Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Wajah Dunia Islam dalam Pandangan Dr. Ali Garishah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2021 13:33 1:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2021 13:33
Bagikan
Umat Islam
Bagikan

Oleh: Artawijaya

Hidayatullah.com | PADA sekitar tahun 1980-an, sebuah buku berjudul Hadhir Al-‘Alam Al-Islami karya Dr. Ali Garishah, dosen Universitas Madinah, yang kemudian diterjemahkan oleh Pustaka Al-Kautsar dengan judul Wajah Dunia Islam Kontemporer menjadi buku yang banyak diburu para aktivis Islam kala itu. Buku tersebut menggambarkan tentang kondisi umat Islam di dunia, yang oleh Dr Ali Garishah dikategorikan menjadi tiga bagian.

Pertama, negeri-negeri Islam yang dirampas. Kedua, negeri yang sedang berjihad. Ketiga, negeri yang terancam bahaya.  Tiga kategori yang menggambarkan kondisi negeri-negeri muslim pada saat itu (sekitar tahu 1980-1990), yang menurut Dr Ali Garishah, berada dalam ancaman penguasa diktator, rongrongan minoritas non-muslim, dan intervensi asing yang didalangi oleh tiga kekuatan besar: Zionis, Kapitalis, dan Komunis.

Faktanya, apa yang ditulis oleh Dr. Ali Garishah semuanya sudah menjadi kenyataan. Negeri-negeri Muslim pada masa itu mengalami dilema yang luar bisa; kalau tidak dipimpin diktator, ya ditindas oleh penjajah asing dan para komprador.

Saat ini, arus demokrasi yang dipaksakan oleh Barat sedang menerjang negara-negara Timur Tengah. Kalau arus demokrasi itu mandek, maka kekuatan militer akan digunakan, sebagaimana terjadi di Iraq, Suriah, Afghanistan dan Libya.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

 

Wajah Indonesia

Hal yang menarik dari buku Wajah Dunia Islam Kontemporer adalah, Dr Ali Garishah memasukkan Indonesia dalam kategori negeri yang terancam bahaya. Ancaman tersebut, menurutnya berasal dari dua kekuatan, yaitu Komunisme dan ‘Kristenisasi’.

Dr Ali Garishah menyatakan, pada masa pemerintahan Soekarno, umat Islam berjuang melawan Komunisme, dan pada masa rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, umat Islam berjuang melawan gerakan Kristenisasi terselubung yang mendompleng kekuasaan. Pada masa lalu, birokrasi, tentara, dan pengusaha dikuasai oleh kekuatan Kristen dan kelompok kebatinan.

Mereka dianggap menumpang gerbong Orde Baru dengan kebijakan-kebijakan yang memarjinalkan umat Islam. Penguasa, pengusaha, dan tentara ketika itu dijadikan alat untuk menindas umat Islam, baik menindas kekuatan ekonomi, sosial, maupun politik.

Selain itu, Dr. Garishah juga menyoroti tentang pengerukan kekayaan alam Indonesia dengan nama “Penanaman Modal Asing”, yang pada masa itu didominasi oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika.  Dr Ali Garishah menulis,”Produksi minyak yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia, yaitu 70% dari seluruh hasil ekspornya dan merupakan 70% dari anggaran belanja negara, hampir semuanya dikuasai oleh perusahaan-perusahaan minyak Amerika, dengan perbandingan antara 11 dari 16 perusahaan yang ada. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara terkaya akan sumber alam di Asia Tenggara, namun rakyatnya tetap miskin yang kekayaannya itu hanya dinikmati oleh perusahaan asing dan golongan elit, serta para pejabat yang berkuasa.”

Dr Ali Garishah juga menulis beberapa poin penting yang ia sebut sebagai usaha-usaha ke menuju ‘pemurtadan terselubung’. Di antara poin-poin yang ia catat adalah:

Pertama, kelompok minoritas berhasil menyusup ke dalam jajaran pemerintahan  dengan mendominasi partai penguasa baik pada badan eksekutif ataupun  legislatif. Disamping juga mendominasi beberapa daerah dan propinsi.

Kedua, dengan bekerjasama dengan kalangan etnis China, kelompok minoritas telah mendominasi bidang ekonomi, walaupun jumlah mereka kurang dari 10% dari jumlah penduduk.

Ketiga,  jumlah tempat ibadah non-Muslim meningkat tajam. Gereja yang ada sudah melebihi 8000 buah, dengan 3500 pendeta, dan 8000 penginjil yang mendominasi media massa. Di tambah 50 lapangan terbang untuk kepentingan gerakan misi dan sejumlah besar lembaga pendidikan rumah Sakit dan poliklinik.

Demikian poin-poin yang disampaikan oleh Dr Ali Garishah mengenai kondisi negeri Muslim Indonesia pada tahun 80-an. Buku ini sempat membuat merah wajah pemerintah Orde Baru, sehingga memerintahkan Kejaksaan Agung untuk melarang buku tersebut dan menarik peredarannya dari masyarakat. Termasuk penerbit yang menerjemahkan buku itu pun tak lepas dari ancaman pemerintah ketika itu.

Sekarang, lebih dari 30 tahun setelah tulisan itu beredar. Apakah analisa Dr Ali Garis masih berlaku atau sudah berubah?

Sebagian mengatakan, apa yang disampaikan dalam buku itu sudah berganti dengan baju yang lebih luwes, bahkan ‘berbaju muslim’. Basis-basis Muslim masih menjadi sasaran orang lain, bahkan target orang asing. Termasuk juga lembaga-lembaga agama, sekolah Islam dan para juru dakwahnya.

Sebagaian kalangan juga beralasan, fakta banyak ditemukan, jika umat Islam melakukan suatu aksi,  tiba-tiba di media massa, media sosial, dengan cepat muncul tudingan intoleran, anti-keragaman, olok-olok dan propaganda-propaganda lain. Di antaranya makin banyaknya para buzzer-buzzeRP (baik yang politik atau yang berkedok komedian) muncul jika ada aksi atau kegiatan kelompok Islam.

Benarkah itu semua mendukung thesis yang disampaikan Dr Ali Garishah? Wallahu ‘alam.*

Penulis buku-buku Sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dr. Ali Garishahdunia IslamWajah Dunia Islam Kontemporer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Kritik Ucapan Pangkostrad Letjen Dudung soal Semua Agama Benar
Tulisan selanjutnya permukiman ilegal ‘Israel’ Mengatakan Tidak akan Menghapus Permukiman Ilegal Mereka dari Tepi Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?