Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Tak Mau Terlibat Kejahatan Perang, Kanada Larang Penjualan Senjata ke Israel

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Maret 2024 23:31 11:31 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 21 Maret 2024 09:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Kanada akan memberlakukan larangan penjualan senjata ke entitas Zionis Israel, menurut pengumuman Menteri Luar Negeri Melanie Joly pada Selasa (19/03).

“Ini adalah hal yang nyata,” kata Joly kepada surat kabar Kanada, The Toronto Star, pada hari Selasa. Keputusan tersebut menyusul pemungutan suara 204-117 di parlemen Kanada pada tanggal 18 Maret yang mendukung penghentian penjualan tersebut. Meskipun awalnya hanya penangguhan, namun kemudian keputusannya diubah menjadi pelarangan penuh.

“Ada sejumlah kontrak yang sudah berjalan, tetapi ini bersifat berkelanjutan, saya kira begitulah pandangan menteri. Ada banyak kekhawatiran yang diungkapkan sehubungan dengan… penjualan militer yang mematikan ke Israel selama konflik,” kata Menteri Pertahanan Kanada Bill Blair pada tanggal 19 Maret.

Pemerintah Kanada sebelumnya telah menangguhkan sementara izin ekspor barang-barang militer ke Israel. Namun, Global Affairs Canada, badan pemerintah yang bertanggung jawab atas hubungan diplomatik dan konsuler, terus menerima permohonan ekspor senjata ke Israel, dan meninjaunya berdasarkan kasus per kasus.

Setelah pemungutan suara parlemen pada hari Senin, Kanada memutuskan untuk menghormati keputusan tersebut.

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Entitas Zionis memandang mosi tersebut sebagai serangan terhadap ‘hak untuk membela diri’ Israel terhadap Hamas.

“Sangat disayangkan bahwa pemerintah Kanada mengambil langkah yang merongrong hak Israel untuk membela diri terhadap para pembunuh Hamas yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang mengerikan dan terhadap warga negara Israel yang tidak bersalah… Sejarah akan menilai langkah pemerintah Kanada saat ini dengan keras,” ujar Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, sebagai tanggapannya.

Mosi asli, yang diajukan oleh Partai Demokrasi Baru Kanada (NDP), termasuk seruan untuk pengakuan negara Palestina dan sanksi terhadap para pejabat Israel atas hasutan genosida. Namun, mosi tersebut telah dilunakkan dalam kesepakatan antara NDP dan pemerintah liberal Kanada.

“Pemungutan suara oleh Parlemen malam ini tidak berjalan sejauh yang kami harapkan, tetapi tetap merupakan langkah kecil untuk mengakhiri keterlibatan Kanada dalam perang genosida Israel di Gaza,” kata Canadians for Justice and Peace in the Middle East (CPJME) dalam sebuah pernyataan setelah pemungutan suara pada hari Senin.

CPJME mengatakan bahwa pihaknya “sangat kecewa karena banyak bahasa dalam mosi yang diamandemen telah diperhalus atau dimodifikasi sedemikian rupa untuk mempromosikan narasi palsu Israel dan persetujuan terhadap status quo yang mengerikan,” seraya menambahkan bahwa “pelemahan resolusi NDP melemahkan signifikansi pemungutan suara Parlemen.”

Sejak 7 Oktober, Kanada telah menyetujui sedikitnya 21 juta dolar izin baru untuk ekspor senjata ke Israel.

Ekspor senjata AS ke Israel, di sisi lain, jauh lebih tinggi. Sejak dimulainya perang, lebih dari 100 penjualan senjata ke Israel telah disetujui, di antaranya amunisi tank senilai 106 juta dolar AS dan komponen peluru senilai 147,5 juta dolar AS.

PBB telah berulang kali memperingatkan dalam beberapa bulan terakhir bahwa negara-negara yang mengekspor senjata atau barang-barang militer ke Israel berisiko tinggi terlibat dalam kejahatan perang.

Beberapa negara, termasuk Spanyol, Belanda, Jepang, dan Belgia, telah mengambil langkah serupa.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelkanadakejahatan perangPenjualan SenjataPerang GazaPerang Palestina-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dewan Masjid Indonesia Diusulkan Bentuk Bank Masjid Indonesia
Tulisan selanjutnya Surat untuk Anak-Anak Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?