Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Pesan Al-Quran dan Perundungan Netizen dalam Pertandingan Bola

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 November 2024 09:45 9:45 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 November 2024 10:10
Bagikan
Bagikan

Ajaran Islam adalah rahmatan lil ‘alamin, tidak ada toleransi dalam hal perundungan (bullying), termasuk dalam pertandingan sepakbola

Oleh: Farid Taufiqurrahman

Hidayatullah.com | BELAKANGAN ini sepak bola Indonesia diberi kesempatan untuk mengikuti kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Event yang diadakan oleh Asian Football Confederation (AFC) ini merupakan penjaringan untuk Piala Dunia FIFA 2026 yang akan diadakan di Amerika Serikat.

Skuad Garuda Indonseia di bawah asuhan Shin Tae Yong menempati kategori 5 tim terproduktif di kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Sebagai warga Indonesia ikut bangga atas pencapaian Skuad Garuda Indonesia.

Indonesia sendiri telah lama menanti momen ini setelah sekitar 38 tahun lalu tepatnya pada 1986 lolos ke putaran kedua. Kehadiran momen bersejarah ini tentunya akan di dimanfaaatkan sebaik-baiknya oleh Skuad Garuda ditambah lagi banyaknya pemain keturunan Indonesia yang berada di luar negeri turut membela tanah air.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Dengan begitu semestinya hasil di lapangan sesuai dengan apa yang telah dilakukan selama sesi latihan. Skuad Garuda selalu tampil memukau dalam “Grup Neraka” penamaan itu disematkan karena Skuad Garuda berada dalam grup yang beranggotakan negara-negara yang telah maju sepakbola nya hingga ke kancah internasional.

Hal ini dibuktikan pada pertandingan melawan Jepang, Australia, dan Bahrain Skuad Garuda mampu mengimbangi ketiga tim tersebut.

Namun pada Pertandingan Indonesia vs Bahrain tempo hari mencuri perhatian publik, wabil khusus para pendukung Skuad Garuda. Wasit utama dalam laga ini mengundang kontroversi, tentunya berdasarkan naluri pendukung dan diperkuat dengan tindak laku wasit beserta keputusannya yang cenderung berpihak pada Bahrain.

Tidak cukup sampai situ, tambahan waktu 6 menit yang diberikannya melebihi batas bahkan sampai muncul asumsi bahwa wasit menunda meniup peluit sampai Bahrain mencetak gol kedua.

Akibat keputusan kontroversi yang dikeluarkan wasit inilah memicu pendukung Skuad Garuda emosi, dan melakukan ujaran kebencian terhadap wasit tersebut.  

Sepak bola dan perundungan di media sosial

Media sosial menjadi wadah pendukung Skuad Garuda mengutarakan kebenciannya. Meskipun melalui media sosial tindakan ini tetap dikategorikan perundungan(Bullying), karena terdapat unsur mempermalukan, menghina dll.

Akun media sosial pribadi milik wasit tak luput ikut diserang oleh netizen Indonesia dengan melaporkan akun tersebut dengan berbagai alasan. Sampai ada suatu akun yang mengupload dengan merendahkan wasit tersebut dalam bentuk meme, komentar vidio, dan banyak lainnya. 

Media sosial menjadi wadah pendukung Skuad Garuda mengutarakan kebenciannya. Meskipun melalui media sosial tindakan ini tetap dikategorikan perundungan, karena terdapat unsur mempermalukan disana.

Akun media sosial pribadi milik Wasit Ahmed Al Kaf –usai keputusannya yang kontroversial saat memimpin pertandingan Bahrain vs Indonesia—ikut diserang oleh netizen Indonesia dengan melaporkan akun tersebut dengan berbagai alasan.

Sampai ada suatu akun yang mengupload dengan merendahkan wasit tersebut dalam bentuk meme, komentar vidio, dan banyak lainnya. 

Al-Quran mengingatkan;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Surat al-Hujurat: 11).

Terdapat tiga unsur perundungan dalam ayat ini;  Pertama يَسْخَرْ bermakna membicarakan keburukan orang lain untuk menertawakannya, dalam berbagai bentuk baik secara langsung, lisan, maupun isyarat. Kedua, تَلْمِزُوٓا bermaknamencela atau mengejek. Ketiga, تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ bermakan memberi gelar ejekan.

Ketiga poin ini jika dijauhi dalam kehidupan insyaallah akan terhindar dari tindakan perundungan, tidak hanya itu perlu juga mengetahui dampak bagi korban perundungan.

Jauh sebelum media sosial datang, unsur-unsur perundungan telah Allah sampaikan dalam Al-Quran. Pesan yang dapat ditarik dari Al-Quran Surat al-Hujurat: 11 ini adalah ajaran Islam terutama dalam mengatasi perundunganharus diterapkan dalam kehidupan.

Al-Quran, perundungan dan keadilan

Berdasarkan perihal ini Al-Quran menyoroti bahwa setiap manusia harus berlomba dalam hal kebaikan. Tertuang dalam QS: Al-Baqarah: 148 dan Al-Maidah: 48.

Walaupun kedua ayat tersebut berbeda konteks pembahasan, dapat ditarik esensi dari kalimat فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ tidak batasi dalam hal peribadatan saja tetapi mencakup konteks yang sangat luas.

Dalam Tafsir HAMKA tertulis; “Sebab itu berlomba-lombalah kamu pada serba kebaikan” begitulah salah satu poin yang tertuang dalam tafsir al-Azhar.  (Abdul Malik Karim Amrullah, Tafsir Al-Azhar, Jilid 1).

Dalam kasus-kasus seperti in, bahkan Al-Quran telah meng-higlight kepada seluruh pemimpin dan manusia untuk bertindak adil.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8)

Melihat kasus ini relevan dengan pendapat Syekh Mutawali Sya’rawi “sikap adil ini berlaku bagi setiap individu, bahkan dalam menentukan keputusan hukum untuk hal-hal yang terlihat sepele kapanpun dan dimana pun.”

Ayat di atas sangat relevan untuk dijadikan pegangan oleh para pemimpin dalam menetapkan keputusan”.  (Muhammad Mutawalli Al-Sya’rawi, Tafsir Al-Sya’rawi, Jilid 2).

Pesan-peran Al-Quran di atas, termasuk dalam Surat Al-Hujurat 11 menuntut semua manusia tidak memandang agama dianutnya, hal ini menandakan bahwa ajaran Islam itu Rahmatan lil ‘alamin. Tidak ada toleransi dalam hal perundunganini mengingat dampak dari perundunganini sendiri sangat berpengaruh bagi psikis korban.*

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya,  jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bullyingislamnetizenperundungansepakbolatoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khutbah Jumat: Remaja dalam Pusaran Pergaulan Bebas
Tulisan selanjutnya 34.000 Orang Mendaftar untuk Mengikuti Pemilihan Hakim di Meksiko

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?