Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Waspadai Kurma ‘Israel’ dan Sejarah Pemalsuannya

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Februari 2025 23:12 11:12 pm
Ahmad
Dipublikasikan 27 Februari 2025 23:09
Bagikan
Kurma Mejdool 'Israel'
Bagikan

Penjajah mengklaim saat ini merupakan sumber utama ekspor jenis kurma, ‘Israel’ memproduksi sekitar 75% dari total produksi kurma merk Medjool secara global

Hidayatullah.com | BANYAK umat Islam mengawali buka puasa mereka di bulan suci Ramadhan ini dengan kurma. Sebagian dari mereka mungkin lebih menyukai kurma “Majhool” atau “Mejdool”, yang dibedakan berdasarkan rasa dan kualitasnya.

Sebagian lainnya mungkin lebih menyukai jenis lain, seperti “Deglet Noor”, “Amri”, “Zahidi Yellow”, dan jenis-jenis lain yang terkenal.

Setiap orang berkeyakinan bahwa sumber kurma tersebut adalah negara asal varietas tersebut, tetapi kenyataannya adalah bahwa sumber varietas ini justru adalah negara penjajah ‘Israel’, yang saat ini menjual kurmanya ke seluruh dunia.

Penjajah ‘Israel’ telah melancarkan serangannya terhadap petani kurma di Palestina sejak pohon kurma pertama ditanam di tanah mereka setelah penjajah ‘Israel’, dan perang ini telah meluas ke pasar global.

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Untuk meloloskan kurma-kurma pemukiman yang tidak diakui oleh pasar internasional, penjajah menipu dengan menjual kurma dengan nama dan slogan keagamaan, seperti “Tanah Suci” dengan penggunaan logo Kubah Batu (Kubatus Sahra).

Yang lebih buruk dari itu adalah kebijakan yang dikenal sebagai “pemutihan kurma”, di mana penjajah membujuk beberapa pedagang Palestina untuk membeli kurma ‘Israel’, dan kemudian mengemasnya kembali sebagai produk Palestina.

Bagaimana ‘Israel’ Memalsuan “kurma”

Pada bulan September 2020, sekelompok peneliti ‘Israel’ memilih puncak bukit yang menghadap Kota Tua di lingkungan Abu Tor di Yerusalem (Baitul Maqdis) yang dirampok untuk merayakan dugaan pencapaian ilmiah yang telah mereka buat saat itu.

Para peneliti melaksanakan doa ala Yahudi yang dibacakan pada berbagai kesempatan penting, sementara segepok kurma, yang menjadi pokok perayaan, tergeletak di hadapan mereka.

Menurut klaim ‘Israel’, kurma tersebut tumbuh dari benih yang telah punah dan berusia lebih dari dua ribu tahun, yang berarti kurma tersebut berasal dari antara abad keempat dan kedua SM, klaim mereka.

Pemilihan lokasi tersebut bukanlah sesuatu yang asal-asalan, sebab kawasan tersebut, yang oleh orang ‘Israel’ dianggap sebagai situs arkeologi, tengah dipersiapkan untuk pembangunan proyek-proyek pariwisata investasi, sehingga kondisinya mirip dengan pohon-pohon palem yang telah hancur berabad-abad lalu dan hidup kembali

Salah satu benih, yang diberi nama Methuselah oleh para peneliti, termasuk di antara lusinan benih yang ditemukan di utara Laut Mati.

Kurma tersebut ditemukan sebagai bagian dari proyek ‘Israel’ untuk menghidupkan kembali spesies pohon palem purba dari biji yang ditemukan dalam penggalian arkeologi di wilayah tersebut.

Para peneliti mengatakan bahwa kondisi kering membantu benih tersebut bertahan hidup selama dua ribu tahun tanpa kehilangan kemampuannya untuk tumbuh di padang pasir.

