Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cacar Monyet Bukan Salah Monyet, Mereka Juga Korban

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2022 08:49 8:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Agustus 2022 08:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa wabah cacar monyet yang sedang merebak di seluruh dunia saat ini tidak ada kaitannya dengan monyet, menyusul kabar pembantaian hewan primata itu di Brazil.

“Yang perlu diketahui masyarakat adalah bahwa penularan yang kita lihat sekarang ini terjadi di antara manusia,” kata juru bicara WHO Margaret Harris kepada wartawan di Jenewa (9/8/2022).

Dia mengatakan primata itu tidak dapat disalahkan atas lonjakan kasus cacar monyet di Brazil, menyusul laporan di sejumlah kota perihal serangan fisik dan keracunan monyet-monyet di negeri samba itu.

Di cagar alam di Rio Preto, negara bagian São Paulo, 10 monyet tampaknya telah diracun atau dilukai dengan sengaja kurun kurang dari sepekan, menurut situs berita lokal G1. Tim penyelamat dan aktivis menduga monyet-monyet itu diracun dan diserang setelah tiga kasus cacar monyet dikonfirmasi di daerah itu.

Menurut WHO, di Brazil telah terdapat lebih dari 1.700 kasus dan satu kematian akibat cacar monyet (monkeypox).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Harris menggarisbawahi bahwa terlepas dari namanya, monyet bukanlah penular utama penyakit dan tidak ada hubungannya dengan wabah tersebut. Monkeypox menerima namanya karena virus pertama kali diidentifikasi terdapat pada monyet-monyet yang dipelihara untuk riset di Denmark. Namun, penyakit itu sendiri ditemukan di sejumlah hewan, paling banyak di kalangan hewan pengerat.

Virus penyakit itu, yang berasal satu keluarga dengan virus cacar, dapat melompat atau menular dari hewan ke manusia. Namun, wabah sekarang ini lebih disebabkan kontak dekat antarmanusia.

Hampir semua kasus cacar monyet di seluruh dunia sejauh ini terjadi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki atau kalangan gay dan biseksual. 

Oleh karena itu, kata Harris, masyarakat “tentu saja tidak boleh menyerang binatang apa pun”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:biseksualCacar monyetdenmarkgayMonkeypoxRisetWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salman Rushdie Kemungkinan akan Kehilangan Satu Mata, Livernya Rusak
Tulisan selanjutnya Jerman Tangguhkan Sebagian Besar Operasi Militer di Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?