Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

‘Heboh Pandora Papers’, dari Raja Yordania hingga Luhut

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2021 21:37 9:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2021 21:37
Bagikan
pandora papers luhut
Bagikan

Pandora Papers juga memuat beberapa nama dari Indonesia, seperti Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

Hidayatullah.com — Pandora Papers belakangan ini telah membuat heboh dunia. Lebih dari 600 jurnalis di 117 negara yang telah menelusuri file dari 14 sumber selama berbulan-bulan, menerbitkan hasil kerja keras mereka minggu ini.

The Pandora Papers adalah kebocoran hampir 12 juta dokumen dan file yang mengungkap kekayaan rahasia dan transaksi para pemimpin dunia, politisi, dan miliarder. Data tersebut, dilansir oleh BBC, diperoleh oleh International Consortium of Investigative Journalists di Washington DC dan telah menjadi salah satu investigasi global terbesar yang pernah ada.

Kebocoran Pandora Papers mencakup 6,4 juta dokumen, hampir tiga juta gambar, lebih dari satu juta email, dan hampir setengah juta spreadsheet. File-file tersebut mengungkap bagaimana beberapa orang paling berkuasa di dunia – termasuk lebih dari 330 politisi dari 90 negara – menggunakan perusahaan lepas pantai rahasia untuk menyembunyikan kekayaan mereka.

Lakshmi Kumar dari lembaga pemikir Global Financial Integrity AS menjelaskan kepada BBC bahwa orang-orang ini “mampu menyalurkan dan menyedot uang dan menyembunyikannya”, seringkali melalui penggunaan perusahaan anonim.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Di antar beberapa cerita besar yang terungkap adalah:

– Beberapa di antara pemilik lebih dari 1.500 properti Inggris, yang dibeli menggunakan perusahaan “lepas pantai”, adalah individu yang dituduh korupsi

– Keluarga penguasa Qatar menghindari pajak £18,5 juta untuk supermansion London

– Raja Yordania menghabiskan 70 juta poundsterling untuk properti di Inggris dan AS melalui perusahaan yang dimiliki secara rahasia

– Keterlibatan tersembunyi keluarga terkemuka Azerbaijan dalam kesepakatan properti di Inggris senilai lebih dari £400m

– Kegagalan perdana menteri Ceko untuk menyatakan perusahaan investasi lepas pantai yang digunakan untuk membeli dua vila Prancis seharga £ 12m

– Bagaimana keluarga presiden Kenya Uhuru Kenyatta diam-diam memiliki jaringan perusahaan “lepas pantai” selama beberapa dekade

Apa yang Dimaksud Lepas Pantai?

The Pandora Papers mengungkapkan jaringan kompleks perusahaan yang didirikan lintas batas, seringkali mengakibatkan kepemilikan uang dan aset yang tersembunyi. Misalnya, seseorang mungkin memiliki properti di Inggris Raya, tetapi memilikinya melalui rantai perusahaan yang berbasis di negara lain, atau “lepas pantai”.

Kriteria dari negara atau wilayah “lepas pantai” ini adalah:

1. Mudah untuk mendirikan perusahaan

2. Undang-undang yang mempersulit identifikasi pemilik perusahaan

3. Pajak perusahaan yang rendah atau tidak ada

Tempat-tempat ini sering disebut sebagai surga pajak atau kerahasiaan yurisdiksi. Tidak ada daftar pasti surga pajak, tetapi tujuan yang paling terkenal termasuk Wilayah Luar Negeri Inggris seperti Kepulauan Cayman dan Kepulauan Virgin Inggris, serta negara-negara seperti Swiss dan Singapura.

Nama dari Indonesia

Pandora Papers juga memuat beberapa nama dari Indonesia, seperti Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam laporan itu, Luhut dikaitkan dengan perusahaan asal Republik Panama, yaitu Petrocapital S.A.

Juru Bicara Menkomarves, Jodi Mahardi, memberikan penjelasan kepada CNBC Indonesia perihal laporan itu. Jodi menjelaskan, Petrocapital S.A. merupakan perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum di Panama.

“Bapak Luhut B. Pandjaitan menjadi Direktur Utama/Ketua Perusahaan pada Petrocapital S.A pada tahun 2007 hingga pada tahun 2010,” ujar Jodi dalam pesan yang diterima CNBC Indonesia.

Menurut dia, perusahaan itu rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis di luar negeri, terutama di wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Namun, dalam perjalanannya, terdapat berbagai macam kendala terkait dengan lokasi geografis, budaya, dan kepastian investasi.

Diketahui Luhut bukan satu-satunya orang Indonesia yang tercatat dalam dokumen tersebut. Terdapat beberapa nama lain pejabat RI yang dikabarkan masuk.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Luhut Binsar PandjaitanpajakPandora PapersRaja Yordania
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seperti Ini Jamban ‘Crazy Rich’ Al-Quds 2.700 Tahun Silam
Tulisan selanjutnya Kasus Rasisme, Tesla Diperintahkan Bayar Kompensasi $130 Juta ke Seorang Bekas Pekerjanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?