Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bersalah! Tentara Jerman Pura-pura Jadi Pengungsi untuk Menyerang Politisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Juli 2022 20:33 8:33 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Juli 2022 20:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang tentara Jerman berideologi sayap kanan dinyatakan bersalah karena berencana melakukan serangan “false flag” terhadap para politisi senior dan tokoh masyarakat dengan menyamar sebagai pengungsi Suriah.

Pengadilan Tinggi Regional Frankfurt hari Jumat (15/7/2022) menghukum Franco Albrecht, 33, penjara selama lima tahun enam bulan atas dakwaan melakukan tindakan subversi, melanggar UU persenjataan dan bahan peledak serta dua dakwaan penipuan.

Pria berpangkat letnan dari pasukan gabungan Franco-German Brigade itu memiliki pandangan ekstremis sayap kanan dan etnis-nasionalis. Dia menyalahkan “disintegrasi bangsa Jerman” kepada para politisi pro-pengungsi, kata hakim Christoph Koller, di persidangan, lansir The Guardian.

Albrecht ditahan pada tahun 2017 setelah tertangkap saat mencoba mengambil senjata yang sebelumnya dia sembunyikan di toilet umum di bandara Wina.

Pemeriksaan sidik jari mengungkapkan bahwa lulusan akademi militer bergengsi Saint-Cyr di Brittany itu telah menjalani kehidupan ganda sebagai orang Suriah beragama Kristen yang sedang mencari suaka. Dengan menggunakan identitas palsu sebagai David Benjamin, dia telah mendaftar ke otoritas di kota Erding di Bavaria dan mendapatkan suaka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jaksa meyakini bahwa dengan identitas dan status palsu tersebut dia berencana melakukan serangan terhadap tokoh-tokoh di Jerman supaya publik mengira pelakunya adalah pengungsi. Dari situ dia berharap publik Jerman akan memandang buruk keberadaan pengungsi dan pencari suaka.

Nama politisi pro-pengungsi dari Partai Hijau yang sekarang menjabat menteri kebudayaan, Claudia Roth, ditemukan di buku harian Albrecht.

Terdakwa juga menyimpan foto-foto yang memotret daerah sekitar kantor aktivis anti-rasisme Anetta Kahane.

Dia juga memiliki buku Mein Kampf karya Adolf Hitler dan menyebut imigrasi sebagai salah satu bentuk “genosida”.

Dalam persidangan, Albrecht mengaku menyamar dan menarik keuntungan sebagai pengungsi Suriah, serta memiliki senjata, bahan peledak, dan amunisi secara ilegal.

Namun, dia membantah bahwa persenjataan yang dimilikinya untuk melakukan serangan, melainkan hanya untuk berjaga-jaga jikalau serangan Rusia atas Eropa Timur akan meluas.

Tujuan dari identitas gandanya, menurut Albrecht, adalah untuk mengungkap betapa mudahnya mengeksploitasi sistem suaka Jerman.

Mengenai senjata yang disembunyikan yang menyebabkan penangkapannya, tentara itu mengatakan di persidangan bahwa dia menemukan senjata secara kebetulan ketika sedang mabuk dan buang air kecil di semak-semak pada suatu malam, dan kemudian baru menyadarinya bahwa senjata tersebut masih ada di jaketnya ketika dia diperiksa di bandara keesokan harinya.

Akan tetapi klaimnya tersebut dibantah seorang pakar forensik, yang mengatakan bahwa sidik jari terdakwa ditemukan tidak hanya fi bagian luar senjata tetapi juga di bagian dalam.

“Itu adalah senjata api yang biasa dipakainya,” kata pakar itu kepada Süddeutsche Zeitung.

Dalam penggerebekan di flatnya, polisi menemukan 21 ponsel, 50 kartu telepon prabayar, lima parang, dan sertifikat vaksin palsu. Tiga lagi senjata api, yang diakui Albrecht selama persidangan masih belum dimasukkan dalam perhitungan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekstremis kananJermanpolitisitentara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran di Sejumlah Negara Eropa dan Maroko Ribuan Hektar Hutan Hangus
Tulisan selanjutnya Internetan Bebas Worry, UMKM Goes Digital Bareng Teman Kreasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?