Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Geolog Islam, Peletak Geologi Modern

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Mei 2023 12:41 12:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Mei 2023 13:45
Bagikan
Abu Ar-Raihan Mohammad bin Ahmad al-Biruni
Bagikan

Studi geologi yang dikembangkan para saintis Islam sangat membantu menemukan zat mineral di dalam bumi yang memiliki nilai ekonomi

Hidayatullah.com | PARA sejarawan mengakui bahwa para ilmuwan Muslim telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Salah satu ilmu yang mendapat perhatian khusus dari umat Islam adalah geologi. 

Ilmu ini merupakan cabang ilmu alam yang mempelajari bumi, komposisi, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses asal mula terbentuknya bumi serta sejarah perkembangannya.

Para ilmuwan Islam memandang ilmu ini  penting, karena dapat  membantu manusia menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan juga metal seperti besi, tembaga, emas, dan uranium.

Pada awal era kekhalifahan Islam, umat Islam telah mampu menemukan ladang minyak, besi, emas, dan lainnya. Ilmuwan Barat, Fielding H Garisson, mengakui bahwa studi geologi modern dimulai pada era kekhalifahan.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Dalam bukunya yang berjudul History of Medicine, Garisson mengatakan bahwa umat Islam di abad pertengahan tak hanya mengawali berkembangnya aljabar, kimia, dan geologi, tapi juga telah meningkatkan dan memuliakan peradaban. Karena alasan itulah banyak ilmuwan Muslim yang mengkaji studi geologi, utamanya menyangkut tema-tema khusus, seperti mineral, batu-batuan, serta permata.

Sayangnya, kebanyakan risalah itu banyak yang hilang dan tak eksis lagi.

Ilmuwan yang berkosentrasi dalam bidang  ini antara lain Yahya bin Masawih (w. 857 M), yang menulis sebuah risalah tentang permata dan kekayaannya. Al-Kindi (w. 873 M) menulis tiga risalah yang salah satunya merupakan karya  yang terbaik, berjudul Gems and The Likes.

Al-Hasan bin Ahmad Al-Hamdani (334 H) menulis tiga buku mengenai metode eksplorasi emas, perak, permata, dan bahan mineral lainnya. Ikhwaan As-Safa (pertengahan abad ke-4 H) menulis ensiklopedia yang berisi bagian-bagian mineral  serta klasifikasinya.

Ada juga Ahmad bin Yousef Al-Tifashi menulis kitab Azhar al-Afkar fi Jawahir al-Ahjar, yang berisi tentang cara mengenali batu-batu mulia dan Mohammad bin Ibrahim Ibnu Al-Akfani (w. 1348 M) menulis buku berjudul Nukhab al-Thakhair fi Ahwaal al-Jawahir, yang  mengupas karakteristik batu-batu mulia.

Selain tokoh-tokoh tersebut, juga ada Abu Ar-Raihan Mohammad bin Ahmad al-Biruni (wafat 1048 M) yang  dikenal sebagai ahli mineralogi terhebat sepanjang sejarah peradaban Islam. Selain menulis Book of Coordinates, dia juga menyusun buku berjudul al-Jamhir fi Ma’rifatil al-Jawahir yang mengupas cara mengenali permata.

Buku itu dinilai sebagai kontribusi terbaik yang disumbangkan peradaban Islam bagi studi mineralogi. Sumbangan peradaban Islam dalam bidang mineralogi tak lepas dari keberhasilan umat Islam menguasai wilayah-wilayah penting seperti Mesir, Mesopotamia, India, dan Romawi.

Peradaban wilayah itu sebelumnya juga telah mengenal beragam jenis mineral, batu mulia, dan permata. Karya-karya terdahulu itu lalu dikembangkan dan diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan Muslim.

Abdus Salam (1984) dalam Islam and Science menyatakan, al-Biruni merupakan geolog Muslim yang berjasa mendirikan studi geologi modern. Secara mendalam, ilmuwan Muslim abad ke-11 M itu menulis tentang geologi India. Ia melontarkan sebuah hipotesis bahwa anak benua India awalnya adalah sebuah lautan.

“Jika Anda melihat tanah India dengan mata sendiri dan mengamati alamnya, sebenarnya daratan India awalnya adalah laut,” papar Al-Biruni dalam Book of Coordinates.