Hal ini terjadi karena curah hujan yang rendah dan tingkat kelembapan yang rendah di sekitar Laut Mati, yang berkontribusi dalam memperpanjang umur benih kurma purba, dan dengan demikian ada kemungkinan untuk menghidupkan kembali pohon palem purba tersebut.

Pihak penjajah ‘Israel’ juga mengklaim bahwa penanaman kurma di Syam, sudah mapan sekitar tahun 300 SM, tetapi upaya negara modern mereka untuk menanamnya dimulai pada tahun 1930 (sekitar dua dekade sebelum berdirinya negara palsu bernama ‘Israel’) ketika salah satu pendiri pemukiman “Kinneret”, salah satu pemukiman ‘Israel’ pertama di wilayah Palestina, yang dikenal sebagai “Ben Zion ‘Israel’,” melakukan perjalanan ke sejumlah negara Timur Tengah dan secara ilegal mengumpulkan sampel pohon palem.

Negara-negara yang dikunjunginya memberlakukan pembatasan untuk mencegah ekspor pohon-pohon ini, menganggapnya sebagai harta nasional.

Namun, Ben Zion berhasil mengumpulkan banyak benih dan membawanya kembali ke Palestina yang diduduki, dan mengandalkannya untuk membangun perkebunan besar kurma “Majhool” dan “Deglet Noor” yang terkenal, yang benihnya ia bawa dari Maroko dan Iraq.

Sebelum penjajah Tepi Barat Palestina pada tahun 1967, kurma yang ditanam di sana sudah ada sejak era Utsmani (Ottoman). Setelah penjajah, ‘Israel’ membatasi penanaman pohon kurma Palestina, mengepungnya, dan melecehkan para petani.

Sebaliknya, ‘Israel’ menyebarkan perkebunan kurma di pemukiman ilegalnya yang tersebar di sepanjang jalan Wadi Araba dan Lembah Yordan. Dengan ini, negara penjajah tersebut menyerbu pasar kurma global, karena menjadi mungkin untuk membeli kurma ini di semua benua di dunia.

Menurut data Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, pada tahun 2017, ‘Israel’ memproduksi 136.956 ton kurma dengan nilai ekspor $181,2 juta.

Pada tahun 2023, ekspor kurma ‘Israel’ mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai nilai total $272,7 juta dengan volume yang sesuai sebesar 6.000 ton.

Belanda adalah importir teratas, membeli kurma Israel senilai $58,05 juta, diikuti oleh Prancis ($32,48 juta) dan Inggris ($24,60 juta).

Sekitar 40 persen kurma ‘Israel’ saat ini ditanam di pemukiman illegal, alias dari tanah hasil merampok warga Palestina.

Karena pekerjaan yang melelahkan dalam memetik kurma, para pemukim ‘Israel’ mendatangkan buruh Palestina bergaji rendah untuk melakukan pekerjaan yang sulit tersebut.  Petani ‘Israel’ juga diketahui  mempekerjakan anak-anak Palestina.

Di antara varietas yang ditanam oleh orang ‘Israel’ di pertanian, yang telah dimodernisasi dan diperluas selama dekade terakhir dan mencakup ratusan hektar pohon palem, adalah kurma Medjool, kurma yang berasal dari Maroko dan dibawa ke wilayah Palestina melalui California.

Varietas ini dianggap sebagai raja kurma di seluruh dunia dan jenis yang paling populer dan tersebar luas, karena bijinya adalah biji hitam keriput tanpa udara, warnanya mirip coklat, dan tidak mengandung banyak serat.

Penjajah mengklaim bahwa saat ini mereka merupakan sumber utama ekspor jenis ini, menurut angka yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh apa yang disebut “Kantor Kurma” Dewan Produksi dan Pemasaran Tanaman ‘Israel’, yang menyatakan bahwa penjajah ‘Israel’ memproduksi sekitar 75% dari total produksi kurma Medjool global.

