Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Geramnya Prancis Kepada Nenek yang Pernah Ditawan Al-Qaida Ini

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 November 2021 19:36 7:36 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 November 2021 19:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis telah mengecam keras seorang pekerja bantuan kemanusiaan karena kembali ke negara di mana dia dulu pernah ditangkap dan dijadikan tawanan kelompok bersenjata Muslim.

Sophie Pétronin, 76, ditangkap al-Qaida pada tahun 2016 saat bekerja di Gao, bagian timur laut Mali.

Dia dilepaskan pada Oktober 2020 ketika rezim baru di Mali melakukan pertukaran puluhan anggota milisi Muslim dengan beberapa tawanan.

Dilansir Euronews dari Mediapart, Pétronin kembali ke Mali pada bulan Maret meskipun tidak diberi visa. Media Prancis itu juga melaporkan bahwa otoritas Mali sudah mengeluarkan ßurat perintah untuk menangkapnya.

Juru bicara pemerintah Prancis Gabriel Attal berkata kepada para reporter hari Rabu (3/11/2021), “Tentu saja, kami menyesalkan kembalinya Sophie Pétronin ke Mali”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini adalah bentuk tindakan tidak bertanggung jawab tidak hanya terkait dengan keamanannya sendiri tetapi juga dengan keamanan tentara kita,” ujarnya.

“Ketika ada warga negara kita yang ditawan di luar negeri, maka adalah tugas tentara yang harus menyelamatkannya dengan taruhan nyawa mereka sendiri. Ada sejumlah tentara kita yang terbunuh dalam operasi penyelamatan mereka yang dijadikan tawanan di negara-negara asing. Oleh karena itu kita juga harus menghormati tentara kita,” tegasnya.

Dia menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri sedang memantau situasi “sangat dekat”.

Kementerian memperingatkan bahwa perjalanan ke Mali berisiko serius bagi “orang-orang Barat” termasuk aksi kekerasan dari kalangan teroris.

Paris mengumumkan pada bulan September bahwa pasukan Prancis telah membunuh pemimpin ISIS alias IS di kawasan Greater Sahara yang merupakan pukulan besar bagi kelompok itu. Ribuan serdadu Prancis dikerahkan di Sahel – yang mencakup Burkina Faso, Mali, Mauritania, Niger dan Chad — sejak 2013 untuk memerangi kelompok bersenjata Muslim dan melatih pasukan pemerintah setempat. Sedikitnya sudah 51 tentara Prancis yang kehilangan nyawanya di kawasan itu.

Kementerian juga memperingatkan bahwa ancaman penculikan tinggi terutama di bagian tengah dan utara Mali di mana warga negara Prancis kemungkinan memiliki “nilai jual” bagi kelompok teroris.

Bepergian ke sejumlah daerah tertentu di Mali sama sekali dilarang, imbuhnya.

Berbicara kepada AFP tidak lama setelah keterangan pers yang digelar Attal, Pétronin menolak kecaman yang ditujukan terhadapnya: “Mengapa dianggap tidak bertanggung jawab? Saya merasa seperti di rumah di sini.”

“Iya, Saya sudah berada di Mali beberapa waktu. Tapi saya tidak takut dan saya khawatir,” kata wanita tua itu, seraya menambahkan, “Saya baik-baik saja. Dan saya bahagia di mana saya sekarang ini berada. Saya tidak menggangu orang dan tidak ada orang yang mengganggu saya.”

“Saya tidak tahu kalau saya dicari, dan saya tidak tahu kenapa,” imbuh wanita yang mengaku sudah memeluk Islam tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al-QaidaISISmaliPrancisSahelSophie Petronin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya istri masuk islam Status Istri yang Masuk Islam Tanpa Suami  
Tulisan selanjutnya Pemikiran Islam Liberal Masih Marak, SPI Jangan Lengah!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?