Ia juga menuturkan, keberadaan kerang dan fosil di wilayah negeri Hindustan menunjukkan kawasan itu adalah lautan yang kemudian meningkat menjadi daratan kering.

Berdasarkan penemuannya itu, menurut Al-Biruni bumi itu secara konstan mengembang. Temuannya itu memperkuat pandangan Islam bahwa bumi tak kekal.

Teori bumi tak kekal yang dilontarkan Al-Biruni itu berlawanan dengan keyakinan ilmuwan Yunani Kuno yang berpendapat bumi itu kekal. Al-Biruni pun lalu menegaskan bahwa bumi juga memiliki usia.

Pendapat sang ilmuwan Muslim di era kekhalifahan itu terbukti. Para geolog modern akhirnya membuktikan pendapat itu dengan menyatakan bahwa usia bumi diperkirakan sekitar 4,5 miliar tahun.

Berpengaruh Terhadap Peradaban Barat

Ilmuwan Muslim legendaris, Ibnu Sina (981-1037 M), juga turut memberi kontribusi yang amat penting bagi studi geologi. Avicenna—begitu masyarakat Barat biasa menyebutnya—menamakan geologi sebagai attabieyat. Dalam bab 5 ensiklopedia berjudul Kitab Al-Shifa, Ibnu Sina menjelaskan mineralogi dan meteorologi.

Selain itu, bab 6 kitab yang sama juga mengupas berbagai hal tentang bumi dan proses pembentukannya. Secara rinci dan lugas, Ibnu Sina membahas pembentukan gunung, manfaat gunung dalam pembentukan awan, sumber-sumber air, asal muasal gempa bumi, pembentukan mineral-mineral, serta keanekaragamaan lahan tanah di bumi.

Pemikiran Ibnu Sina tentang geologi ternyata sangat berpengaruh terhadap peradaban Barat. Berkat jasa Ibnu Sinalah masyarakat Barat kemudian mengenal hukum superposisi, konsep katastropisme (bencana besar), serta doktrin uniformitarianism.

Buah pikir Ibnu Sina juga banyak memengaruhi ilmuwan Barat bernama James Hutton dalam mencetuskan Teori Bumi pada abad ke-18 M.

Secara terang-terangan, dua akademisi Barat bernama Toulmin dan Goodfield (1965) menjelaskan sumbangsih yang diberikan Ibnu Sina bagi studi geologi modern. Keduanya mengakui bahwa pada abad ke-10 M, Ibnu Sina telah melontarkan hipotesis tentang asal muasal bentangan gunung.

Padahal, 800 tahun kemudian, pemikiran seperti itu masih dianggap radikal di dunia Kristen. Tak cuma itu, metodologi ilmiah serta observasi lapangan yang dikembangkan Ibnu Sina hingga kini masih tetap menjadi bagian yang penting dalam investigasi geologi modern.

Studi geologi yang dikembangkan para saintis Islam ini sangat membantu menemukan zat mineral lainnya yang memiliki nilai ekonomi, seperti asbestos, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, kuarsa, dan juga elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium.

Sumbangan lainnya yang didedikasikan ilmuwan Muslim untuk studi geologi adalah penemuan kristalisasi dalam proses pemurnian. Terobosan penting ini menurut George Sarton, dilakukan Jabir Ibnu Hayyan, saintis Muslim pada abad ke-8 M.

Pada masa ini, para ilmuwan Islam sudah mampu menjelaskan komposisi kimia dan struktur kristal. Batu permata dan batu mulia dinilai para ilmuwan Muslim sebagai jenis mineral yang khusus. Intan, batu nilam, jamrud serta yang lainnya digolongkan ke dalam mineral.

Itulah kontribusi umat Islam dalam ilmu geologi yang tidak mungkin dinafikkan.*/ Bahrul Ulum, pernah ditulis Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:geolog MuslimgeologiHeadlinePilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hacker Indonesia Peretas Menggunakan Alat Mirip AI seperti ChatGPT untuk Mengelabui Orang
Tulisan selanjutnya PP Muhammadiyah Merancang Program 5000 Doktor untuk Memajukan PTM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?