Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lira Menang Dalam “Duel” Melawan Dolar AS Pasca Pidato Erdogan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 21 Desember 2021 17:25 5:25 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Desember 2021 18:00
Bagikan
lira dolar
Presiden Recep Tayyip Erdoğan
Bagikan

Hidayatullah.com —Nilai tukar Lira Turki terhadap dolar semakin menguat. Hal ini menyusul pidato Presiden Recep Tayyip Erdogan yang menjelaskan langkah-langkah ekonomi baru Turki, sekitar 1 miliar dolar AS telah ditukarkan ke lira Turki ungkap ketua dewan direksi Asosiasi Bank Turki (TTB) Alpaslan Çakar dalam pernyataan pada Senin.

Melansir Anadolu pada Selasa (21/12/2021), nilai tukar Lira/Dolar turun menjadi 11,2248 pada 9,30 waktu setempat (0630GMT) atau naik hampir 40% terhadap dolar sejak Senin malam. Sebelumnya pada hari yang sama, Erdogan mengatakan bahwa Turki tidak akan lagi bergantung pada impor.

Ia juga berjanji bahwa tidak ada warga negara Turki yang harus mengubah tabungan mereka dari lira Turki ke mata uang asing. “Mereka mengatakan kita sedang menurunkan suku bunga. Jangan berharap apapun lagi dari saya. Sebagai seorang muslim, saya akan terus melakukan apapun yang diminta dari saya oleh Nas (Hukum Islam/Syariah). Saya akan terus melakukan itu. Itulah Hukum (Islam),” kata Erdogan.

Erdogan juga mengatakan bahwa pemerintah Turki sedang menghadirkan alternatif keuangan baru untuk tabungan warga untuk menenangkan kekhawatiran mereka atas nilai tukar mata uang asing, yang telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa hari terakhir. “Bagi perusahaan pengekspor yang kesulitan menyajikan harga karena fluktuasi kurs valuta asing, akan diberikan kurs berjangka melalui Bank Sentral,” jelasnya.

Dia juga mengatakan penghentian (pengurangan) pembayaran dividen perusahaan juga akan diturunkan menjadi 10%. Tarif subsidi negara pada sistem pensiun pribadi akan dinaikkan secara signifikan dari 5% menjadi 30% untuk meningkatkan daya tariknya, ia menggarisbawahi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dengan suku bunga yang lebih rendah, kita akan melihat inflasi turun dalam beberapa bulan,” tambahnya.

Menteri Keuangan dan Keuangan Nurettin Nebati kemudian memuji pengumuman Erdogan, menggarisbawahi kekuatan model ekonomi baru Turki. “Dengan manifesto ekonomi yang dideklarasikan oleh Presiden Erdogan, ekonomi Turki akan menjadi pihak yang menang melalui investasi, produksi, lapangan kerja, dan ekspor,” katanya.

Baru-baru ini, Erdogan juga mengatakan bahwa dia menurunkan inflasi Turki menjadi 4% sebelumnya dan berjanji untuk melakukannya lagi, ketika negara itu bergulat dengan inflasi 21% dan melonjaknya harga di tengah jatuhnya lira terhadap dolar.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomiLiraPresiden Recep Tayyip ErdoganTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya afghanistan kemanusiaan Bahas Afghanistan, OKI: Sanksi Internasional dan PBB Tidak Boleh Halangi Bantuan Kemanusiaan
Tulisan selanjutnya Peduli Erupsi Semeru, Pemuda Hidayatullah Kaltim Bawakan Bantuan untuk Warga Terdampak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?