Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Batalkan Pantai Khusus Wanita setelah Menerima Banyak Tekanan

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Desember 2021 22:08 10:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 31 Desember 2021 22:08
Bagikan
Orang-orang berjalan melewati papan bertuliskan 'Didedikasikan untuk wanita dan anak-anak' di pantai Cox's Bazar/AFP Photo
Bagikan

Indonesiainside.id, Cox’s Bazar—Pihak berwenang di resor utama Bangladesh hari ini mencabut pemisahan sebagian pantai khusus untuk perempuan dan anak-anak setelah media sosial memprotes pemisahan gender. Kemarin, pejabat Cox’s Bazar meresmikan bagian tepi pantai dari pantai laut alami terpanjang di dunia sebagai zona eksklusif untuk wanita dan anak-anak, kutip AFP.

Namun, beberapa jam kemudian, pemerintah mengeluarkan pernyataan pers yang mengatakan bahwa mereka telah ‘menarik keputusannya’ setelah menerima ‘reaksi negatif’. Abu Sufian, seorang pejabat senior di Cox’s Bazar, mengatakan kepada AFP bahwa bagian pantai dibuat atas permintaan sebagian wanita di negara berpenduduk mayoritas Muslim itu.

“Mereka meminta bagian khusus pantai untuk diri mereka sendiri, karena mereka merasa malu dan tidak aman di tempat ramai,” katanya.

Awal bulan ini, tragedi seorang wanita yang diperkosa beramai-ramai di Cox’s Bazar memicu protes atas keselamatan wanita di kota itu. Namun, langkah untuk mengisolasi bagian dari pantai telah menyebabkan kegemparan di media sosial, dengan para kritikus mengklaim hal itu dapat mengarah pada tindakan keagamaan yang lebih keras.

“Ini adalah Taliban,” kata jurnalis dan komentator veteran Syed Ishtiaque Reza di Facebook, merujuk pada Taliban di Afghanistan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Komentator lain membandingkannya dengan ‘Mollahtantra’, yang diterjemahkan sebagai ideologi garis keras Islam. Sebagian masyarakat Bangladesh tetap sangat konservatif, dan dalam beberapa tahun terakhir, ada kelompok yang mengadakan rapat umum menuntut pemisahan gender di tempat kerja dan pabrik.

Cox’s Bazar adalah hotspot selama musim perayaan dan sektor pariwisata di sana telah tumbuh secara eksponensial dalam beberapa tahun terakhir. Untuk memberikan keamanan kepada wisatawan yang terus bertambah, pihak berwenang juga telah membentuk unit polisi pariwisata untuk berpatroli di kota-kota pesisir. (NE)  

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshMuslim BangladeshPantai Khusus Wanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Litbang: Indeks Layanan Sertifikasi Halal Capai Hasil Memuaskan
Tulisan selanjutnya Pergantian Tahun dan Manajemen Waktu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 09:20
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
Pra Kongres Umat Islam VIII, MUI Gelar Halaqah Nasional Bahas Pesantren Aman dan Ramah Anak
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?