Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Aulia menerima majalah Hidayatullah dari program 1.000 majalah "Support Journalism for The Ummah"
Mereka Memilih Berani

Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2024 22:09 10:09 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 9 Oktober 2024 17:07
Bagikan
Bagikan

Di kaki Gunung Penanggungan, Desa Seloliman Mojokerto, suara puluhan pemuda melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an membelah sunyi. Di tengah keheningan alam, Aulia el-Haq mengabdikan diri untuk membina puluhan mahasiswa kader dakwah yang datang dari berbagai pelosok Nusantara—Aceh, Timika, hingga Sulawesi Utara.

Daftar isi
  • Program Literasi sebagai Jembatan Ilmu
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Para mahasiswa ini bukanlah murid biasa. Mereka adalah kader yang dipilih khusus untuk ditempa menjadi da’i selama empat tahun. Usai masa pendidikan, mereka akan disebar ke seluruh penjuru negeri, mengemban amanah dakwah di pelosok-pelosok Nusantara yang masih minim penerangan ilmu.

Aulia adalah lulusan S1 Syariah Islamiyyah dari Universitas Al-Azhar, Kairo, dan S2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari UIN Surabaya. Kini, ia memilih untuk mengajar di sebuah daerah terpencil yang jauh dari keramaian kota. Untuk mencapai desa terdekat saja, ia harus menempuh akses jalan kecil sejauh 3-5 kilometer, sementara pasar terdekat berjarak 5-7 kilometer.

Minimnya fasilitas, sinyal telepon yang nyaris tak terjangkau, hingga air yang kerap mati karena masih menumpang dari irigasi warga desa, tak menyurutkan niatnya. Setiap akhir pekan, Aulia bolak-balik sejauh 100 kilometer demi bertemu dengan istrinya yang tinggal di kota berbeda.

Namun, menurut Aulia, tantangan terbesar bukanlah soal minimnya fasilitas. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menyampaikan materi kepada murid-muridnya yang memiliki latar belakang kemampuan yang sangat beragam.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Jangan Takut Berdakwah di Wamena
Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

“Anak-anak ini datang dari berbagai daerah dengan kemampuan yang berbeda-beda,” ungkapnya. “Ada yang baru belajar membaca Al-Qur’an, ada pula yang sudah hafal 30 juz dan sedang mengambil sanad.”

Sebagai pengajar, ia harus mampu menyatukan mereka dalam satu metode pembelajaran yang bisa diterima semua. Bagaimana menyampaikan materi yang bisa dipahami oleh mereka yang baru belajar, tanpa membuat yang sudah mahir merasa tertinggal? Ini adalah pertanyaan yang selalu terlintas di benaknya.

Bersama puluhan mahasiswa yang dibinanya secara intensif, ia menjalankan program Penguatan Bahasa dan Al-Qur’an di tahun pertama. Program ini bertujuan membenarkan bacaan, hafalan, serta pemahaman bahasa Arab, termasuk kaidah nahwu dan sharaf.

“Intinya, mereka dibina dalam tahsin, bahasa Arab, dan adab,” jelasnya.

Program Literasi sebagai Jembatan Ilmu

Di tengah keterbatasan akses bahan bacaan, program literasi berupa pemberian majalah gratis dari “Support Journalism for The Ummah” menjadi angin segar bagi Aulia dan murid-muridnya. Majalah-majalah ini bukan sekadar bacaan tambahan, tetapi telah menjadi rujukan dalam proses pembelajaran sehari-hari.

“Majalah ini adalah jembatan literasi yang menghubungkan tempat pengabdian kami di pelosok kaki Gunung Penanggungan dengan perkembangan wawasan Islam yang lebih luas,” tuturnya.

Salah satu artikel yang menurutnya sangat bermanfaat adalah tema “Kurikulum dalam Peradaban Islam”. Artikel ini membahas sejarah dan metode ulama dalam menyusun kurikulum pendidikan Islam di masa lalu. Materi ini memberikan panduan berharga dan menambah wawasan bagi Aulia tentang kurikulum yang baik dan sesuai.

