Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia Tahan Pakar Teknologi Hipersonik

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2021 19:17 7:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Agustus 2021 18:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Agen-agen keamanan Rusia menangkap kepala sebuah lembaga penelitian penerbangan hipersonik dengan tuduhan pengkhianatan, lapor kantor berita Rusia Taas seperti dilansir BBC Jumat (13/8/2021).

Alexander Kuranov, seorang pakar bidang fisika plasma, merupakan desainer kepala di institut sistem hipersonik di St Petersburg, yang dalam bahasa Rusia disingkat NIPGS.

Rusia sedang mengembangkan misil hipersonik, yang dapat terbang lebih dari 5 kali kecepatan suara (Mach 5).

Kasus serupa pernah dilaporkan terjadi pada tahun 2018. Kala itu agen-agen FSB menangkap ilmuwan antariksa Viktor Kudryavtsev dan menggeledah beberapa fasilitas penelitian antariksa, termasuk TsNIIMash di Moskow, yang juga berusaha mengembangkan teknologi hipersonik.

Salah satu keahlian Kuranov, menurut situs web NIPGS, adalah program hipersonik Rusia yang disebut Ajax, yang mencakup daur ulang energi kendaraan antariksa dalam penerbangan guna menaikkan performanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selama beberapa tahun Kuranov, 73, menyelenggarakan simposium Rusia-Amerika Serikat untuk pertukaran ilmiah bidang aerodinamika dan teknologi plasma.

Sebuah sumber FSB dikutip Tass mengatakan “penyelidik berencana meminta pengadilan untuk menetapkan masa penahan Kuranov dua bulan”.

Tidak jelas apakah Kuranov mengungkap rahasia misil yang sedang dikembangkan. Dia dituduh memberikan informasi rahasia ke orang asing tentang teknologi hipersonik.

Pada tahun 2019 Rusia mengumumkan pengerahan rudal-rudal hipersonik Avangard pertamanya, yang katanya bisa melesat lebih dari 20 kali kecepatan suara.

Diluncurkan dengan roket pendorong balistik, Avangard menggunakan teknologi “glide” – yang konon menjadikan rudal lebih mudah bermanuver dan dapat terbang rendah dibandingkan dengan misil era Perang Dingin, sehingga menjadikannya lebih sulit ditembak jatuh.

Rusia juga sedang menguji coba rudal penjelajah hipersonik yang ditembakkan dari kapal selam yang diberi nama 3M22 Zircon. Rudal hipersonik lain yang sekarang digunakan oleh Rusia adalah Kinzhal, yang diluncurkan dari pesawat tempur.

Presiden Vladimir Putin menyebut teknologi hipersonik Rusia tidak ada tandingannya. Pada tahun 2019, dia mengatakan Barat dan negara-negara lain berusia mengejar Rusia dalam bidang tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hipersonikmisilrudalrusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah HM Rasjidi Mengalahkan Tokoh Orientalis
Tulisan selanjutnya Aparat Selidiki Perahu Mauritania Berisi Belasan Mayat yang Terdampar di Karibia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?