Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Berguru di Negeri Kelantan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2004 10:34 10:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2004 10:34
Bagikan
Bagikan

oleh

Arif Rahman Aiman Muchtar *)

Kedatangan saya ke Malaysia, ketika itu, sebenarnya karena ingin tahu lebih dekat dengan penyelanggaraan muktamar Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang diselenggarakan di Kuala Lumpur (KL). Tentu saja, tidak afghol, jika tidak sekalian melihat langsung pekembangan dakwah Islam di negara itu.

Meski waktu yang hanya sekejab, karunia yang besar dapat penulis syukuri kita bisa langsung melihat dakwah di Malaysia, khususnya banyak bertemu dan melihat langsung aktifitas PAS. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Seorang teman dekat, yang juga anggota PAS, beberapa kali mengajak langsung kampanye PAS. dari sinilah, saya kemudian mengenal lebih dekat pemimpin PAS seperti; Tuan guru Nik Abdul Aziz Nikmat, Fadzli Noor, Subki Latief, Abdul Hadi bin Haji Awang.

Keberhasilan Kelantan dalam penerapan syariat Islam, tidak bisa dipisahkan dari peranan besar Tuanku Guru Nik Abdul Aziz Nikmat, seorang pemimpin yang berhasil memadukan perkataan dan perbuatan dalam dakwah. Setelah dia terpilih menjadi menteri besar Kelantan melalui partainya. Para pengawal Tuanku Guru dari pemerintah pusat sering kecele, karena, ternyata Tuan guru sering berada di Mesjid daripada tempat dinasnya yang megah.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Bahkan THR (Tunjangan Hari Raya) nya tidak pernah dia ambil, padahal jumlahnya sanggat besar sekali, dan begitu juga, gaji bulananya sebagai Menteri Kelantan selalu dia salurkan ke rakyat Kelantan. Ini jauh berbeda dengan sikap kalangan DPR kita yang justru sibuk mempermasalahkan THR yang belum turun.

Dengan sifat zuhud dan wara nya dia terpercaya oleh pemilihnya baik yang muslim atau non muslim untuk menjabat menteri besar Kelantan, ketika itu.

Selain dikenal akhlaq nya, keberhasilan PAS dalam berdakwah khususnya di negeri Kelantan adalah pembangunan yang pesat di sektor perbankan non-ribawi dengan program ungulannya yaitu syarikah Rahn yang banyak membantu ekonomi rakyat. Larangan minuman keras dan zina terutama bagi orang Islam. Tetapi, UU wajib berjilbab di negeri itu belum terealisasi karena pemerintah pusat belum mengijinkannya. Walau demikian, pemakai busana muslimah terus meningkat tajam.

Di bidang pendidikan negeri, Kelantan bisa mengalokasikan dana yang cukup besar, yaitu 27 juta US (majalah al-Mujtama, edisi, 1264 – 1 sept 1997). Yang perlu dicatat, penguasa negeri Kelantan memberlakukan peraturan bagi pekerja perempuan yang melahirkan berhak dapat cuti kerja selama dua tahun, tentu beda dengan di negara kita. Meski Islam adalah mayoritas, pekerja perempuan diperlakukan sangat tidak manusiawi.

Pemerintah Malaysia yang sejak lama telah mencanangkan 2020 menjadi negara maju, nampaknya bukan isapan jempol. Meski pemerintah sering berusaha menekan pengaruh PAS agar tidak semakin berkembang, Kelantan termasuk negeri yang makmur di Malaysia. Para wisatawan banyak yang berkunjung ke ke negeri ini terus meningkat.

Di sektor wisata tahun 1990 hanya 60 ribu saja yang berkunjung ke Kelantan, maka untuk pada tahun 1996 jumlahnya meningkat pesat sampai lebih dari 1 juta turis domestik dan mancanegra, walamupun di Kelantan semua liburan malam/night club, perjudian, minuman keras tidak diijinkan setelah PAS berkuasa

Meski akhirnya Kelantan dan Trengganu –dua contoh penerapan Islam di Malaysia– tak lagi menang Pemilu dibanding tahun 1999, namun akhlak pemimpin negeri Kelantan, dan kezuhudan tuan guru Nik Aziz Nik Mat, adalah pelajaran penting yang bisa ditiru pemimpin Indonesia. Setidaknya, menjadikan Kelantan bisa menjadi sebuah miniatur negara Islam yang bisa ditiru dan didambakan kaum muslimin dunia. Masalahnya, mampukah pemimpin Islam Indonesia melakakukannya? Wallahu a’lam.

*). Penulis adalah Mahasiswa S3, jurusan perbandingan agama, Universitas Muahmmad V, Rabat, Maroko

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Muslim Timor Leste Kirim Surat ke Ketua MPR
Tulisan selanjutnya Pengamat: ‘AS Lakukan Genosida di Fallujah’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Berita
3 September 2026 14:11
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?