Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Komunitas Yahudi Mengaku Kalah dalam “Perang Digital” Merebut Hati Gen Z

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Mei 2025 14:58 2:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Mei 2025 14:57
Bagikan
Mantan senator AS sekaligus Ketua Koalisi Yahudi Partai Republik, Norm Coleman
Bagikan

Hidayatullah.com— Mantan senator AS sekaligus Ketua Koalisi Yahudi Partai Republik, Norm Coleman menyatakan kekecewaannya dengan komunitas Yahudi bahwa pihaknya kalah merebut hati Gen Z dalam perang digital dalam isu Palestina.

“Mayoritas Gen Z memiliki kesan yang tidak baik tentang ‘Israel’. Dan, teman-teman, saya pikir alasannya adalah kita kalah dalam perang digital,” ujarnya pada pertemuan puncak yang diselenggarakan Jewish News Syndicate yang didanai Adelson pada tanggal 27 April 2025.

Coleman menyoroti peran platform alternatif seperti TikTok yang menurutnya menjadi sumber utama informasi bagi generasi muda dan memengaruhi persepsi mereka terhadap penjajah ‘Israel’.

🇺🇸🇮🇱 Former U.S. Senator Norm Coleman declares “The masters of the universe are Jews!” during the Jerusalem JNS policy summit, urging Jewish tech CEOs to censor platforms like TikTok to crack down on Gen Z’s growing support for Palestine pic.twitter.com/TX6GufC9DC

— HOT SPOT (@HotSpotHotSpot) April 28, 2025

“Mereka mendapatkan informasi dari TikTok, dan… dan kita kalah dalam perang itu,” dalam pidatonya  dan mendesak adanya strategi komunikasi yang lebih kuat secara daring demi menjaga dukungan mayoritas warga Amerika terhadap ‘Israel’.

“Kita harus memastikan itu terjadi,” tegasnya sebagaimana dikutip laman thegrayzone.com.

Komentar Coleman muncul tak lama setelah lembaga survei Pew Research merilis data yang menunjukkan bahwa 53 persen warga Amerika kini memiliki pandangan yang tidak menyukai ‘Israel’.

Baca Juga

Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Padahal, kata Norm Coleman dengan mengangkat alisnya,   “penguasa alam semesta sudah dikuasai orang Yahudi”.

Coleman menunjuk ke berbagai perusahaan teknologi raksasa yang didirikan orang-orang  Yahudi, dan menjadi semangat yang lebih besar untuk menyensor apasaja kritik kepada ‘Israel’.

“Dan jika dipikir-pikir, Penguasa Alam Semesta adalah orang Yahudi! Kita punya Altman di OpenAI, kita punya [pendiri Facebook Mark] Zuckerberg, kita punya [pendiri Google] Sergey Brin, kita punya kelompok yang sama. Jan Koum, Anda tahu, mendirikan WhatsApp. Itu kita,” katanya selama konferensi di Yerusalem yang juga dihadiri  Benjamin Netanyahu.

Namun, bagi Coleman, tampaknya ini belum cukup. “Kita harus mencari cara untuk memenangkan pertempuran digital,” katanya kepada peserta pertemuan.

“Kita harus memakai sepatu digital kita, sehingga kebenaran dapat menang atas kebohongan. Dan ketika kita melakukannya, masa depan ‘Israel’ akan lebih kuat karena mayoritas dari semua orang Amerika akan mendukung ‘Israel’. Kita akan mewujudkannya, kita harus mewujudkannya. Terima kasih, Baruch hashem,” ujarnya.

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu –yang oleh ICC disebut sebagai penjahat perang— naik panggung tepat setelah pidato Coleman, menyoroti minat Tel Aviv dalam acara tersebut, yang disebut sebagai “KTT Kebijakan JNS Perdana untuk mengatasi masalah strategis ‘Israel’ yang mendesak.”

Sementara CEO Liga Anti-Pencemaran Nama Baik (ADL) Jonathan Greenblatt mengatakan hal serupa awal tahun ini ketika ia berbicara di hadapan Knesset ‘Israel’ tentang pentingnya “menguasai” TikTok.

“Menguasai TikTok mungkin tampak kurang berarti daripada mempertahankan Gunung Hermon…tetapi ini mendesak karena perang berikutnya akan diputuskan berdasarkan bagaimana ‘Israel’ dan sekutunya bertindak daring,” katanya.

Greenblatt juga mengatakan bahwa “kejeniusan” di balik “serangan pager”  Yahudi terhadap Lebanon kini dibutuhkan untuk melawan antisemitisme.

Pernyataan para dedengkot Yahudi ini muncul  setelah banyak jajak pendapat menunjukkan bahwa anak muda Amerika semakin skeptis terhadap ‘Israel’.

Survei terbaru menunjukkan 71% Demokrat dan 50% Republik di bawah usia 49 tahun kini memiliki pandangan yang tidak baik terhadap penjajah ‘Israel’.

Coleman memulai kariernya sebagai aktivis antiperang yang pernah bekerja sebagai roadie untuk Jethro Tull, dan diskors dari Universitas Hofstra karena memimpin aksi duduk.

Selain menjabat sebagai ketua nasional Koalisi Yahudi Republik dan pendiri super PAC Congressional Leadership Fund, Coleman sekarang bekerja sebagai pelobi utama untuk Kerajaan Arab Saudi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gen zHeadlineKoalisi Yahudi Partai RepublikmedsosNorm Colemanpalestinaperang digitalPilihan RedaksiSenator ASTikTokyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kebakaran Dekat Yerusalem Israel Kerahkan Tentara Minta Bantuan Negara Eropa
Tulisan selanjutnya Rumah Sakit Indonesia Hebron Palestina MUI Kecam Penusukan Brutal di Masjid Prancis, Serukan Penegakan Hukum Kasus Islamofobia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

Berita
17 Oktober 2026 09:35
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

16 Oktober 2026 14:56
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

14 Oktober 2026 16:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?