Kurma Medjool juga menghasilkan pendapatan yang sangat besar bagi negara penjajah berkat jumlah yang melimpah yang dihasilkan oleh setiap pohon palem jenis ini.

Dalam satu musim, pohon Medjool menghasilkan sekitar 150-200 kilogram kurma.

Tidak mengkonsumsi kurma ‘Israel’

Kampanye boikot kurma ‘Israel’ biasanya datang bertepatan dengan dimulainya bulan suci Ramadhan, saat kurma sangat populer. Toko-toko di Inggris, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Italia dipenuhi kurma ‘Israel’, sekitar 60% di antaranya diproduksi di pemukiman ilegal di Tepi Barat dan 50% kurma yang diproduksi oleh negara penjajah itu sampai ke Eropa.

Di Inggris, importir kurma ‘Israel’ terbesar kedua di Eropa, lebih dari 20.000 selebaran didistribusikan di masjid-masjid pada awal Ramadhan ini yang mendesak umat Islam untuk memboikot kurma ‘Israel’.

Hal ini merupakan bagian dari kampanye “Periksa Label” yang telah dipromosikan oleh organisasi pro-Palestina sejak awal tahun 2010. Organisasi tersebut menyerukan untuk menghindari sarapan dengan “cita rasa apartheid” dan mendesak umat Muslim di Eropa untuk membaca label buah dengan saksama dan menjauhi kurma ‘Israel’ selama bulan Ramadhan.

Masalah ini tidak hanya terjadi di Inggris. Di Amerika Serikat, organisasi “American Muslims for Palestine” meminta anggota komunitas Arab dan Palestina untuk tidak bertransaksi dengan kurma ‘Israel’ yang dijual di pasar Amerika dan dipasarkan sebagai produk Palestina.

Organisasi ini menunjukkan nama dan merek dagang beberapa perusahaan ‘Israel’ yang ada di pasar Amerika, seperti “Jordan River,” “Sincerely Nuts,” “Urban Platters,” dan lainnya.

Dalam kampanye tahunannya yang diperbarui, organisasi tersebut menegaskan bahwa boikot tersebut sangat efektif, karena pangsa pasar Amerika untuk impor kurma ‘Israel’ telah menurun, menurut pernyataan organisasi tersebut.

Prancis juga berpartisipasi dalam kampanye untuk memboikot kurma ‘Israel’, karena asosiasi yang bersolidaritas dengan rakyat Palestina secara aktif mendesak boikot barang-barang ‘Israel’ yang berasal dari wilayah penjajah.

Perlu dicatat bahwa Pengadilan Eropa mengeluarkan keputusan pada tahun 2019 yang mengharuskan negara-negara Uni Eropa untuk mencantumkan produk yang dibuat di wilayah pemukiman ‘Israel’ pada label mereka, agar tidak menyesatkan konsumen tentang fakta bahwa ‘Israel’ “hadir di wilayah terkait sebagai kekuatan penjajah dan bukan sebagai entitas berdaulat.”

Sementara itu, negara penjajah itu tengah menjalankan rencana sistematis untuk melemahkan sektor budidaya dan produksi kurma Palestina, yang telah menjadi salah satu investasi paling menjanjikan di wilayah Yerikho dan Lembah Yordan.

Jumlah pohon kelapa sawit sekitar 250-350 ribu pohon, yang produksinya diharapkan mencapai 25 ribu ton, dimana pasar lokal mengonsumsi 6 ribu ton dan sisanya diekspor ke sekitar 26 pasar dunia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlineisraelkurma israelkurma Medjoolpenjajah IsraelRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 456 Tahanan Palestina dalam Kondisi Kritis akibat Penyiksaan Berat
Tulisan selanjutnya 1 Hari Jelang Ramadhan, Semua Bar, Spa, dan Tempat Hiburan Wajib Tutup  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan

Palestina Terkini
3 Juli 2026 21:08
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza

Terbaru

  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran
  • Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas
  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?