Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Perempuan Sudah Istimewa Tanpa Feminisme

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Juni 2024 19:12 7:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Juni 2024 13:02
Bagikan
Perempuan Islam tanpa Feminisme
Bagikan

Dalam Islam, perempuan terlahir sudah sangat istimewa, tanpa perlu mengenal feminisme, tanpa perlu berebut kekuasaan dan meminta “tanggung jawab” sama seperti laki-laki

Hidayatullah.com  | PEREMPUAN diciptakan dengan keistimewaan tersendiri. Ia tidak sama dengan laki-laki.

Firman Allah SWT:

“…وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَىٰ…”

“…dan anak laki-laki dan anak perempuan tidaklah sama…” (QS: Ali Imran : 36)

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Asal usul peristiwa perempuan yang berbeda dengan laki-laki memberikan indikasi bahwa masing-masing jenis kelamin tersebut mempunyai peran dan fungsi yang berbeda dan khas.

Allah Swt telah menciptakan ruang khusus pada tubuh perempuan yang tidak terdapat pada laki-laki, yaitu rahim. Di sanalah kehidupan manusia dimulai dan berhenti sejenak sebelum dilahirkan ke dunia.

Dengan rahim tersebut lahirlah keturunan dan manusia terus berkembang biak di muka bumi.

Allah SWT telah meninggikan derajat perempuan dengan memberikan fungsi khusus dan tugas yang sangat berat ini hanya kepada perempuan. Terpilihnya perempuan sebagai sumber warisan generasi manusia merupakan simbol keagungan rahmat Allah SWT terhadap mereka.

Ketidaktahuan akan fakta dasar bahwa ini adalah peran unik perempuan telah menyebabkan para feminis percaya bahwa baik jenis kelamin, laki-laki dan perempuan harus memiliki kekuasaan yang sama, tanggung jawab yang sama dan hak yang sama.

Faktanya, wanita sangat berbeda dengan pria. Bukan hanya rahim yang tercipta di dalam tubuhnya, namun setiap sel tubuh wanita “menyatakan” bahwa dia merupakan seorang wanita.

Kehendak manusia tidak bisa mengalahkan hukum fisiologi atau tubuh. Manusia harus tunduk terhadap apa yang telah dilakukan padanya. Masyarakat perlu menerima apa adanya takdir ini.

Bahkan, manusia diperintahkan tunduk dan taat kepada Allah Swt yang telah menciptakan setiap sel dan organ dalam tubuhnya!

Perempuan perlu menyadari fakta penciptaan mereka. Ada fungsi dan peran khusus yang perlu dilaksanakan, tanpa perlu berebut kekuasaan dan mengemban tanggung jawab yang sama seperti laki-laki.

Sebuah kata yang pernah diungkapkan novelis dan pemenang Hadiah Nobel Sastra, William Golding dalam menggambarkan perempuan yang menuntut kesetaraan dengan laki-laki; “I think women are foolish to pretend they are equal to men, they are far superior and always have been.” 

Cukuplah seorang perempuan mengetahui bahwa dirinya sudah berada pada kedudukan yang unggul dan istimewa serta mempunyai peranan tersendiri. Lalu mengapa ingin menuntut lebih banyak hak dan tanggung jawab ketika peran yang ada belum sepenuhnya terlaksana?

Dr. Alexis Carrel, penerima Hadiah Nobel bidang Fisiologi dan Kedokteran pernah menulis:

“Women should develop their aptitudes in accordance with their own nature, without trying to imitate the males. Their part in the progress of civilization is higher than that of men. They should not abandon their specific functions”.

(Perempuan hendaknya mengembangkan bakatnya sesuai dengan fitrahnya, tanpa berusaha meniru laki-laki. Peran mereka dalam kemajuan peradaban lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Mereka tidak boleh meninggalkan fungsi khusus mereka).

Karenanya perempuan perlu mengembangkan bakat, kesanggupan dan kemampuannya sesuai dengan fitrah dan asal usul penciptaannya tanpa berusaha meniru laki-laki.

Peran perempuan dalam kemajuan peradaban dan pembentukan masyarakat sebenarnya lebih besar dibandingkan laki-laki.

Sebab, perempuanlah yang melahirkan dan membentuk generasi. Perempuaan adalah seorang ibu yang mengasuh dan mendidik anak.

Perempuan tidak bisa mengabaikan peran sentral ini. Kontribusi dalam menjalankan fungsi khusus ini tidak dapat ditolak atau diingkari.

Namun apakah memahami fungsi utama ini berarti perempuan hanya menjadi “pabrik manusia” dan tidak lebih dari itu?

