ditembak mati oleh sekelompok pembunuh bersenjatakan senapan serbu yang menyatroni kediaman pribadinya di perbukitan di atas Port-au-Prince pada 7 Juli.

Penyelidikan oleh otoritas Haiti dan Kolombia, bersama Interpol, atas pembunuhan Moise itu mengungkap bahwa Badio tampaknya memberikan perintah pembunuhan itu tiga hari sebelum serangan, kata Jenderal Jorge Vargas dalam pesan suara yang dikirim ke berbagai media oleh kepolisian seperti dilansir Reuters.

Sulit untuk meminta tanggapan Badio perihal tuduhan itu, di mana keberadaannya tidak jelas.

Menurut Vargas, penyelidikan menemukan bahwa Badio memerintahkan mantan tentara Kolombia Duberney Capador dan German Rivera – yang awalnya telah dikontak untuk memberikan jasa sekuriti –  layanan keamanan – untuk membunuh Moïse.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Beberapa hari sebelumnya, tampaknya tiga, Joseph Felix Badio, mantan pejabat kementerian kehakiman (Haiti), yang bekerja di unit antikorupsi di badan intelijen umum, mengatakan kepada Capador dan Rivera bahwa mereka harus membunuh Presiden Haiti,” kata Vargas.

Dia tidak memberikan bukti atau memberikan rincian lebih lanjut tentang dari mana informasi itu berasal.

Capador tewas dan Rivera ditangkap oleh polisi Haiti setelah pembunuhan Moise, kata pihak berwenang.

Pada hari Minggu, pihak berwenang Haiti menahan Christian Emmanuel Sanon, 63 tahun, yang konon adalah seorang dokter yang berbasis di Florida, dan menuduhnya sebagai salah satu dalang di balik pembunuhan itu.

Mantan senator Haiti John Joel Joseph sedang dicari oleh polisi setelah Kepala Kepolisian Nasional Haiti Leon Charles mengidentifikasinya sebagai seorang pemain kunci dalam pembunuhan tersebut, sementara Dimitri Herard, kepala keamanan Moïse di istana kepresidenan, juga ditangkap.

“Ini merupakan plot besar, banyak orang ambil bagian di dalamnya,” kata pejabat sementara PM Haiti Claude Joseph dalam sebuah konferensi pers. “Saya bertekad untuk melanjutkan penyelidikan.”

Kelompok pembunuh bayaran itu terdiri dari 26 warga Kolombia dan dua warga Amerika Serikat keturunan Haiti, menurut pihak berwenang Haiti. Delapan belas orang warga Kolombia telah ditangkap, sementara lima dalam pelarian dan tiga terbunuh.

Kebanyakan orang Kolombia yang dituduh terlibat dalam pembunuhan itu masuk ke negara Haiti sebagai bodyguard, kata Presiden Kolombia Ivan Duque hari Kamis. Informasi Itu telah dikonfirmasi oleh kerabat dan kolega mereka yang berhasil ditahan.

Kolombia akan mengirim misi konsuler ke Haiti segera setelah disetujui oleh negara Karibia tersebut, kata Wakil Presiden Kolombia dan Menteri Luar Negeri Marta Lucia Ramirez kepada wartawan pada hari Jumat. Misi konsuler itu akan menemui orang-orang Kolombia yang ditahan, memastikan bahwa hak-hak mereka dihormati, dan mengurus repatriasi jasad mereka yang tewas.

Dia menegaskan kembali pernyataan pemerintah Kolombia bahwa sangat sedikit dari para pria yang terlibat itu – yang merupakan bekas anggota militer – tahu tentang rencana pembunuhan. Pemerintah Kolombia juga mengatakan bahwa siapapun dan dari manapun asal mereka yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HaitiJovenel MoïseKolombia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid 19 Seperti Indonesia Kasus Infeksi Harian Covid-19 di Inggris Tembus 51.000
Tulisan selanjutnya Bashar Assad Dilantik Kembali Sebagai Presiden Suriah Setalah Dinyatakan Menang Pilpres

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?