Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hamas: Taufan Al-Aqsha Membuka Jalan Kebangkitan Umat

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Oktober 2024 07:03 7:03 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Oktober 2024 08:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-–Bangkitnya gerakan pejuang di dunia Islam setelah Operasi Taufan (Badai) Al-Aqsha) menunjukkan bahwa sistem dunia yang korup telah gagal menundukkan kemauan dan aspirasi masyarakat yang merdeka.

Pernyataan terbaru pemimpin senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), berbasis di Lebanon ini disampaikan kepada jaringan televisi Al Jazeera berbasis di Qatar, hari Sabtu lalu.

Usama Hamdan, mengatakan kuatnya gerakan pejuang pembebasan Palestina memberikan peluang bagi umat Islam untuk meraih kemenangan, meski menghadapi tantangan besar.

Mengambil contoh Operasi Taufan (Badai) Al-Aqsha – tepat satu tahun pada tanggal 7 Oktober –, pemimpin pejuang pembebasan Palestina tersebut yakin bahwa hal tersebut telah membuka jalan bagi kebangkitan umat.

Katanya, operasi ini telah mengungkap wajah sebenarnya dari penjajah ‘Israel’ – yang tidak lagi dipandang sebagai representasi sebuah peradaban, namun sebagai mesin kejahatan yang penuh kekerasan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Operasi Taufan Al-Aqsha telah mengembalikan martabat dan mengembalikan kepercayaan umat Islam terhadap kemampuan mereka untuk berjuang dan bertahan hidup, meski harus menghadapi pengorbanan yang besar,” ujarnya.

“Operasi ini juga memposisikan kembali kompas konflik dan permusuhan di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Hamdan juga menjelaskan, operasi ini juga mengembalikan posisi jihad sebagai kewajiban mendasar dalam Islam, setelah musuh-musuh umat berusaha mencoreng citranya.

Kegagalan Zionis

Mengomentari kegagalan rezim Zionis untuk menghadapi kelompok pejuang Palestina, ia berkata, “Penjajah tidak menghadapi perlawanan, tetapi mencoba membunuh orang-orang [sipil]. Penjajah membunuh warga sipil dengan dalih menghadapi kelompok pejuang,” katanya.

Penjajah ‘Israel’ melancarkan perang genosida di Gaza 7 Oktober lalu dengan tujuan yang seharusnya “menghancurkan” kelompok perlawanan di wilayah tersebut. Namun sejauh ini, serangan militer ‘Israel’  gagal mewujudkan tujuan tersebut, meskipun telah menyebabkan lebih dari 42.100 warga Palestina syahid, sebagian besar wanita dan anak-anak.

Pejabat Hamas itu juga mengomentari gagasan Zionis tentang “hari setelah perang,” yang menurutnya Hamas berencana agar pemerintahan wilayah itu diserahkan kepada “badan-badan Palestina” yang tidak disebutkan namanya, sementara rezim diberi kendali keamanan atas wilayah pesisir itu.

“‘Hari setelah perang’ adalah istilah ‘Israel’ yang bertujuan untuk menyesatkan dan membentuk pemerintahan yang berada di bawahnya. Kami berupaya membentuk pemerintahan transisi dari pemerintah persatuan nasional atau komite untuk mengelola situasi,” kata Hamdan.

Ia menekankan kembali bahwa kebrutalan ‘Israel’ tidak akan membawa rezim ke mana pun, ia menyatakan, “Solusinya terletak pada Palestina yang mendapatkan kembali hak-hak mereka dan mendirikan negara mereka.”

Di tempat lain dalam sambutannya, ia mengatakan penjajah ‘Israel’ telah mengintensifkan fokusnya pada wilayah-wilayah yang terletak di Gaza utara, termasuk kamp pengungsi Jabalia yang telah menjadi sasaran eskalasi dan pengepungan brutal.

“Apa yang terjadi di Jalur Gaza utara adalah operasi genosida. Musuh telah mencegah pasokan makanan memasuki wilayah utara selama 10 hari,” katanya.

“Keputusan musuh adalah mengepung Jabalia dalam waktu lama untuk membuat penduduknya kelaparan dan kehausan. Apa yang terjadi di kamp Jabalia adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Usamah Hamdan juga mengatakan, kondisi para pejuang Palestina saat ini dalam kondisi baik, meski terus menerus mendapat tekanan dan serangan.

“Gaza telah melakukan tugasnya, dan para pemimpinnya telah menjadi syahid,” katanya.

Diketahui, Otoritas Kesehatan di Gaza mengonfirmasi bahwa jumlah korban syahid Palestina akibat serangan ‘Israel’ sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 42.227 korban yang dilaporkan, dengan tambahan 98.464 orang mengalami luka-luka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHAMASHeadlinejihadkebangkitan umatOperasi Taufan Al-AqshapalestinaUsamah Hamdan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pelajar Islam Indonesia Diminta Peka Menghadapi Gempuran Medsos
Tulisan selanjutnya Politisi Muslim India Baba Siddique Ditembak Mati di Mumbai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?