Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Baru Afghanistan Rombak Kurikulum Pendidikan Sesuai Islam, UNESCO Sewot

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 September 2021 19:55 7:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2021 19:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintahan baru Afghanistan mengatakan mereka akan meluncurkan program pengiriman siswa ke luar negeri untuk pendidikan tinggi di masa depan. Kementerian Pendidikan Tinggi mengumumkan pada hari Ahad bahwa beberapa mata pelajaran yang bertentangan dengan Syariah Islam akan dikeluarkan dari kurikulum pendidikan tinggi.

Hal itu terjadi ketika universitas swasta dan lembaga pendidikan tinggi lainnya dibuka kembali sekitar seminggu yang lalu di mana kelas dibagi berdasarkan jenis kelamin. Penjabat Menteri Pendidikan Tinggi Syaikh Abdul Baqi Haqqani mengatakan perubahan akan didasarkan pada Syariah Islam, memisahkan kelas perempuan dan laki-laki, juga akan ada beberapa perubahan kurikulum, demikian dikutip ToloNews.

“Ketika persiapan berakhir, tanggal akan diumumkan (tanggal pembukaan universitas negeri) dan itu akan memakan waktu kurang dari seminggu,” kata Abdul Baqi dalam sebuah konferensi pers. “Setiap subjek yang bertentangan dengan hukum Islam akan dihapus,” katanya.

Sementara itu, mahasiswa telah menyuarakan keprihatinan atas keadaan pendidikan saat ini di negara ini. Abdul Rahim, seorang siswa, mengatakan kepada TOLOnews: “Guru dan siswa tidak hadir. Hanya sejumlah kecil siswa yang datang ke kampus. Kami khawatir tentang masa depan kami,” katanya. “Tidak ada minat. Baik siswa maupun guru tidak datang,” kata Farshid, siswa lainnya.

Kementerian menambahkan bahwa mereka akan meluncurkan program untuk mengirim siswa ke luar negeri untuk pendidikan tinggi di masa depan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kebakaran Jenggot

Organisasi Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Pendidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) kebakaran jenggot dengan kebijakan baru Taliban. Ia mendesak pemerintahan baru mempertahankan apa yang disebutnya ‘kemajuan yang dicapai dalam pendidikan di Afghanistan’.

UNESCO mengatakan bahwa rencana Taliban untuk memisahkan kelas berdasarkan gender akan membahayakan pencapaian pendidikan. Pernyataan UNESCO tersebut berbunyi bahwa prestasi yang dicapai dalam pendidikan akan terancam jika sistem pendidikan campuran dilarang.

Sementara itu, sejumlah dosen menilai rencana baru Kementerian Pendidikan Tinggi membutuhkan waktu untuk direalisasikan. Guru universitas Zuhair Mosadeq mengatakan: “Kami telah memiliki beberapa prestasi selama 20 tahun terakhir. Kami tidak dapat menghapus beberapa subjek dan menggantinya dengan yang lain dalam satu atau dua bulan,” katanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afghanistankurikulum pendidikanTalibanUnesco
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vaksin Zifivax Zimbabwe Larang Warganya yang Belum Divaksinasi Mengikuti Kebaktian Gereja
Tulisan selanjutnya Mutasi Covid-19 B117 Pemerintah Siapkan Peta Jalan Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

Berita
28 Agustus 2026 09:48
APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?