Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslim India Cemas, Umat Hindu Gembira Kemenangan Modi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Mei 2014 21:23 9:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Mei 2014 21:23
Bagikan
Hubungan negatif umat Islam India dengan Modi dimulai setelah pembantaian berdarah lebih dari 2000 Muslim di Gujarat pada tahun 2002
Bagikan

Hidayatullah.com–Kemenangan besar partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pada Pemilu nasional India akhirnya mengantarkan ketuanya, Narendra Modi menduduki kursi perdana menteri.

Peristiwa ini  disambut gembira massa pendukungnya. Sementara itu, kemengangan Modi membuat 160 juta Muslim India cemas dan bertanya-tanya akan masa depan mereka.

“Kami tahu catatan masa lalunya, tapi kami berharap ia tidak akan melakukan hal yang sama terhadap kaum minoritas setelah menjabat nantinya,” ujar Zahir Qazi, ketua Anjuman-I-Islam, sebuah LSM yang yang melayani kaum Muslim di kota Mumbai, kepada OnIslam.net.

“Kami berharap ia akan menegakkan keadilan dan tidak melakukan diskriminasi dalam bentuk apapun,” tambahnya.

Modi yang menjadi gubernur Gujarat selama 13 tahun sejak 2001 dipuji karena berhasil mengubah negara bagian itu menjadi kekuatan ekonomi besar dengan memberantas korupsi, menarik investasi dan membangun infrastruktur. Dibalik itu, dia dituduh tidak melakukan apapun untuk menghentikan kerusuhan sektarian yang menewaskan 2000 Muslim di wilayah itu pada tahun 2002.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia juga telah dituduh berada dibalik pemberontakan kaum nasionalis Hindu terhadap komunitas Muslim di Assam dan Andhra Pradesh, yang mengakibatkan puluhan orang tewas pada awal bulan ini.

Bentrokan di Assam itu dipicu oleh pernyataan Modi dalam sebuah pidatonya dimana ia menyebut umat Islam di wilayah itu adalah imigran gelap dari Bangladesh, kata-kata hasutan yang sama yang dilontarkan kaum Buddha Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Pernyataannya itu mendapatkan dukungan dari banyak kelompok Hindu termasuk Rashtriya Swayam Sewak Sangh (RSS).

Maulvi Shams, seorang imam di Uttar Pradesh, juga mengatakan kepada OnIslam.net, “Modi mendukung pembunuhan di Assam.Dia telah meningkatkan ketegangan agama di seluruh India.”

Sebelum ini, Rashtriya Swayam Sewak Sangh (RSS) telah menyerukan agenda Kebangkitan Hindu setelah kemenangan Modi.

“Kita semua bisa melihat sekarang, bahwa kebangkitan itu terjadi,” kata Praveen Rai, ketua Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) di Varanasi kepada New York Times, Ahad (11/05/2014).

“Apa yang kita percaya adalah bahwa kita adalah ras yang paling maju di dunia. Kita akan mengubah seluruh dunia menjadi ras Aria. Jadi kita telah memutuskan. Kita percaya bahwa budaya India telah menjadi peradaban terbaik di dunia, ” tambahnya.

RSS didirikan oleh Keshav Baliram Hedgewar pada tahun 1925, yang memisahkan diri dari partai Kongres Nasional India dengan alasan apa yang dia sebut sebagai “sikap memanjakan tidak sewajarnya terhadap umat Islam”.

Kelompok ini kemudian dilarang tiga kali pada tahun 1948, 1970-an dan 1990 dikarenakan aktivitas-aktivitas ekstrimnya. Mereka juga telah menunjukkan niat mereka pada masa lalu untuk membangun sebuah kuil Hindu di lokasi dimana pernah berdiri Masjid Babri – didirikan pada abad ke-16 – yang telah dihancurkan oleh massa Hindu pada tahun 1992.

Pramod Kumar, seorang propagandis RSS di Varanasi, memuji kampanye Modi dalam upaya untuk menghidupkan kembali agama, integritas dan budaya negara itu.

“Sejak saya lahir, saya telah menunggu untuk hal-hal yang baik terjadi di negeri ini. Sebagian besar pasti terjadi, kesempatan itu ada di sini, ” katanya bangga.

Mengenai pembangunan kuil Hindu diatas reruntuhan Masjid Babri, Kumar menambahkan: “Candi itu harus dibangun setelah Pemilu.” Namun Modi membantah bahwa RSS akan memiliki tempat dalam pemerintahannya. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indiakekerasan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rabi Yahudi dan Anggota Polisi Terjaring Operasi Pornografi Anak di NY
Tulisan selanjutnya Syahadat Tak berguna di Hari Kiamat, Implemantasikan Tauhid sekarang juga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?