Hidayatullah.com– Australia akan memiliki satu hari libur nasional sebagai tanda duka cita kematian Ratu Elizabeth II. Demikian diumumkan Perdana Menteri Anthony Albanese.
Tampil dalam acara ABC’s Insiders hari Ahad pagi (11/9/2022), Albanese mengatakan hari Kamis tanggal 22 September 2022, yang bertepatan dengan kebaktian di gereja mengenang kematian Elizabeth II, akan dijadikan sebagai hari libur nasional bagi rakyat Australia. Libur hanya satu hari itu saja diberikan agar masyarakat Australia dapat menyampaikan penghormatan terakhir untuk Ratu Elizabeth, kata Albanese.
“Saya sudah berbicara dengan semua menteri utama dan kepala menteri kemarin dan saya menulis surat kepada mereka secara resmi pagi ini, mereka akan telah menerima suratnya sekarang. Mereka semua sudah setuju bahwa tanggal itu layak menjadi hari libur nasional sekali,” papar PM Australia itu seperti dilansir The Guardian Ahad (11/9/2022).
Pada hari berkabung itu Canberra akan menggelar sebuah seremoni yang dilakukan setelah pemakaman Elizabeth II dilakukan di London pada Senin 19 September 2022.
Dengan demikian, masyarakat akan menikmati libur akhir pekan selama 4 hari, sebab hari Jumat sebelum laga final AFL digelar juga merupakan libur nasional.
Tidak semua senang dengan pengumuman hari libur itu. Presiden Australia Medical Association Steve Robson mengatakan hari libur mendadak itu justru akan menimbulkan kekacauan jadwal kerja di rumah sakit.
“Banyak pasien yang sudah dijadwalkan operasi dan konsultasi pada hari itu, di masa ketika akses sulit,” protesnya di Twitter. “Terima kasih sudah memberitahukan libur ini secara mendadak.”
Eric Levi, seorang dokter bedah kepala dan leher, mengatakan ada enam pasiennya yang dijadwalkan akan dioperasi hari itu dan tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mereka.
“Bagi mereka yang ‘tetap buka’, ingat bahwa kita membutuhkan perawat, tenaga kesehatan lain, tenaga administrasi, teknisi, dll untuk menjalankan klinik atau daftar operasi,” cuitnya di Twitter. “Apabila sekolah dan tempat penitipan anak tutup, banyak tenaga perawat yang tidak dapat berangkat kerja dan layanan kesehatan tidak akan berjalan.”
PM Australia dan Gubernur Jenderal Australia David Hurley hari Rabu besok akan terbang ke London dan tinggal selama beberapa hari guna menghadiri prosesi pemakaman Elizabeth II. Sebagaimana diketahui, Australia yang merupakn bekas koloni Inggris, masih menganggap raja atau ratu Inggris sebagai kepala negaranya.
Menyusul kabar kematian itu, Parlemen Australia ditangguhkan aktivitasnya selama dua pekan, meskipun anggota parlemen di Inggris sendiri hanya diberi masa berkabung 10 hari.
PM Albanese mengatakan pemerintah akan mengganti hari-hari kerja yang hilang itu.*




