Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gencatan Senjata Berlaku Meski Sempat Tertunda 

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Januari 2025 17:12 5:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Januari 2025 17:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Gencatan senjata yang disepakati antara penjajah Israel dan pejuang Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mulai berlaku pukul 11:15 waktu setempat (16.15 Wib) pada Ahad, (19/1/2025) setelah mengalami penundaan.

Ribuan warga Palestina kini kembali dari Kota Gaza menuju Jabalia, Beit Lahiya, dan Beit Hanoun seiring gencatan senjata berlaku.

Seorang wanita Palestina mengekspresikan kegembiraannya atas gencatan senjata di Gaza setelah 470 hari genosida ‘Israel’.

Personel Pertahanan Sipil di Gaza juga merayakan gencatan senjata setelah bekerja tak kenal lelah untuk menyelamatkan nyawa ribuan orang di Gaza dan mengevakuasi jenazah para korban.

Civil Defense personnel in Gaza celebrate the ceasefire after 470 days of tireless work to save the lives of thousands of people in Gaza and recover the bodies of the deceased. pic.twitter.com/NCnDMlOdKe

— Quds News Network (@QudsNen) January 19, 2025

Reporter Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan dari Khan Younis di Gaza Selatan, mengatakan ribuan warga Palestina kini bersiap untuk pergi ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak dapat mereka kunjungi – termasuk Jabalia dan Rafah, di Gaza Utara dan Selatan, masing-masing.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Sejak pagi ini, orang-orang di sini menunggu agar gencatan senjata mulai berlaku, dan mulai bergerak menuju Rafah. Kami juga melihat banyak orang sedang mempersiapkan barang-barang mereka… bersiap untuk kembali,” katanya.

“Tetapi orang-orang ini juga tahu bahwa sebagian besar rumah mereka bahkan sudah tidak ada lagi. Sebagian besar rumah mereka sudah hancur. Namun, sebagian besar warga Palestina mengatakan mereka akan mendirikan tenda di atas reruntuhan. Mereka merindukan lingkungan mereka… atau apa pun yang tersisa darinya.”

Sebelumnya, partai ekstremis sayap kanan Israel, Jewish Power (Otzma Yehudit), mengumumkan akan meninggalkan pemerintahan koalisi ‘Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.

Selain itu seperti dilansir Anadolu, pemimpin partai, Itamar Ben Gvir, akan mundur dari jabatan menteri keamanan nasional pada Ahad 19 Januari 2025.

Partai Menteri Keamanan Nasional garis keras Israel Itamar Ben-Gvir mengatakan para menteri kabinetnya mengajukan pengunduran diri mereka dari pemerintah pada hari Ahad ini sebagai bentuk penolakan terhadap kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Kepergian partai Jewish Power dari pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak akan menghancurkan koalisi atau memengaruhi gencatan senjata. Namun, kepergian Ben-Gvir akan mengganggu stabilitas koalisi.

Perkembangan ini terjadi sesaat sebelum Hamas menyebutkan nama tiga sandera yang rencananya akan dibebaskan pada hari ini, yang berpotensi membuka jalan bagi gencatan senjata Gaza untuk terus berlanjut.

Kesepakatan gencatan senjata datang pada hari ke-470 aksi genosida ‘Israel’ di Jalur Gaza, yang dimulai pada 7 Oktober 2023, dan menyebabkan lebih dari 47.000 warga Palestina syahid, menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, dengan total 157.000 meninggal dan dan terluka, sebagian besar anak-anak dan wanita.

Lebih dari 11.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kehancuran besar-besaran dan kelaparan yang menewaskan puluhan anak-anak dan orang tua, dalam salah satu bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Pada bulan November, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan genosida untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, serta kepala militer Hamas Mohammed Deif.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjatagenosida GazaHAMASHeadlineisraelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Percepat Pembuatan Vaksin Flu Burung Pemerintah AS Bayar Moderna $590 Juta
Tulisan selanjutnya Gencatan Senjata ‘Tertunda’ Akibat Serangan Zionis Berlanjut di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?