Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belanda Gagalkan Mata-mata Rusia yang Berusaha Menyusup ke ICC

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juni 2022 14:17 2:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juni 2022 14:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Badan intelijen Belanda mengatakan, hari Kamis (176/6/2022), bahwa mereka menggagalkan upaya canggih oleh mata-mata Rusia yang menggunakan identitas Brazil palsu untuk magang di International Criminal Court (ICC) yang sedang menyelidiki dugaan kejahatan perang Rusia di Ukraina.

General Intelligence and Security Service of the Netherlands atau AIVD mengatakan pria berusia 36 tahun itu, diidentifikasi sebagai Sergey Vladimirovich Cherkasov, bekerja untuk dinas intelijen Rusia GRU dan berusaha mendapatkan akses ke mahkamah internasional itu yang berbasis di Den Haag dengan nama Viktor Muller Ferreira.

“Apabila agen intelijen itu berhasil memperoleh akses sebagai pegawai magang di ICC, dia akan dapat mengumpulkan informasi intelijen di sana dan mencari orang untuk direkrut, serta dapat mengakses sistem digital ICC,” kata badan telik sandi Belanda itu.

“Dengan begitu dia akan bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap intelijen yang dicari GRU. Dia mungkin juga dapat mempengaruhi proses pidana ICC,” imbuhnya.

AIVD mengatakan pihaknya berhasil mengungkap identitas pria tersebut dan memberitahukan badan keimigrasian Belanda pada bulan April yang kemudian menyatakannya sebagai ancaman bagi keamanan nasional.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan alasan-alasan itu, pria tersebut ditolak masuk Belanda pada bulan April dan ditetapkan sebagai persona non grata. Dia kemudian langsung dikirim kembali ke Brazil, kata AIVD, yang tidak menjelaskan bagaimana pihaknya mengetahui bahwa orang tersebut sebenarnya agen mata-mata Rusia yang menggunakan identitas palsu Brazil.

Pada bulan Maret, jaksa ICC Karim Khan membuka penyelidikan di Ukraina, di mana pasukan Rusia dituduh melakukan kejahatan perang. Pengadilan itu juga sedang menyelidiki dugaan kejahatan yang dilakukan selama Perang Rusia-Georgia 2008 dan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tiga orang yang bertugas di Republik Ossetia Selatan, negara yang dideklarasikan secara sepihak kemerdekaannya dengan dukungan Rusia.

Jubir pengadilan internasional itu Sonia Robla mengatakan bahwa ICC diberitahu oleh pihak berwenang Belanda dan sangat berterima kasih kepada Belanda atas operasi penting itu yang berhasil mengungkap bahaya yang mengancam ICC.

Robla mengapresiasi Belanda yang sebagai tuan rumah dari kantor pusat ICC sangat melindungi mahkamah internasional tersebut.

“ICC menanggapi ancaman ini dengan sangat serius dan akan terus bekerja dan bekerja sama dengan Belanda,” tegas Robla, seperti dilansir Associated Press.

Dalam pernyataan perihal upaya infiltrasi yang gagal itu, badan intelijen Belanda mengatakan Cherkasov menggunakan “identitas samaran yang dibuat dengan sangat baik yang dengannya dia menyembunyikan semua keterkaitannya dengan Rusia pada umumnya, dan GRU pada khususnya.

Agen ilegal itu, menurut AIVD, mendapatkan pelatihan yang lama dan intensif. Intelijen Belanda bahkan merilis sebuah dokumen yang sudah disunting, bertanggal sekitar 2010, yang di dalamnya memaparkan bagaimana dia mengarang cerita tentang latar belakang palsunya.

“Disebabkan identitas alias mereka, agen-agen ilegal seperti ini sulit untuk ditemukan,” kata AIVD. “Oleh karena itu mereka sering tidak terdeteksi, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk melakukan aktivitas intelijen. Oleh karena mereka menampilkan dirinya sebagai orang asing, mereka akan bisa mengakses infoyyang tidak dapat diakses oleh orang yang berkewarganegaraan Rusia.”

Ini bukan pertama kalinya mata-mata Rusia mencoba menyusup ke dalam organisasi internasional yang bermarkas di Den Haag.

Pada tahun 2018, Menteri Pertahanan Belanda menuduh mata-mata GRU berusaha melakukan peretasan terhadap sistem Organization for the Prohibition of Chemical Weapons dan ke dalam database terkait penyelidikan internasional terhadap insiden jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 tahun 2014 di wilayah Ukraina. Hasil penyelidikan mengatakan pesawat itu dijatuhkan oleh rudal yang ditembakkan ke arah Ukraina dari pangkalan militer Rusia dan ditembakkan dari wilayah yang dikendalikan oleh separatis pro-Moskow. Rusia membantah terlibat dalam kasus tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaDen HaagICCintelijenInternational Criminal Courtkejahatan perangmata-matarusiaUkraina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara Prancis di Sahel Tangkap Anggota Senior Kelompok Afiliasi ISIS
Tulisan selanjutnya Hasil Studi Mengungkap Pedofilia Meluas di Keuskupan Münster dan Sengaja Ditutupi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?