Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Kampong Jendrami dan Spirit Persatuan Muslim Nusantara

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 27 Januari 2023 10:58 10:58 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 27 Januari 2023 11:30
Bagikan
Kampong Jenderami melestarikan tradisi Melayu Nusantara
Bagikan

Kampong Jenderami mempertahankan nilai-nilai agama, kebudayaan Islam berkarakter Melayu, khusnya melestarikan bangsa Melayu Nusantara

Oleh: Kholili Hasib

Hidayatullah.com | Baru-baru ini saya mengunjungi Kampong Jenderami. Kehadiran kami beserta rombongan disambut Syekh Hafidz, selaku pimpinan Yayasan Al Jenderami.

“Setiap tahun para ulama, kiai, habaib daripada berbagai negeri Melayu. Daripada Patani Thailand Selatan, Indonesia, Singapura, Brunei, dan lain lain datang ke Yayasan Jendrami ini,” ujar Syekh Hafidz Selamat, menyambut kehadiran kami dari Indonesia pada 26 Januari 2023.

Rombongan Indonesia yang datang dari Indonesia berasal dari Lembaga Kajian Khazanah Nusantara (LKKN) Jakarta dan dari UII (Universitas Islam Internasional) Dalwa Bangil.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Yayasan al Jenderami sangat berkembang dengan pesat. Bahkan telah meciptakan suatu model perkampungan Islami yang  sejahtera,  Kampong Jenderami.

Tetapi, ada satu hal yang cukup menarik. Bukan sekedar dari seni arsitektur yang modern dengan tetap mempertahankan karakter Islami-nya,  tetapi juga mengumpulkan secara rutin bangsa Muslim dari serantau Nusantara dalam berbagai even acara, khususnya saat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Secara geografis, Kampong Jenderami terletak di tempat strategis di Malaysia. Ia dihimpit bangunan-bangunan modern Putrajaya, Cyberjaya, KLIA dan Koridor Raya Multimedia (MCC).

Namun Jenderami mempertahankan nilai-nilai agama, kebudayaan Islam tradisional dan karakter Melayu.  Itulah simbol pertahanan sebuah peradaban.

Meski peradaban modern telah menggeser konsep nilai, budaya dan agama, digeser dengan nilai-nilai materialistis dan sekularistik. Tapi harus ada komunitas yang mempertahankan nilai tradisi.

Oleh sebab masyarakat Muslim modern perlu memiliki kerangka berfikir kuat sesuai dengan tradisi Islam. Lebih dari itu, komunitas yang masyarakatnya  mengamalkan adab-adab Islam.

Sebuah peradaban Islam perlu memiliki sandaran ilmu yang tersambung kepada para ulama salaf. Tradisi ilmu di Jenderami mungkin tidak sekuat komunitas muslim masa silam.

Akan tetapi paling tidak Jenderami menginpirasi dalam memegang isnad Ahlussunnah wal Jamaah dan membentuk kebersamaan dalam satu komunitas kecil yang senafas, seakidah. Hal itu nampak dalam pohon isnad Jenderami yang di pasang di kantornya, jalur sanadnya cukup detil.

Secara tradisi ilmu Jenderami nampaknya cenderung kepada tradisi ulama Makkah pada masa lampau. Empat madzhab berkembang dengan baik di Hijaz, tariqah sufi juga banyak dijumpai di masa silam di Makkah.

Secara historis karena Makkah pada masa silam sebelum abad 18 M, merupakan pusat belajar Islam. Pelajar belajar Islam rasanya belum sempurna bila belum mencicipi ilmu di Makkah.

Hal itu terbukti memang banyak ulama-ulama Nusantara yang alumni Makkah. Dari ulama Sumatera, Patani, semenanjung Melayu, Jawa, Kalimantan, Sulu dan lain-lain.

Kini dunia Islam ditantan dengan peradaban modern. Jenderami salah satu lembaga yang bisa menginspirasi Mulim Nusantara. Pertama yang perlu dilakukan Muslim Nusantara adalah persatuan.

Jenderami bisa mengawali meskipun masih dari segi yang belum besar. Dahulu melayu Nusantara tidak dipisahkan teritorial negara. Adanya pembagian negara itu pasca kolonialisme bangsa Eropa.

Mereka ini yang membagi bagi bangsa Melayu menjadi berbagai negara. Nusantara disatukan oleh satu bahasa yaitu Melayu, satu agama yaitu Islam, satu akidah yaitu Ahlussunnah wal Jamaah dan bahkan satu madzhab yaitu syafiiyah asyariyah.

Kedua, Muslim Nusantara perlu mengikat lebih kuat lagi dengan pertemuan-pertemuan ilmiyah dalam satu forum. Selain menyelenggarakan even even tradisi melayu dari berbagai negara, perlu menghadirkan ulama dan cendekiawannya untuk membicarakan isu-isu penting dan mendasar dari persoalan yang dihadapi kaum Muslimin di zaman modern ini.

Duduk bersama dari berbagai latarbelakang keilmuan merupakan kekuatan  tersendiri. Memang proses Islamisasi yang telah dilakukan oleh para pendahulu, khususnya yang berasal dari hadrami, harus dilanjutkan oleh generasi bangsa Melayu Nusantara saat ini.

Kita perlu memahami persoalan modernitas yang mrnggempur dan mengepung fikiran umat Islam kemudian memberi solusi berdasarkan tradisi ilmu para ulama silam. Minimal ada spirit membina peradaban dari aspek ya ng dasar. Semoga.*/ Kuala Kangsar Malaysia, 27 Januari 2023

Penulis adalah pengajar di Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (DALWA)

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kampong JendramiMelayu NusantaraMuslim Nusantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Taubat Sastrawan Lekra/PKI
Tulisan selanjutnya Sukses Uji Coba Jet, Kini Turki Ingin Kembangkan Kapal Selam Tanpa Awak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’

Berita
10 September 2026 05:00
Suriah Tangkap 9 Bekas Pilot Tempur Era Rezim Bashar al-Assad
Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam
Pengisi Utama Pro-Israel, Artis Portugal Berbondong-Bondong Tinggalkan Festival Lisbon
Penasihat Trump Khawatir Perang Iran Berlangsung Bertahun-tahun

Terbaru

  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
  • Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
  • Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’
  • Norwegia Ancam Penjara 3 Tahun bagi Perusahaan yang Berdagang dengan Permukiman Israel
  • Teror Bandit Merebak di Nigeria, Enam Imam Diculik
  • 900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
  • Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?