Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Guru Pesantren Dalwa Raih Gelar Doktor Bidang Akidah dan Filsafat Islam di UNIDA

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Maret 2022 20:43 8:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Maret 2022 20:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Universitas Darussalam (Unida) Gontor hari Ahad, 13 Mei 2022 melahirkan doktor ke-4 dalam bidang Akidah dan Filsafat Islam. Kholili Hasib, berhasil mempertahankan judul disertasinya Al-Ma’rifah al-Hadasiyah ‘inda al-Imam al-Ghazali wa dauruha fi Tahsili al-Ulum al-Kauniyah (Pengetahuan Intuitif menurut Imam al-Ghazali dan Peranannya dalam Pemerolehan Ilmu Pengetahuan Alam)  di hadapan tujuh dewan penguji.

“Hari ini merupakan hari bersejarah untuk Unida dan untuk promovendus,” kata Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA selaku ketua sidang pada kalimat pembukannya.

Sidang terbuka promosi doktor pria kelahiran Pasuruan 22 November 1982 ini terbilang istimewa. Karena disertasi ditulis dengan bahasa Arab serta prosesi sidang semuanya juga menggunakan bahasa Arab.

Selain itu, sidang terbuka kali ini mengundang penguji dari luar negeri, yaitu dari Mesir dan Turki melalui online. “Prof. Dr. Abdur Rodhi Muhammad Abdul Mohsen Ridwan, Guru Besar bidang Filsafat Islam Universitas Darul Ulum Kairo, Mesir. Prof. Dr. Ziyad Ar-Rawisydah, Guru Besar bidang Teologi dari Universitas Istanbul Turki,” terang Prof. Amal pada saat memperkenalkan satu persatu para penguji.

Dewan penguji lainnya adalah Prof. Dr. Suparman Syukur, MA (dari UIN Walisongo Semarang), Prof. Dr, Roem Rowi (dari UIN Sunan Ampel Surabaya), Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi (Unida), Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi (Unida) dan Dr. Khalid Muslih, MA (Unida).

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Kholili pada sidang tersebut menjelaskan empat masalah yang melatar belakangi penelitian disertasinya. Pertama, mayoritas ilmuan tidak memandang penting intuisi dalam konteks epistemologi, Kedua, intuisi tidak dikategorikan sumber ilmu yang sah.

Ketiga, ada perbedaan fundamental konsep intuisi para filosof Barat dengan yang dipahami ulama Islam. “Penelitian ini berusaha membuktikan ada hubungan erat bahkan korelasi penting antara pengetahuan intuitif dengan ilmu pengetahuan alam,” ujar suami Wardatul Jannah ini dalam presentasinya.

Menurut Kholili di antara problematika kajian sains hingga kini, dalam konteks empistemologi, adalah sains masih belum bisa bertemu dengan intuisi. Hal ini dapat dipahami, karena sains memang berkembang dari paradigma empiririsme dan rasionalisme.

Sedangkan intuisi dinilai merupakan pengetahuan yang abstrak, ghaib, dan tidak bisa diukur.  Ia menambahkan bahwa hasil dari penelitiannya menemukan relevansi pengetahuan intuitif, berdasarkan pemikiran Imam al-Ghazali, dalam bentuk tiga aspek.

“Pertama, pengetahuan intuitif sebagai asas, kedua, proses pemerolehan dan ketiga, sebagai aksiologi ilmu pengetahuan,” kata Direktur InPAS (Institut Pemikiran dan Peradaban Islam) ini.

Disertasi Kholili mendapatkan apresiasi dari para dewan penguji. “Kajian ini tentang filsafat dan tasawuf. Pembahasan ini sangat rumit. Saya ucapkan selamat, karena Kholili berhasil menyelesaikan penelitian ini,” ujar Prof. Suparman Syukur.

Sementara itu, Prof. Dr. Ziyad, dari Universitas Istambul Turki juga memuji bahwa tema yang ditulis ini tema sulit, tapi oleh peneliti ditulis dengan bahasa yang mudah dan pembahasan yang tidak sulit dipahami.   “Disertasi ini menyajikan hal baru. Yaitu antara sains dan intuisi. Sains itu sesuatu dan intuisi juga sesuatu yang lain. Tetapi disertasi ini berhasil membuktikan keduanya ada hubungan erat,” puji Prof. Amal pada saat akan menutup sidang.

Sebelum sidang ditutup, dilaksanakan prosesi pemakaian baju toga doktoral Unida kepada Kholili Hasib. Pemakaian baju toga ini sebagai pengukuhan secara sah menyandang gelar doktor di Unida.

Kholili Hasib lahir di Bangil Pasuruan, Jawa Timur. Alumni Program Kaderisasi Ulama (PKU) Angatakan ke-2, MUI-Unida Gontor tahun 2009 ini dikenal rajin menulis di berbagai media massa dan aktif dalam kegiatan Islam.

Anggota Dewan Pakar FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Pasuruan ini sejak kecil dididik dalam lingkungan NU yang kuat. Ibunya, Sholihah seorang anggota Muslimat NU, sedang ayahnya (alm) KH. Ahmad Hasib bin Kiai Kholil, pernah menjabat musytasyar NU Kecamatan Pandaan.

Di tengah kesibukannya mengajar, alumni PP. Aqdamul Ulama Pandaan ini saat ini juga tercatat sebagai anggota ICMI Jatim bidang Pemikiran Keislaman dan Penerbitan, Pengasuh Kulliyat Dirasah Islamiyah (KDI) Pandaan, Pengajar Ma’had Aly Darul Ihya Li Ukumiddin Bangil dan Sekretaris S3 Pendidikan Agama Islam IAI Dalwa.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Doktor Bidang Akidah dan Filsafat IslamPesantren DalwahUNIDAUniversitas Darussalam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya senjata ukraina Mozambique Bersikukuh Netral dalam Konflik Ukraina-Rusia
Tulisan selanjutnya Namibia Cabut Kewajiban Masker dan Tes PCR Pendatang Asing

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?