Hidayatullah.com– Seorang bayi telah meninggal karena Marburg di Ghana ketika otoritas kesehatan mengklarifikasi angka-angka dari mereka yang wafat akibat virus itu, yang berasal dari keluarga yang sama dengan Ebola.
Kematian ini menambah jumlah total orang yang telah meninggal di Ghana dalam wabah saat ini menjadi dua. Ayah bayi 14 bulan adalah orang pertama yang meninggal di negara itu.
Sementara itu, ibu bayi sudah dites positif terkena virus tetapi “hidup dan sehat”, menurut pemerintah yang mengatakan wanita itu menerima perawatan di pusat isolasi untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut, lansir BBC Selasa (2/7/2022).
Virus Marburg sangat menular dan mirip dengan Ebola. Virus menyebabkan demam, nyeri otot, diare, muntah dan, dalam beberapa kasus, kematian karena kehilangan banyak darah.
Ini adalah kedua kalinya Marburg diidentifikasi di Afrika Barat. Ada satu kasus yang dikonfirmasi di Guinea tahun lalu, tetapi wabah itu dinyatakan berakhir pada bulan September, lima minggu setelah kasus itu ditemukan.
Selain Afrika Barat, wabah sebelumnya dan kasus sporadis telah dilaporkan terjadi di Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan dan Uganda, kata WHO.
Virus itu menewaskan lebih dari 200 orang di Angola pada 2005, wabah paling mematikan yang pernah tercatat menurut badan kesehatan global itu.
Wabah Marburg pertama kali terjadi di Jerman pada tahun 1967 di mana tujuh orang meninggal.*