Tak hanya memperkaya wawasan, majalah ini juga membuka cakrawala baru tentang kerasnya perjuangan dakwah di medan yang lebih berat. Rubrik “Serial Da’i” menyajikan kisah-kisah inspiratif para da’i yang berjuang di pedalaman, di tengah keterbatasan dan rintangan yang luar biasa.

Bagi murid-murid Aulia, kisah-kisah ini memberikan perspektif baru yang menambah semangat mereka. Ketika membaca tentang da’i yang harus berjalan berpuluh-puluh kilometer tanpa kendaraan atau mengajar di daerah yang jauh dari listrik dan air bersih, mereka sadar bahwa tantangan yang mereka hadapi saat ini hanyalah awal dari perjalanan dakwah yang sebenarnya.

“Dari kisah-kisah itu, mereka belajar bahwa dakwah tidak selalu mulus. Tapi dengan tekad yang kuat, segala rintangan bisa dilalui,” jelas Aulia.

Dedikasi Aulia kepada murid-muridnya, kepada ilmu, dan kepada dakwah, bukanlah sesuatu yang dapat dinilai dengan materi. Di kaki Gunung Penanggungan yang sunyi, ia menanam benih-benih dakwah yang kelak akan tumbuh menjadi pohon-pohon besar yang kuat, mengakar di seluruh pelosok negeri.

Dengan tekad baja dan hati yang penuh cita-cita, Aulia terus melangkah. Menembus sunyi dan sepi, membawa cahaya ilmu ke ujung-ujung negeri, di mana lentera umat akan terus menyala.

Melalui program literasi 1.000 majalah untuk guru ngaji dan da’i, kita semua dapat mendukung para da’i dan guru ngaji dengan memperkuat literasi mereka. Dukungan Anda akan menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang membangun masa depan dakwah yang lebih cerah di seluruh pelosok negeri.

Mari ambil bagian dalam program literasi ini dan bantu hadirkan 1.000 majalah untuk para da’i dan guru ngaji di seluruh penjuru Nusantara.

Dukung gerakan Journalism4Ummah untuk mengangkat suara umat, memperkuat literasi da’i dan guru ngaji, dan mengawal isu keumatan dengan konten yang bermakna, berdampak, dan relevan.
info lengkap: https://bit.ly/3ZQR3ia

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekisah daiKisah Inspiratif IslamiPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memperparah Krisis Kesehatan Mental Remaja AS, TikTok Digugat
Tulisan selanjutnya Kebanyakan Warga Taiwan Siap Berjuang Menghadapi Serangan China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar
Berita

Sembilan Tokoh Bersatu, Majelis Arah Indonesia Gelar Pleno Perdana di Al Azhar

Berita
11 Agustus 2026 14:00
Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
70 Ribu Warga Palestina Hadiri Shalat Jumat di Masjidil Aqsha, Ribuan Datang Sejak Subuh
‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
Bertemu Medikdasmen, MUI Dorong Budaya Hidup Halal Masuk Lingkungan Sekolah

Terbaru

  • Perang Iran Dongkrak Penjualan Truk Listrik China
  • Qatar Bantah Menahan Pilot Iran
  • Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
  • Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat
  • Banyak Peluncuran Satelit Eropa Terancam Kekurangan Roket
  • Redam Aksi Protes PM Modi Janjikan Pelatihan AI Gratis untuk Pelajar India
  • PM Anwar Ibrahim Upayakan Pencabutan UU yang Membatasi Kegiatan Politik Mahasiswa
  • Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
  • Mantan Profesor Cambridge di Pusaran Tuduhan Plagiarisme Ditemukan Tak Bernyawa
  • Prancis Desak Israel Tangkap Pemukim Yahudi yang Memblokade Rumah Warga Palestina di Qusra

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Mereka Memilih Berani

Kisah Pemimpin Umum Hidayatullah: Ditugaskan Berdakwah ke Irian Jaya

7 Januari 2022 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?