Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 12 Januari 2023 18:53 6:53 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 12 Januari 2023 19:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Usai meraih juara pertama dengan “nilai A” dalam kompetisi pidato pada tahun ini, Ateefa K tidak ingin melanjutkan untuk berkompetisi di Festival Seni Sekolah Negeri Kerala, yang diklaim sebagai festival seni terbesar di Asia untuk anak sekolah.

Muslimah berprestasi berusia 16 itu ingin kembali ke Karnataka, India, tempat kakeknya bermigrasi dari Kerala. Kerinduan kepada keluarga menjadi penyebab keputusannya itu.

“Aku rindu mereka. Jaraknya 535 km dari sini,” ujarnya kepada Maktoob dalam bahasa Malayalam dengan terbata-bata. Demi bersekolah, Muslimah itu harus meninggalkan kedua orang tua dan tiga saudara kandungnya.

Ateefa, yang sekarang kelas 10 di SMA KPCL Shimogga, terpaksa pindah ke sekolah di Kerala usai pemerintah Karnataka memberlakukan larangan hijab pada Februari tahun lalu.

Dia sekarang belajar di Darunnajath HSS, sebuah sekolah di Kerala. Ateefa juga mengisahkan momen ketika larangan hijab pertama kali berlaku.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Suatu hari polisi dan guru mengadakan pertemuan dan memberi tahu kami bahwa aturan seragam baru tidak mengizinkan hijab. Kami adalah lima gadis yang mengenakan hijab di kelas. Semua orang berhenti bersekolah,” kenang Afeefa. Meskipun siswa lain mengikut ujian akhir dengan melepas hijab, Afeefa tidak bisa melakukan hal yang sama. Ia tidak mampu melepas hijabnya.

Guru dan teman sekelas Ateefa mengaku sedih tentang situasi tersebut dan memintanya untuk tidak pindah “entah bagaimana”.

“Hijab tidak diperbolehkan untuk siswa sampai kelas tujuh di Karnataka. Saya akhirnya memakainya di kelas 8 dan itu hanya dua tahun. Saya tidak ingin melepasnya”.

Ateefa mengaku orang tuanya meminta ia untuk memilih dan mereka mendukung apapun pilihannya.

Di Festival Seni, yang berakhir pada 7 Januari, topik kompetisi pidato berbahasa Kannada adalah “peran pemilih dalam demokrasi”. Afeefa mengatakan dia menjelaskan penyalahgunaan pemilih dan bagaimana hal itu merusak masyarakat.

Bahasa Kannada ialah bagian dari kelompok bahasa Dravida, yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat negara bagian Karnataka, India Selatan. Bahasa ini juga dipakai oleh sebagian warga Tamil Nadu, Andhra Pradesh, Kerala hingga Maharashtra.

Tidak seperti kontestan lain, yang dilatih untuk kompetisi tersebut, Afeefa tidak memiliki pelatih.

“Kepala sekolah memberi saya topik dan saya menerjemahkannya ke bahasa Kannada dan menyampaikan kepadanya. Saya kemudian menerjemahkan ke bahasa Malayalam agar dia mengerti,” Afeefa menjelaskan proses yang melelahkan saat mempersiapkan kompetisi.

Dia sedang menunggu keputusan Mahkamah Agung India terkait perintah larangan hijab yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Karnataka pada Februari tahun lalu, yang menyebabkan banyak gadis Muslim keluar dari lembaga pendidikan.

Putusan pisah Mahkamah Agung yang dijatuhkan pada 13 Oktober 2022, hanya memperpanjang penantian para mahasiswa akan keadilan. Masalahnya sekarang ditempatkan di hadapan Ketua Mahkamah Agung untuk membentuk Majelis yang sesuai.

“Ada kebutuhan mendesak agar masalah ini segera ditangani karena siswa perempuan Muslim terus ditolak hak konstitusionalnya atas pendidikan, martabat dan privasi,” sebuah laporan dari Persatuan Rakyat untuk Kebebasan Sipil (PUCL) cabang Karnataka menyatakan.

Adik perempuan Afeefa, yang naik ke kelas 8 tahun lalu, diterima di sekolah swasta yang dikelola manajemen Muslim. Dia harus melakukan perjalanan selama satu jam dari rumah ibu mereka untuk mencapai sekolah, kata Afeefa.

Tinggal di asrama sekolah, Afeefa hanya bisa bertemu orang tuanya selama liburan. Dia juga berencana mencari sekolah di Mangalore, di mana hijab diperbolehkan.

“Saya bisa lebih dekat ke rumah,” tambahnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indialarangan hijab di indialarangan jilbabmuslim India
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Richard Rufus Dulu Bintang Sepakbola Sekarang Tukang Tipu £15 Juta
Tulisan selanjutnya Bendera LGBT AS Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Berita
13 Juni 2026 15:11
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Richard Rufus Dulu Bintang Sepakbola Sekarang Tukang Tipu £15 Juta

12 Januari 2023 19:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?