Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kritis Terhadap Pemerintahan PM Narendra Modi, Kantor Media India Digerebek Aparat Pajak

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juli 2021 11:25 11:25 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juli 2021 11:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Aparat perpajakan I dia menggerebek kantor dua media terkemuka yang bersikap kritis terhadap pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dalam penanganan pandemi Covid-19.

Aparat mengatakan mereka sedang menyelidiki penggelapan pajak oleh stasiun TV Bharat Samachar dan surat kabar Dainik Bhaskar.

Rumah beberapa karyawan kedua media itu juga telah digerebek, dan ponsel mereka banyak yang disita.

Beberapa kelompok peduli hak media dan anggota parlemen dari kubu oposisi mengatakan tindakan itu merupakan serangan yang disengaja terhadap kebebasan pers, lansir BBC Kamis (22/7/2021).

Namun, Menteri Informasi dan Penyiaran India Anurag Thakur membantah pemerintah terlibat dalam penggerebekan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Setiap lembaga melakukan pekerjaan mereka sendiri, kami tidak ikut campur dalam fungsinya,” kata Thakur.

Koran Dainik Bhaskar, terbit dalam bahasa Hi di, merupakan salah satu surat kabar harian yang paling populer di India.

Selama negara itu mengalami wabah coronavirus, koran dan kanal TV Bharat Samachar kerap mempublikasikan ketidakberesan pemerintah dalam penanggulangan pandemi, seperti kelangkaan oksigen dan tempat tidur di rumah sakit.

Mereka juga telah melaporkan perihal mayat-mayat terduga korban coronavirus yang terapung di sungai Gangga.

Pada bulan April, Dainik Bhaskar mempublikasikan nomor telepon Jitu Vaghani – ketua partai pemerintah Partai Bharatiya Janata (BJP) di negara bagian Gujarat.

Paling terbaru, media itu melaporkan tentang penggunaan spyware Pegasus buatan perusahaan Israel NSO Group untuk mengintai aktivitas para jurnalis di India.

“Serangan itu adalah hasil dari pelaporan agresif kami,” kata Om Gaur, redaktur nasional Dainik Bhaskar, kepada Washington Post. “Tidak seperti beberapa media lain, kami melaporkan bagaimana orang-orang sekarat karena kekurangan oksigen dan tempat tidur rumah sakit.”

Lewat Twitter, Bharat Samachar berkata, “Semakin kalian mencekik kami, semakin keras kami akan menyuarakan kebenaran.”

Sejak Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa pada tahun 2014, beberapa media telah diselidiki oleh pemerintah dengan dalih ketidakwajaran di sisi keuangan.

Pada tahun 2017 otoritas pajak menggerebek kantor penyiar NDTV, dan rumah pendirinya, keluarga Roy.

Reporters Without Borders, sebuah kelompok advokasi bagi jurnalis, menempatkan India di posisi ke-142 dalam peringkat kebebasan persnya, setara dengan Myanmar dan Meksiko.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19IndiamediaNarendra Modi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya jamaah haji mina Jamaah Haji Mulai Meninggalkan Mina
Tulisan selanjutnya Mengenal Sosok Huzaemah, dari Pakar Fiqih Hingga Aktivis Perempuan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?