Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Kesaksian Pencari Suaka asal Afrika yang Direkrut Jadi Tentara ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 17 September 2024 08:02 8:02 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 17 September 2024 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Militer Zionis merekrut para pencari suaka dari Afrika untuk menjadi tentara dan bertempur di Gaza dengan iming-iming status penduduk tetap di ‘Israel’, menurut media berbahasa Ibrani.

Pada Kamis (12/09/2024) Haaretz, mengutip pejabat pertahanan yang tidak mau namanya disebutkan, menyebut “proyek perekrutan ini dilakukan secara terorganisir, dengan bimbingan dari penasihat hukum pembentukan pasukan.”

Setelah dimulainya serangan ‘Israel’ di Gaza pada tanggal 7 Oktober, “para pejabat pertahanan menyadari bahwa mereka dapat menggunakan bantuan para pencari suaka dan mengeksploitasi keinginan mereka untuk mendapatkan status penduduk tetap di Israel sebagai sebuah imbalan.”

Meskipun begitu hingga saat ini para pejabat ‘Israel’ belum memberikan status penduduk tetap kepada para pencari suaka yang menjadi tentara untuk berperang di Gaza.

Mereka juga menolak untuk mengungkapkan dengan rinci bagaimana rekrutan baru tersebut digunakan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Tidak ada pencari suaka yang berkontribusi dalam upaya perang yang diberikan status (penduduk) resmi,” lapor Haaretz. meskipun mempertaruhkan nyawa mereka, sementara cara tentara Israel mengerahkan para pencari suaka ”dilarang untuk dipublikasikan.”

Haaretz melaporkan kasus seorang pria Afrika yang meminta untuk diidentifikasi hanya dengan inisial A. Dia tiba di Israel pada usia 16 tahun. Dia harus memperbarui status kependudukan sementaranya secara berkala dengan Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Kementerian Dalam Negeri untuk menghindari deportasi.

Setelah perang dimulai, A menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas polisi ‘Israel’.

“Mereka mengatakan kepada saya bahwa mereka sedang mencari orang-orang istimewa untuk bergabung dengan tentara. Mereka mengatakan kepada saya bahwa ini adalah perang hidup atau mati bagi Israel,” katanya kepada Haaretz.

Dia mengatakan kepada A bahwa ada periode pelatihan selama dua minggu jika dia direkrut dan bahwa dia akan menerima gaji yang sama dengan apa yang dia dapatkan di pekerjaannya saat ini.

“Saya bertanya, apa yang saya dapatkan? Padahal saya tidak benar-benar mencari apa pun. Tapi kemudian dia mengatakan kepada saya – Jika Anda melakukan cara ini, Anda bisa mendapatkan dokumen dari Negara Israel. Dia meminta saya untuk mengirimkan fotokopi kartu identitas saya dan mengatakan bahwa dia akan mengurusnya.”

Tak lama sebelum pelatihannya dimulai, A. berubah pikiran.

“Saya ingin bergabung (dengan militer), dan saya sangat serius tentang hal itu, tetapi kemudian saya berpikir – hanya dua minggu pelatihan dan kemudian menjadi bagian dari perang? Saya tidak pernah menyentuh senjata dalam hidup saya,” lanjutnya.

Menurut Lembaga Bantuan Imigran Ibrani (HIAS), sekitar 45.000 pencari suaka asal Afrika kini tinggal di ‘Israel’. Sebagian besar dari mereka adalah para pemuda dengan pekerjaan berupah rendah yang tidak diinginkan pemukim Yahudi.

Sebagian besar berasal dari negara-negara yang dilanda konflik seperti Eritrea dan Sudan. Mereka menyeberangi gurun Sinai dan masuk ke ‘Israel’ secara bergelombang antara tahun 2005-2012.

Pada tahun 2012, ‘Israel’ membangun pagar perbatasan di sepanjang perbatasan dengan Mesir yang menstop arus masuk. Sejak saat itu, hanya sekitar 100 orang saja yang masuk ke ‘Israel’.

Pada awal 2018, ‘Israel’ mengadopsi sebuah kebijakan untuk mengusir puluhan ribu pencari suaka Afrika.

Perdana Menteri Netanyahu menyebutkan bahwa setelah membangun pagar di perbatasan Mesir dan mendeportasi sekitar 20.000 migran Afrika melalui berbagai kesepakatan, ‘Israel’ telah mencapai tahap ketiga dari upayanya – “pengusiran yang dipercepat.”

“Pengusiran ini terjadi berkat kesepakatan internasional yang saya capai yang memungkinkan kami untuk memindahkan 40.000 penyusup yang tersisa, memindahkan mereka tanpa persetujuan mereka,” katanya kepada para menteri.

Entitas Zionis juga menyebut warga Palestina yang ingin kembali ke rumah mereka di wilayah yang sekarang disebut ‘Israel’ setelah peristiwa Nakba pada tahun 1948 sebagai “penyusup”.

Pada tahun itu, milisi Zionis melakukan pembantaian dan pemerkosaan untuk membersihkan etnis sekitar 750.000 warga Palestina dari rumah mereka, membuat mereka menjadi pengungsi di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Libanon, dan Suriah, untuk memberi ruang bagi para pengungsi dan imigran Yahudi dari seluruh dunia.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfrikaHeadlineimigranisraelpencari suakatentara Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nubuwah Baginda Nabi Muhammad ﷺ
Tulisan selanjutnya 42 Tahun Pembantaian Sabra dan Shatila

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?