Tidak benar sama sekali. Islam sangat memuliakan perempuan dan tidak pernah mengekang atau membatasi ruang gerak perempuan dengan hanya menjadi istri dan ibu di rumah.

Ketika seorang istri dan ibu fokus pada rumah tangga, bukan berarti perempuan tersebut terpinggirkan dan tidak melibatkan diri dalam masyarakat.

Jika fungsi khusus dan tanggung jawab utama ini terpenuhi, maka tidak ada halangan bagi seorang wanita untuk keluar rumah memenuhi segala keperluannya dengan syarat tetap menjaga kesopanan dan mendapat izin suami serta memperhatikan pantangan-pantangan syariat lainnya.

Sejarah Islam telah membuktikan bahwa perempuan juga berperan di luar rumah, di antaranya Rufaydah binti Saad Al-Aslami yang menjadi perawat di medan perang dan Al-Syifa’ binti Abdullah yang diangkat sebagai muhtasib (pengawas) di pasar pada masa perang zaman Umar Al-Khattab.

Ingat juga bahwa Sayyidatina Khadijah RA adalah ibu dari 6 orang anak bersama Nabi ﷺ dan beliau juga dikenal sebagai pengusaha wanita sukses!

Namun, ketika ditekankan pada fungsi utama seorang perempuan, yakni fokus pada rumah tangga, bukan berarti laki-laki lepas tangan dan tak tahu soal keluarga dan anak.

Padahal, tanggung jawab laki-laki lebih besar karena ia adalah suami dan ayah yang menjadi kepala keluarga. Allah SWT berfirman:

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

“Laki-laki adalah pemimpin perempuan, karena Tuhanlah yang menentukan melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian lainnya (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) menafkahkan sebagian hartanya. Itulah sebabnya wanita yang bertakwa adalah wanita yang taat kepada Allah dan menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka)…” (QS: An-Nisa:34)

Nabi ﷺ juga bersabda dalam Khutbah al-Wada’ yang artinya:

“Wahai manusia! Sesungguhnya bagimu istri-istrimu adalah tanggung jawab, dan bagi mereka tanggung jawab padamu. Sesungguhnya kamu menganggapnya sebagai amanah dari Allah…”

Hendaknya kita semua menjadikan Nabi menjadi teladan yang baik oleh laki-laki dalam menjalankan tanggung jawabnya terhadap keluarga. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang artinya:

“Aisyah RA pernah ditanya oleh seorang bernama Al-Aswad bin Yazid tentang apa yang dilakukan Nabi ﷺ  ketika berada di rumahnya. Maka Aisyah menjawab: Rasulullah ﷺ selalu membantu anggota keluarganya dalam pekerjaan rumah tangga dan ketika tiba waktu shalat, beliau keluar untuk shalat.” (HR: Bukhari).

Oleh karena itu, laki-laki dan perempuan harus jelas mengenai peran dan tanggung jawab mereka masing-masing. Allah SWT telah menetapkan tanggung jawab setiap individu sesuai dengan sifat dan kemampuannya.

Islam sangat mementingkan keadilan, bukan kesetaraan. Laki-laki dan perempuan sebenarnya diciptakan dengan fungsi berbeda untuk saling melengkapi dan melengkapi.

Laki-laki dan perempuan juga saling membantu dalam urusan dunia dan memenuhi tuntutan agama.

Bagi para perempuan, taatilah segala perintah Tuhanmu dan wujudkanlah fungsi dan peranmu yang sebenarnya, sesuai dengan hakikat ciptaanmu yang begitu istimewa.

Kembalilah pada apa yang dikatakan agama daripada sekedar menuruti tangisan jiwa yang ingin mewujudkan keinginannya tanpa batas.

Karena tujuan sebenarnya bukan sekedar hidup bahagia di dunia ini. Ada surga yang ingin kita cium dan tinggali di dalamnya bersama orang-orang yang kita cintai selamanya. Sesungguhnya tidak sulit bagi seorang wanita untuk masuk surga.

Dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu ia mengatakan, Rasulullah ﷺ pernah bersabda;

“إِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ”.

“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR. Ahmad).

Itu adalah janji Baginda Nabi kepada para perempuan beriman.*/ Nur Fatin Halil

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminismeHeadlineislamliberalNabi Muhammad SAW
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Iran dan Swedia Bertukar Tahanan
Tulisan selanjutnya Perbedaan Tanda Tangan Mustafa Kemal Atatürk Seiring Perubahan Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan

Berita
3 Juli 2026 22:30
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Artikel

Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari

24 Mei 2026 12:12
Artikel

Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat

20 Mei 2026 15:30
Artikel

Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI

14 Mei 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?