Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Dakwah di Jalanan Filipina, Dialog 10 Menit Langsung Bersyahadat

Menelusuri Fenomena “Balik Islam” di Filipina (5)

Pambudi Utomo
Terakhir diupdate: 24 April 2025 10:11 10:11 am
Pambudi Utomo
Dipublikasikan 24 April 2025 05:00
Bagikan
Bagikan

Pada tulisan sebelumnya telah dikisahkan tentang mengapa Filipino (orang asli Filipina -red) tertarik masuk Islam. Misalnya dialami oleh Brother Sabar Abdul Jalil dan Sister Maryam. Kedua mualaf itu kini gigih berdakwah bersama komunitas Balik Islam.

Daftar isi
  • Street Dakwah
  • Terkesan dengan Adab Muslim
  • Pendampingan Mualaf
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Street Dakwah

Hidayatullah.com | SIANG itu di pinggiran Manila, Filipina, lumayan terik. Namun Sabar, Maryam, dan beberapa aktivis Balik Islam tak berhenti berjalan kaki, membagi-bagikan buku-buku kecil tentang agama Islam dalam bahasa Tagalog. Siapapun yang ditemui, akan diberi buku itu: pejalan kaki, orang nongkrong, tukang parkir, penjaga toko, satpam, hingga polisi.

Ada buku berjudul Ang Talakayan ng Kristiyano at Muslim (Debat antara Kristen dan Muslim), Ang Kahulugan Laa Ilaha ilallah (Arti Kalimat Laa Ilaha Illallah), Paano ba ang Pagyakab sa relihiyong Islam? (Bagaimana Memeluk Agama Islam?), dan beberapa judul lagi.

Jika penerima buku tampak tertarik, maka akan segera “disergap”. Misalnya 2 orang gadis penjaga konter handphone di sebuah kompleks pertokoan.

Subhanallah. Sabar hanya mengajaknya berbincang dengan bahasa Tagalog sekitar 10 menit, maka 2 gadis itu langsung bersyahadat!

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

“Saya tidak memaksa mereka (bersyahadat), sebab hal itu tidak boleh menurut aturan di negara kami. Saya hanya mengajak dialog tentang aqidah. Misalnya saya tanya, “Kamu hidup ini, punya cita-cita seperti apa?” Sabar berkisah.

Ternyata 2 gadis itu menjawab, “Ingin masuk surga.”

Sabar tanya lagi, “Surga yang mana, yang seperti apa?”

“Surga seperti yang digambarkan dalam kitab suci (Bibel),” jawabnya.

Sabar mengejar lagi, “Kalau mau ke surga, mengikuti siapa?”

“Mengikuti bapa Yesus.”

“Apakah Yesus itu bapak kalian?”

Gadis itu mulai berpikir. Sabar kemudian menjelaskan tentang posisi Nabi ‘Isa dalam agama Islam. Bahwa ‘Isa itu bukanlah Tuhan, tetapi utusan Tuhan, dan seterusnya.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba gadis itu bertanya, “Bagaimana caranya jika saya ingin menjadi Islam?”

“Tidak sulit, cukup mengucapkan dua kalimat syahadat. Mau?” jawab Sabar.

Mereka mengangguk, lalu dituntun untuk mengucapkan kalimat syahadat dalam bahasa Arab, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Tagalog. Hidayatullah.com menyaksikan ekspresi gadis itu tampak tertegun.

“Mungkin dia berpikir bahwa masuk Islam itu ternyata tidak rumit. Tetapi saya nasihati bahwa setelah menjadi Muslimah, maka pakaiannya harus diperbaiki. Tidak boleh memakai celana robek-robek atau rok mini seperti yang dipakainya saat itu,” jelas Sabar.

Itulah contoh hasil street dakwah komunitas Balik Islam. Kegiatan semacam ini biasanya juga dilaksanakan di tempat-tempat di mana orang banyak berkumpul, misalnya di taman, perempatan jalan, halte, dan sebagainya.

Aktivitas dakwah di jalanan juga di-upload di media sosial. Followers Sabar di akun Facebook ada 6 ribu orang lebih. Banyak yang kemudian merespons, beberapa di antaranya bersyahadat secara online.

Terkesan dengan Adab Muslim

“Korban” lain dari dakwah di jalanan adalah Adam Midina, pemilik sebuah kios servis handphone di sebuah pasar tradisional. Pria yang dulu menjadi musisi ini bersyahadat setelah berdialog dengan aktivis Balik Islam.

“Teman-teman menjelaskan tentang konsep ketuhanan dalam Islam. Saya juga membaca banyak buku, hingga akhirnya menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang benar,” ujar Adam di sela-sela kesibukannya.

“Sekarang saya tidak main musik lagi. Saya telah menemukan ‘musik’ yang paling merdu, yaitu bacaan al-Qur’an,” katanya tersenyum.

Ketika dijumpai Hidayatullah.com, Adam tengah mengotak-atik handphone sambil mendengarkan lantunan muratal Syaikh Mishari Rasyid.

Beda lagi jalan hidayah yang dilalui Gonzalo dan istrinya. Pada bulan Desember 2024 lalu mereka bersyahadat setelah mengetahui indahnya Islam dari anaknya yang bekerja di luar negeri. Bukan di Timur Tengah, tetapi di Kanada.

“Ketika anak saya pulang, dia mengaku telah beragama Islam. Katanya, Islam itu baik dan benar, sebagaimana dilihatnya di Kanada. Adab dan perilakunya juga semakin santun kepada orangtua. Maka saya dan istri memutuskan untuk memeluk agama Islam,” ujar Gonzalo.

Gonzalo dan istrinya dituntun bersyahadat oleh Sabar dan Maryam. Hingga saat ini, di rumahnya masih banyak hiasan patung, gambar Yesus, dan sejenisnya. Di situ pula suami-istri ini belajar menunaikan shalat.

Sabar saat mendampingi para mualaf Balik Islam Filipina

Pendampingan Mualaf

Setelah banyak Filipino bersyahadat, tugas komunitas Balik Islam selanjutnya adalah melakukan pendampingan. Misalnya mendatangi rumah para mualaf, menanyakan kabarnya, menjelaskan lebih jauh tentang Islam. Jika ada rezeki, maka dibawakan bingkisan atau hadiah.

Sesekali Sabar mengadakan kajian di Masjid Islam the Original Religion of Mankind (IORM). Para mualaf diberi wawasan lebih mendalam tentang indahnya Islam. Sementara Maryam mengajari mengaji mulai dari Iqro’ jilid 1, bertempat di Al-Madinah Islamic Learning Center yang dikelolanya.

Para mualaf juga diajari hal-hal basic seperti wudhu, shalat, menghafal doa dan surat-surat pendek, dan seterusnya. Ayo terus dukung mereka agar semakin teguh iman Islamnya.* (bersambung)

Redaktur: Pambudi Utomo
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balik IslamfilipinaFilipinoHeadlineislam FilipinaPilihan RedaksiSabar Abdul Jalil
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melanggar UU Persaingan Digital Apple dan Meta Didenda Ratusan Juta Euro
Tulisan selanjutnya Mahmoud Abbas Hina Hamas dengan Menyebut “Anak Anjing”, Warga Marah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?